Formula Singapura: Sinergi Tiga Pilar Vital Kunci Transformasi Indonesia
Duta Besar RI untuk Singapura (2020-2025), Suryopratomo, menyebut sinergi tiga pilar: pemerintah, pengusaha, masyarakat, krusial bagi pembangunan negara. Pengamatannya di Singapura menginspirasi pandangannya. Dalam siniar SindoNews di YouTube, Suryopratomo menekankan pentingnya saling pengertian, kepercayaan, dan penghormatan di antara ketiga pilar untuk kemajuan bangsa.

Duta Besar RI untuk Singapura (2020-2025) Suryopratomo menohok keras, menunjuk sinergi pemerintah, pengusaha, dan masyarakat sebagai satu-satunya jalan membangun negara. Pernyataan tajam ini muncul dari pengamatannya langsung di Singapura, sebuah model yang secara implisit mengkritik kondisi domestik Indonesia yang acap kali gagal dalam kolaborasi fundamental tersebut.
Berbicara dalam siniar To The Point Aja di YouTube SindoNews, Minggu (22/2/2026), Suryopratomo, akrab disapa Tommy, menekankan bahwa kemajuan Singapura adalah bukti nyata ketika tiga pilar tersebut saling percaya dan mendukung. Ia menuntut adanya “mutual understanding, mutual trust, dan mutual respect” yang selama ini absen dalam dinamika pembangunan di banyak tempat.
Tommy, seorang berlatar belakang wartawan, merinci bagaimana Singapura mampu merealisasikan sinergi tersebut. Ia gamblang menyebut, pemerintah Singapura menaruh kepercayaan penuh pada dunia usaha, sebaliknya dunia usaha juga memercayai masyarakat, dan masyarakat pun membalas kepercayaan itu kepada pemerintahnya.
Ketiadaan jurang pemisah antar pilar inilah yang menurutnya menjadi motor penggerak pembangunan. Singapura bukan hanya sekadar “maju”, tetapi “dibangun” di atas fondasi kepercayaan timbal balik yang kokoh, jauh dari retorika kosong.
Ia menegaskan, landasan fundamental dari sinergi ini adalah “mutual understanding”, “saling mengerti” antarpihak; diikuti dengan “mutual trust”, “saling percaya”; serta “mutual respect”, “saling menghormati”. Tanpa tiga elemen krusial ini, gagasan sinergi hanya akan menjadi jargon belaka.
Model Singapura, yang Suryopratomo saksikan langsung, membalikkan asumsi bahwa pembangunan hanya bergantung pada satu entitas. Sebaliknya, ia menunjukkan bahwa kekuatan sejati ada pada interaksi harmonis dan saling menguatkan antara kekuasaan, modal, dan rakyat.
Implikasinya jelas: negara yang gagal membangun kepercayaan antar pilar ini akan jalan di tempat, atau bahkan mundur.
Kunci Kepercayaan
“Negara ini hanya bisa dibangun kalau ada sinergi dari tiga pilar yakni pilar pemerintah, pilar pengusaha, dan pilar masyarakat,” tegas Suryopratomo dalam siniar tersebut, dikutip Minggu (22/2/2026). Pernyataan ini bukan sekadar observasi, melainkan sebuah resep yang terbukti.
Ia menambahkan, kunci dari sinergi itu terletak pada kepercayaan. “Jadi, harus ada mutual understanding, saling mengerti, mutual trust, dan mutual respect,” ujarnya, menyoroti prasyarat fundamental yang sering diabaikan.
Suryopratomo menyimpulkan, hasil dari sinergi berbasis kepercayaan ini sangatlah masif. “Ketika tiga pilar itu saling mendukung, itu sangat luar biasa,” pungkasnya, menunjukkan betapa krusialnya kolaborasi sejati.
Suryopratomo, yang menjabat Duta Besar RI untuk Singapura periode 2020-2025, memiliki posisi unik untuk melihat langsung dinamika pembangunan di negara tetangga. Pengalamannya selama menjabat memberinya perspektif tajam tentang apa yang berhasil dan apa yang tidak.
Latar belakangnya sebagai wartawan juga menguatkan analisisnya, menjauhkan observasinya dari sekadar formalitas diplomatik, menjadi sebuah kritik pembangunan yang mendalam.