Tanamkan Integritas Sejak Dini Pemkab Pati Gelar Pendidikan Antikorupsi Di Sekolah

2 min read
Tanamkan Integritas Sejak Dini Pemkab Pati Gelar Pendidikan Antikorupsi Di Sekolah

PATI – Untuk menanamkan nilai kejujuran, integritas, dan pemahaman mengenai dampak buruk korupsi sejak dini, Pemerintah Kabupaten Pati menggelar pendidikan antikorupsi pada satuan pendidikan 2026, di halaman SMP Negeri 1 Juwana, Jumat (19/6/2026). Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan, pemahaman mengenai korupsi dan dampaknya harus diberikan sejak dini, agar menjadi bekal saat siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, maupun ketika terjun ke tengah masyarakat. “Pendidikan antikorupsi harus kita ajarkan sejak dini. Generasi muda Kabupaten Pati harus memahami apa itu korupsi dan dampak buruknya, sehingga nilai-nilai antikorupsi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik saat belajar, bekerja, maupun bermasyarakat,” jelasnya. Disampaikan, jenjang SMP merupakan fase penting dalam pembentukan karakter, sehingga kualitas pendidikan pada jenjang berikutnya sangat dipengaruhi oleh fondasi yang dibangun sejak masa SMP. “Kalau sejak SMP sudah terbiasa jujur dan berintegritas, maka nilai-nilai itu akan terbawa hingga SMA, perguruan tinggi, bahkan ketika memasuki dunia kerja,” ujar Chandra. Menurutnya, korupsi tidak hanya berkaitan dengan penyalahgunaan kewenangan di pemerintahan. Perilaku tidak jujur juga dapat muncul dalam lingkungan pendidikan, termasuk saat siswa mengerjakan tugas sekolah, maupun memanfaatkan teknologi dan internet untuk belajar. “Kalian boleh mencari referensi dari internet, tetapi jangan sekadar menyalin. Pahami, pelajari, dan jadikan itu bagian dari proses belajar yang sebenarnya,” pesan Chandra kepada para siswa. Selain itu, lanjutnya, keberanian mengakui kesalahan dan kemauan untuk memperbaiki diri, juga merupakan bagian penting dari integritas. Dia menilai budaya jujur harus dibiasakan sejak dini, agar menjadi karakter yang melekat hingga dewasa. “Menjadi hebat tidak selalu ditentukan oleh siapa yang paling pintar. Yang lebih penting adalah semangat untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” katanya. Pada kesempatan itu, Chandra juga menyampaikan apresiasi kepada para guru SMP Negeri 1 Juwana, yang telah berperan besar dalam membentuk karakter generasi muda. Pendidikan karakter merupakan investasi jangka panjang, yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Penulis: Kontributor Kab Pati Editor: Di, Diskomdigi Jateng Browser Anda tidak mendukung audio.

PATI – Untuk menanamkan nilai kejujuran, integritas, dan pemahaman mengenai dampak buruk korupsi sejak dini, Pemerintah Kabupaten Pati menggelar pendidikan antikorupsi pada satuan pendidikan 2026, di halaman SMP Negeri 1 Juwana, Jumat (19/6/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan, pemahaman mengenai korupsi dan dampaknya harus diberikan sejak dini, agar menjadi bekal saat siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, maupun ketika terjun ke tengah masyarakat.

“Pendidikan antikorupsi harus kita ajarkan sejak dini. Generasi muda Kabupaten Pati harus memahami apa itu korupsi dan dampak buruknya, sehingga nilai-nilai antikorupsi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik saat belajar, bekerja, maupun bermasyarakat,” jelasnya.

Disampaikan, jenjang SMP merupakan fase penting dalam pembentukan karakter, sehingga kualitas pendidikan pada jenjang berikutnya sangat dipengaruhi oleh fondasi yang dibangun sejak masa SMP.

“Kalau sejak SMP sudah terbiasa jujur dan berintegritas, maka nilai-nilai itu akan terbawa hingga SMA, perguruan tinggi, bahkan ketika memasuki dunia kerja,” ujar Chandra.

Menurutnya, korupsi tidak hanya berkaitan dengan penyalahgunaan kewenangan di pemerintahan. Perilaku tidak jujur juga dapat muncul dalam lingkungan pendidikan, termasuk saat siswa mengerjakan tugas sekolah, maupun memanfaatkan teknologi dan internet untuk belajar.

“Kalian boleh mencari referensi dari internet, tetapi jangan sekadar menyalin. Pahami, pelajari, dan jadikan itu bagian dari proses belajar yang sebenarnya,” pesan Chandra kepada para siswa.

Selain itu, lanjutnya, keberanian mengakui kesalahan dan kemauan untuk memperbaiki diri, juga merupakan bagian penting dari integritas. Dia menilai budaya jujur harus dibiasakan sejak dini, agar menjadi karakter yang melekat hingga dewasa.

“Menjadi hebat tidak selalu ditentukan oleh siapa yang paling pintar. Yang lebih penting adalah semangat untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” katanya.

Pada kesempatan itu, Chandra juga menyampaikan apresiasi kepada para guru SMP Negeri 1 Juwana, yang telah berperan besar dalam membentuk karakter generasi muda. Pendidikan karakter merupakan investasi jangka panjang, yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Penulis: Kontributor Kab Pati
Editor: Di, Diskomdigi Jateng

Tanamkan Integritas Sejak Dini Pemkab Pati Gelar Pendidikan Antikorupsi Di Sekolah
Tanamkan Integritas Sejak Dini Pemkab Pati Gelar Pendidikan Antikorupsi Di Sekolah
Tanamkan Integritas Sejak Dini Pemkab Pati Gelar Pendidikan Antikorupsi Di Sekolah
More like this