Bangun Kesadaran Masyarakat Wali Kota Magelang Canangkan Gerakan Stop Boros Pangan
KOTA MAGELANG – Upaya mengurangi pemborosan pangan, harus menjadi gerakan bersama di masyarakat. Karenanya, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mencanangkan Gerakan Stop Boros Pangan, di Pendopo Pengabdian, Senin (29/6/2026). Kegiatan kerja sama Pemerintah Kota dengan Tim Penggerak (TP) PKK Kota Magelang itu dirangkai dengan penyerahan bantuan bahan makanan kepada 201 balita stunting, sebagai upaya penanganan kerawanan pangan dan gizi. Wali Kota Damar Prasetyono mengatakan, gerakan tersebut bertujuan membangun kesadaran masyarakat, agar lebih bijak dalam mengelola pangan. Mulai dari bijak merencanakan konsumsi, mengambil makanan sesuai kebutuhan, hingga memanfaatkan bahan pangan secara optimal. “Gerakan ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya menghargai pangan dengan cara merencanakan konsumsi secara tepat, mengambil makanan sesuai kebutuhan, serta memanfaatkan bahan pangan secara optimal guna mengurangi terjadinya pemborosan.” Menurut Damar, upaya mengurangi pemborosan pangan harus menjadi gerakan bersama. “Baik penanganan kerawanan pangan maupun pencanangan Stop Boros Pangan ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan dukungan dan partisipasi semua pihak,” ujarnya. Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Magelang, Nanik Yunianti Damar, menyampaikan pihaknya berkomitmen mendukung Gerakan Stop Boros Pangan melalui edukasi berkelanjutan di tingkat rumah tangga. Menurutnya, perubahan perilaku menjadi kunci utama dalam mengurangi food waste. “TP PKK Kota Magelang akan melaksanakan kampanye pencegahan pemborosan pangan, mendorong perilaku mengambil makanan secukupnya, menghabiskan makanan tanpa sisa, serta menginternalisasikan Gerakan Stop Boros Pangan dalam setiap kegiatan PKK,” ujarnya. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang, Agus Dwi Windarto, menjelaskan, kegiatan itu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi pemborosan pangan, sekaligus memperkuat sinergi penanganan kerawanan pangan dan peningkatan gizi. “Kegiatan ini juga mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat di Kota Magelang,” ungkapnya. Penulis : Prokompim Kota Magelang Editor : Ul, Diskomdigi Jateng Browser Anda tidak mendukung audio.
KOTA MAGELANG – Upaya mengurangi pemborosan pangan, harus menjadi gerakan bersama di masyarakat. Karenanya, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mencanangkan Gerakan Stop Boros Pangan, di Pendopo Pengabdian, Senin (29/6/2026).
Kegiatan kerja sama Pemerintah Kota dengan Tim Penggerak (TP) PKK Kota Magelang itu dirangkai dengan penyerahan bantuan bahan makanan kepada 201 balita stunting, sebagai upaya penanganan kerawanan pangan dan gizi.
Wali Kota Damar Prasetyono mengatakan, gerakan tersebut bertujuan membangun kesadaran masyarakat, agar lebih bijak dalam mengelola pangan. Mulai dari bijak merencanakan konsumsi, mengambil makanan sesuai kebutuhan, hingga memanfaatkan bahan pangan secara optimal.
“Gerakan ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya menghargai pangan dengan cara merencanakan konsumsi secara tepat, mengambil makanan sesuai kebutuhan, serta memanfaatkan bahan pangan secara optimal guna mengurangi terjadinya pemborosan.”
Menurut Damar, upaya mengurangi pemborosan pangan harus menjadi gerakan bersama.
“Baik penanganan kerawanan pangan maupun pencanangan Stop Boros Pangan ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan dukungan dan partisipasi semua pihak,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Magelang, Nanik Yunianti Damar, menyampaikan pihaknya berkomitmen mendukung Gerakan Stop Boros Pangan melalui edukasi berkelanjutan di tingkat rumah tangga. Menurutnya, perubahan perilaku menjadi kunci utama dalam mengurangi food waste.
“TP PKK Kota Magelang akan melaksanakan kampanye pencegahan pemborosan pangan, mendorong perilaku mengambil makanan secukupnya, menghabiskan makanan tanpa sisa, serta menginternalisasikan Gerakan Stop Boros Pangan dalam setiap kegiatan PKK,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang, Agus Dwi Windarto, menjelaskan, kegiatan itu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi pemborosan pangan, sekaligus memperkuat sinergi penanganan kerawanan pangan dan peningkatan gizi.
“Kegiatan ini juga mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat di Kota Magelang,” ungkapnya.
Penulis : Prokompim Kota Magelang
Editor : Ul, Diskomdigi Jateng

