Wakil Rektor I UMS Resmikan Forum Alumni JAMBON: Era Baru Jaringan Lulusan Dimulai

3 min read
UMS Inaugurates JAMBON Alumni Forum: A New Era for Graduate Networking

Wakil Rektor I UMS Prof. Ihwan Susila meresmikan Forum Alumni JAMBON (Jejak Alumni MIM Digdaya Bolon) pada Milad ke-74 MIM Digdaya Bolon di Karanganyar. UMS menunjukkan komitmen dalam membina Amal Usaha Muhammadiyah. Peresmian ini menekankan pentingnya jejaring alumni untuk komunikasi produktif dan kemajuan pendidikan.

UMS Inaugurates JAMBON Alumni Forum: A New Era for Graduate Networking

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meresmikan Forum Alumni Jejak Alumni MIM Digdaya Bolon (JAMBON) di Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu lalu, dalam puncak Milad ke-74 Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Digdaya Bolon. Langkah ini, yang diklaim sebagai wujud komitmen UMS membina Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), sekaligus memunculkan pertanyaan mendalam tentang substansi di balik narasi “kemajuan” dan “jejaring” yang dicanangkan.

Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, secara simbolis mengesahkan JAMBON, menegaskan pentingnya jejaring alumni sebagai “aset strategis”. Peresmian ini, yang seharusnya menguatkan komunikasi produktif, harus membuktikan diri lebih dari sekadar seremonial di tengah ekosistem pendidikan Muhammadiyah yang luas dan beragam.

Sebelumnya, Ihwan Susila memuji “transformasi fisik” MIM Digdaya Bolon, mengklaim fasilitasnya “melampaui ekspektasi standar sekolah dasar pada umumnya” dan bahkan menyamakan “konsep bangunan futuristik” tersebut dengan pengalamannya bersekolah di Inggris. Pujian bombastis ini mengaburkan realitas kebutuhan mendesak di banyak AUM lain yang mungkin masih tertinggal jauh dalam hal infrastruktur dan kualitas.

Acara di Colomadu ini juga dihadiri Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Drs. H. A. Dahlan Rais, yang turut meluncurkan batik guru dan tenaga kependidikan. Kehadiran petinggi persyarikatan ini bersama dukungan dari Ketua Komite Win Corporation, Wibowo Jati Purwanto, menegaskan adanya sokongan kuat di balik proyek ambisius MIM Digdaya Bolon, namun belum jelas bagaimana model pengembangan ini dapat direplikasi secara adil ke madrasah lain yang juga membutuhkan perhatian serupa.

Klaim Fasilitas Futuristik

Prof. Ihwan Susila, Guru Besar Bidang Manajemen, tanpa ragu menyatakan, “Pembangunan yang dilakukan sangat luar biasa. Konsep bangunan futuristik di MIM Digdaya Bolon ini mengingatkan saya pada suasana ketika saya bersekolah di Inggris.” Ia berharap fasilitas tersebut “menjadi katalisator bagi siswa untuk berpikir maju dan berwawasan luas,” sebuah harapan besar yang menuntut pembuktian nyata melalui peningkatan kualitas akademik dan karakter siswa, bukan sekadar tampilan fisik.

Penekanan Jejaring Alumni

Terkait peresmian forum alumni, Ihwan Susila menekankan, “Saya ucapkan terima kasih dan selamat. Semoga forum alumni JAMBON yang sudah disahkan ini dapat bermanfaat untuk menjalin komunikasi yang produktif. MIM Digdaya Bolon harus terus menjadi suri tauladan yang baik dan hadir memberi manfaat nyata di tengah masyarakat.” Pernyataan ini menjadi beban ganda bagi madrasah untuk tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membuktikan dampak sosial dan kontribusinya yang konkret.

Peresmian ini mengemuka di tengah komitmen UMS untuk membina Amal Usaha Muhammadiyah, sebuah janji yang sering digaungkan namun kerap menghadapi tantangan implementasi merata. Di usia ke-74, MIM Digdaya Bolon kini menjadi sorotan, bukan hanya karena “sinergi” yang diklaim, tetapi juga pertanyaan besar apakah model kemajuan yang dielu-elukan ini mampu direplikasi secara adil di seluruh pelosok Amal Usaha Muhammadiyah, atau justru menciptakan kesenjangan baru dalam kualitas pendidikan dasar.

More like this