Menjanjikan Kelinci Pedaging Kian Diminati Masyarakat
KABUPATEN MAGELANG – Hasil budi daya kelinci sangat menjanjikan dan dapat mendukung ketahanan pangan. Hal itu tampak saat Kontes Kelinci Pedaging, di Kantor Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang, Minggu (28/6/2026). Ratusan kelinci pedaging dari berbagai daerah mengikuti kontes tersebut. Kegiatan bertajuk “Saatnya Kelinci Pedaging Naik Kelas” merupakan kolaborasi komunitas Republik Kelinci bersama Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispeterikan) Kabupaten Magelang. Kepala Dispeterikan Kabupaten Magelang, Joni Indarto mengatakan, kegiatan itu bertujuan mengenalkan ke masyarakat, jika hasil budi daya kelinci sangat menjanjikan dan dapat mendukung ketahanan pangan. “Acara ini bisa mendorong masyarakat agar budi daya kelinci di Kabupaten Magelang itu bisa meningkat, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas,” ujarnya. Joni menjelaskan, di Kabupaten Magelang, populasi kelinci berkisar 8.000 ekor di tingkat peternak. Namun, dengan jumlah populasi itu belum mampu mencukupi permintaan pasar yang sangat besar. Namun, imbuhnya, banyak masyarakat yang belum tahu jika sebenarnya peluang terkait dengan pasar kelinci berdaging terbuka lebar. Baik sebagai hewan peliharaan maupun sumber protein. Salah satu upaya menambah populasi untuk mencukupi kebutuhan pasar itu, Dispeterikan bersinergi dengan komunitas peternak dan pemangku kepentingan lain, secara masif menggelar edukasi dan kontes budi daya kelinci untuk masyarakat. Bahkan, kontes kelinci pedaging ini diklaim baru pertama digelar di nusantara, sehingga antusias para peternak sangat tinggi untuk turut serta. Terlebih, saat ini terdapat lebih dari 100 peternak kelinci yang tersebar di sejumlah kecamatan seperti Tegalrejo dan Ngablak. “Delapan puluh persen dari Kabupaten Magelang, yang 70 persen dari luar daerah Kabupaten Magelang,” jelas Joni. Para peserta dari berbagai daerah membawa kelincinya untuk mengikuti kontes dengan berbagai kategori penilaian, seperti postur tubuh, kualitas bulu, warna, dan bobot. Sedangkan jenis yang dilombakan yakni haibul dan hailah. Selain itu, diperkenalkan juga kelinci hias jenis yang cantik dan menggemaskan. Presiden Republik Kelinci, Aryono Septa Nugroho mengungkapkan, kegiatan itu bertujuan menarik minat masyarakat dan kawula muda untuk beternak kelinci, sekaligus mengenalkan bahwa kelinci menjadi salah satu varian dalam membantu ketahanan pangan. “Karena kami melihat potensi pasar yang luar biasa dari kelinci pedaging. Saat ini untuk per kilogram hidup, rata-rata sudah di harga Rp45.000 per kilogram. Artinya, secara produktivitas dan harga sudah sangat menguntungkan,” ucap Aryono. Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Magelang, Joko Anariyanto yang hadir dalam kontes tersebut mengatakan, pihaknya akan memberikan dukungan penuh pengembangan tata kelola budi daya kelinci pedaging di Kabupaten Magelang. “Kami berharap pemerintah mulai men-support. Terkait dengan masyarakat yang memang membutuhkan akses terkait dengan hibah ternak kelinci ini, kami akan siap memfasilitasi itu,” janjinya. Penulis : Kontributor Kabupaten Magelang Editor : Ul, Diskomdigi Jateng
KABUPATEN MAGELANG – Hasil budi daya kelinci sangat menjanjikan dan dapat mendukung ketahanan pangan. Hal itu tampak saat Kontes Kelinci Pedaging, di Kantor Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang, Minggu (28/6/2026).
Ratusan kelinci pedaging dari berbagai daerah mengikuti kontes tersebut. Kegiatan bertajuk “Saatnya Kelinci Pedaging Naik Kelas” merupakan kolaborasi komunitas Republik Kelinci bersama Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispeterikan) Kabupaten Magelang.
Kepala Dispeterikan Kabupaten Magelang, Joni Indarto mengatakan, kegiatan itu bertujuan mengenalkan ke masyarakat, jika hasil budi daya kelinci sangat menjanjikan dan dapat mendukung ketahanan pangan.
“Acara ini bisa mendorong masyarakat agar budi daya kelinci di Kabupaten Magelang itu bisa meningkat, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas,” ujarnya.
Joni menjelaskan, di Kabupaten Magelang, populasi kelinci berkisar 8.000 ekor di tingkat peternak. Namun, dengan jumlah populasi itu belum mampu mencukupi permintaan pasar yang sangat besar.
Namun, imbuhnya, banyak masyarakat yang belum tahu jika sebenarnya peluang terkait dengan pasar kelinci berdaging terbuka lebar. Baik sebagai hewan peliharaan maupun sumber protein.
Salah satu upaya menambah populasi untuk mencukupi kebutuhan pasar itu, Dispeterikan bersinergi dengan komunitas peternak dan pemangku kepentingan lain, secara masif menggelar edukasi dan kontes budi daya kelinci untuk masyarakat.
Bahkan, kontes kelinci pedaging ini diklaim baru pertama digelar di nusantara, sehingga antusias para peternak sangat tinggi untuk turut serta. Terlebih, saat ini terdapat lebih dari 100 peternak kelinci yang tersebar di sejumlah kecamatan seperti Tegalrejo dan Ngablak.
“Delapan puluh persen dari Kabupaten Magelang, yang 70 persen dari luar daerah Kabupaten Magelang,” jelas Joni.
Para peserta dari berbagai daerah membawa kelincinya untuk mengikuti kontes dengan berbagai kategori penilaian, seperti postur tubuh, kualitas bulu, warna, dan bobot. Sedangkan jenis yang dilombakan yakni haibul dan hailah. Selain itu, diperkenalkan juga kelinci hias jenis yang cantik dan menggemaskan.
Presiden Republik Kelinci, Aryono Septa Nugroho mengungkapkan, kegiatan itu bertujuan menarik minat masyarakat dan kawula muda untuk beternak kelinci, sekaligus mengenalkan bahwa kelinci menjadi salah satu varian dalam membantu ketahanan pangan.
“Karena kami melihat potensi pasar yang luar biasa dari kelinci pedaging. Saat ini untuk per kilogram hidup, rata-rata sudah di harga Rp45.000 per kilogram. Artinya, secara produktivitas dan harga sudah sangat menguntungkan,” ucap Aryono.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Magelang, Joko Anariyanto yang hadir dalam kontes tersebut mengatakan, pihaknya akan memberikan dukungan penuh pengembangan tata kelola budi daya kelinci pedaging di Kabupaten Magelang.
“Kami berharap pemerintah mulai men-support. Terkait dengan masyarakat yang memang membutuhkan akses terkait dengan hibah ternak kelinci ini, kami akan siap memfasilitasi itu,” janjinya.
Penulis : Kontributor Kabupaten Magelang
Editor : Ul, Diskomdigi Jateng