2027 Pemprov Jateng Mantapkan Pengembangan Pariwisata Dan Ekonomi Syariah

3 min read
2027 Pemprov Jateng Mantapkan Pengembangan Pariwisata Dan Ekonomi Syariah

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menetapkan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai fokus pembangunan 2027. Ini bertujuan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah. Rencana terintegrasi dengan kabupaten/kota seperti Banjarnegara dan Cilacap. Sektor pariwisata Jawa Tengah menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan kontribusi PDRB dan kunjungan wisatawan yang terus meningkat.

BANJARNEGARA — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi memantapkan arah pembangunan di wilayahnya pada 2027, dengan fokus pada pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah. Arah pembangunan itu supaya menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah.

Peta jalan pembangunan tersebut mulai diintegrasikan dengan rencana pembangunan pemerintah kabupaten/ kota.

“Infrastruktur sudah (2025), dan swasembada pangan sudah kuat pada 2026, maka 2027 adalah pariwisata yang menjadi prioritas kita,” kata Luthfi, seusai Rembug Pembangunan Jawa Tengah di Pendopo Kabupaten Banjarnegara, Senin (18/5/2026).

Dijelaskan, integrasi peta jalan pembangunan dengan kabupaten/ kota tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil Musrenbang, yang sudah selesai sampai tingkat provinsi beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data 2025, sektor pariwisata tumbuh signifikan sebesar 10,60%. Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB Jateng 2022-2025 trennya meningkat dari 3,29% pada 2022 menjadi 3,40% pada 2023, menjadi 3,56% pada 2024, dan 3,74% pada 2025. Data itu menegaskan peran pariwisata sebagai sektor penggerak ekonomi daerah.

Jumlah kunjungan wisatawan pada 2022-2025 juga meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2022 sebanyak 46,6 juta orang menjadi 74,4 juta orang atau naik 59,73% pada 2025. Hal itu membuktikan Jawa Tengah menjadi destinasi favorit bagi wisatawan dari Jabar, DKI Jakarta, dan Jatim, serta wisatawan mancanegara.

“Modalnya sudah ada di wilayah kita masing-masing, ada wisata alam, wisata kuliner, wastra, dan lainnya,” jelas Luthfi.

Hal itu juga diperkuat dengan pengakuan dari UNESCO untuk berbagai produk budaya asal Jawa Tengah. Modal bagus itu harus menjadi pemicu daerah-daerah, untuk mengembangkan budaya dan wisata, termasuk wisata ramah muslim.

Menurut Luthfi, potensi pengembangan wisata di Banjarnegara, Wonosobo, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap juga sangat melimpah untuk proyeksi wisata alam dan agro. Walakin, pemetaan masih harus dilakukan, agar semua potensi wisata yang ada benar-benar tegarap, termasuk desa-desa wisata yang sudah dibina sebelumnya harus diperkuat lagi.

Bak gayung bersambut, kelima bupati yang hadir dalam acara itu juga menyatakan siap untuk menyelaraskan program, dengan peta jalan pembangunan yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menyatakan, akan fokus menggarap potensi destinasi wisata zona dua (Kawasan Pegunungan Dieng), yang belum banyak dieksplorasi.

Dia menambahkan, kondisi geografis Banjarnegara tidak jauh berbeda dengan kabupaten sekitarnya seperti Wonosobo dan Purbalingga. Di mana memiliki kondisi alam yang berpotensi besar menjadi destinasi wisata.

“Destinasi wisata zona dua ini belum banyak disentuh. Désa wisata juga menjadi magnet bagi Banjarnegara, agar pertumbuhan ekonomi meningkat,” katanya.

Hal senada disampaikan Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya. Di Cilacap, sudah ada 19 desa wisata yang dikelola secara mandiri oleh desa. Namun, untuk destinasi wisata yang dikelola oleh Pemkab Cilacap hanya satu, yaitu Cipari. Di mana objek wisata itu kondisinya saat ini memprihatinkan.

“Kami akan tata ulang supaya bisa dimanfaatkan menjadi destinasi wisata berkelanjutan. Lalu ada Teluk Penyu dan Benteng Pendem yang perlu direvitalisasi, ini sudah ada komunikasi dengan Kementerian Kebudayaan. Untuk wisata syariah dan ekonomi syariah, akan kami dorong untuk dikembangkan,” jelasnya.

Sebagai informasi, acara Rembug Pembangunan Jawa Tengah tersebut dihadiri Sekda Jateng Sumarno, Wakil Ketua DPRD Jateng Setya Arinugroho, serta Bupati Banjarnegara Amalia Desiana, Bupati Wonosobo Arif Nurhidayat, Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif, Bupati Banyumas Sadewa Tri Lastiono, dan Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya. (Humas Jateng)*ul

2027 Pemprov Jateng Mantapkan Pengembangan Pariwisata Dan Ekonomi Syariah
2027 Pemprov Jateng Mantapkan Pengembangan Pariwisata Dan Ekonomi Syariah
2027 Pemprov Jateng Mantapkan Pengembangan Pariwisata Dan Ekonomi Syariah
2027 Pemprov Jateng Mantapkan Pengembangan Pariwisata Dan Ekonomi Syariah
2027 Pemprov Jateng Mantapkan Pengembangan Pariwisata Dan Ekonomi Syariah
More like this