5 Jalur Beasiswa UMS: Panduan Mahasiswa Baru Raih Kuliah Gratis
UMS membuka lima jalur beasiswa bagi calon mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Ini termasuk Beasiswa Kiai Haji Ahmad Dahlan, Tunas Unggul, Hafidz Al-Qur’an, Unggulan, dan Prestasi. Program ini menawarkan keringanan biaya pendidikan. Pendaftaran gelombang pertama dibuka hingga 28 Februari 2026.

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meluncurkan lima jalur beasiswa untuk Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 di Solo, Jawa Tengah. Kebijakan ini, yang pendaftaran gelombang pertamanya telah dibuka sejak 19 Januari 2026 dan akan berakhir 28 Februari 2026, terang-terangan bertujuan menjaring calon mahasiswa berprestasi sekaligus mengikis hambatan ekonomi yang kerap menghadang akses pendidikan tinggi.
Detail Program Beasiswa
Koordinator One Day Service (ODS) PMB UMS 2026, Alif Rahmat Yudha Putra, mengonfirmasi 168 pendaftar beasiswa UMS per 3 Februari 2026. Program Beasiswa UMS ini menargetkan lulusan sekolah menengah umum atau sederajat (fresh graduate), dengan seleksi ketat mempertimbangkan capaian prestasi akademik maupun non-akademik calon mahasiswa selama menempuh pendidikan sebelumnya.
UMS menawarkan lima jalur beasiswa untuk Program Sarjana, meliputi Beasiswa Kiai Haji Ahmad Dahlan (BKHAD), Beasiswa Tunas Unggul Muhammadiyah (BTUM) / Kader Muhammadiyah, Beasiswa Hafidz Al-Qur’an (BHA), Beasiswa Unggulan (BU), dan Beasiswa Prestasi (BP). Setiap jalur menawarkan keringanan biaya pendidikan, serta pemberian biaya hidup dan biaya akademik dengan nominal yang ditentukan.
Setelah gelombang pertama ditutup pada akhir Februari, UMS menjadwalkan pembukaan pendaftaran gelombang kedua pada bulan Mei, memberi kesempatan kedua bagi mereka yang terlewat atau belum siap di periode awal.
Komitmen UMS Diuji
Alif Rahmat Yudha Putra tidak menyembunyikan ambisinya. “Harapannya, semoga beasiswa ini bisa terus dibuka dan dijalankan secara konsisten tiap tahunnya, supaya siswa yang punya potensi tapi terkendala secara ekonomi tetap bisa kuliah di UMS,” tegasnya, menyoroti realitas pahit kesenjangan ekonomi dalam pendidikan.
Ia juga menambahkan bahwa beasiswa UMS bukan sekadar bantuan finansial. “Ke depannya, pihaknya berharap beasiswa ini dapat mendorong para penerimanya untuk dapat mengembangkan keterampilan dan berprestasi, serta turut berkontribusi di lingkungan sosial masyarakat.” Sebuah pernyataan yang mengindikasikan tuntutan lebih dari sekadar penerima bantuan.
Akses Pendidikan Masih Jauh
Langkah UMS ini menyoroti masih lebarnya jurang akses pendidikan tinggi di Indonesia, di mana ribuan potensi siswa kerap terganjal biaya. Beasiswa-beasiswa semacam ini, meski vital, hanyalah tetesan di tengah lautan kebutuhan, menunjukkan bahwa komitmen universitas untuk pemerataan pendidikan harus terus dipertanyakan dan diperluas.