776 Peserta BPJS PBI Temanggung Direaktivasi: Menguak Kebijakan Efektif Februari 2026

2 min read
Menguak Kebijakan BPJS PBI Temanggung: 776 Peserta Direaktivasi, Efektif Februari 2026

776 peserta BPJS PBI di Temanggung yang sebelumnya dinonaktifkan, kembali aktif sepanjang Februari 2026. Reaktivasi ini terjadi setelah pemerintah pusat membuka akses bagi peserta memenuhi kriteria. Dinas Sosial Temanggung memfasilitasi pengajuan reaktivasi. Kebijakan ini sempat menimbulkan keresahan, terutama bagi penderita penyakit kronis. Verifikasi dilakukan pemerintah pusat dan BPJS Kesehatan.

Ratusan peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Kabupaten Temanggung kembali aktif sepanjang Februari 2026, setelah sebelumnya dinonaktifkan secara mendadak. Kebijakan ini memicu keresahan luas, terutama bagi pasien penyakit kronis yang terputus akses kesehatannya tanpa pemberitahuan.

Sebanyak 776 peserta PBI telah direaktivasi hingga 18 Februari, menyusul pengajuan sejak awal bulan. Dinas Sosial Kabupaten Temanggung memfasilitasi proses ini, menyusul gelombang penonaktifan yang berdampak pada puluhan ribu warga miskin.

Implementasi Kebijakan yang Gagal

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Temanggung, Umi Lestari Nurjanah, mengklaim penonaktifan ini sebagai “pengalihan” kepesertaan dari kategori mampu (desil 6-10) ke tidak mampu (desil 1-5). Namun, klaim ini kontras dengan fakta di lapangan yang menunjukkan banyak warga miskin justru kehilangan haknya.

Keresahan memuncak saat peserta dengan penyakit kronis, seperti pasien cuci darah, mendapati status kepesertaan mereka nonaktif tanpa peringatan. Mereka mendadak tidak bisa mengakses layanan kesehatan vital, menempatkan nyawa dalam bahaya.

Pemerintah pusat, melalui BPJS Kesehatan, akhirnya membuka ruang reaktivasi. Syaratnya ketat: tergolong tidak mampu, menderita penyakit kronis atau katastropik, serta dalam kondisi darurat mengancam jiwa. Pengajuan wajib dilengkapi surat keterangan dari fasilitas kesehatan.

Dinas Sosial berperan menginput data, sementara verifikasi akhir ada di tangan pemerintah pusat dan BPJS Kesehatan. Ini menunjukkan birokrasi panjang yang harus dilalui warga di tengah kondisi darurat kesehatan.

Pengakuan Pejabat

“Sampai cut off 18 Februari, ada 776 peserta BPJS PBI yang sudah direaktivasi. Itu pengajuan dari tanggal 2 sampai 14 Februari,” kata Umi Lestari Nurjanah, Kamis (19/2/2026).

Umi menambahkan, “Jadi sebenarnya ini pengalihan, bukan pengurangan. Kuotanya tetap, bahkan ada penambahan. Yang dinonaktifkan dialihkan ke masyarakat yang lebih layak menerima.”

Namun, ia mengakui, “Yang ramai itu karena ada peserta dengan penyakit kronis atau rutin berobat, tiba-tiba statusnya nonaktif tanpa pemberitahuan sebelumnya.”

Krisis Akses Kesehatan

Kebijakan pengalihan status kepesertaan ini berdampak pada sekitar 41.700 peserta PBI di Temanggung pada Februari 2026. Pemerintah berdalih ini upaya penargetan bantuan yang lebih tepat, namun implementasinya justru menciptakan krisis.

Masyarakat diimbau aktif memantau status kepesertaan dan segera mengajukan reaktivasi jika memenuhi kriteria. Ini membebankan tanggung jawab kepada warga, padahal akar masalahnya ada pada sistem notifikasi dan verifikasi pemerintah yang gagal.

776 Peserta BPJS PBI Temanggung Direaktivasi: Menguak Kebijakan Efektif Februari 2026
More like this