Kebodohan konsumen Indomaret merusak kenyamanan belanja

3 min read
Kebodohan konsumen Indomaret merusak kenyamanan belanja

Saya pelanggan Indomaret. Hampir setiap pagi saya membeli buah potong untuk snack di kantor. Sayangnya, di banyak Indomaret, saya menemukan kebodohan yang bikin belanja jadi nggak nyaman. Kebodohan ini tidak datang dari manajemen atau karyawan toko, tapi dari konsumen. Dan nggak cuma di Indomaret saja hal ini terjadi. Saya menemukannya hampir di semua minimarket. Inilah yang saya maksud. #1 Konsumen yang parkir seenak jidatnya Semua Indomaret itu, setahu saya, sudah bikin garis batas parkir. Ini untuk memisahkan parkir motor dan mobil. Jadi, kalau mematuhi garis, parkir di sana tuh enak dan rapi. Tapi, yang namanya homo sapiens dengan otak sebesar biji jambu, banyak yang melanggar garis batas parkir ini. Kalau cuma geser dari garis sih mungkin banyak orang bisa maklum. Namun, ini malah salah parkir. Jadi, yang bawa motor, parkir di tempat mobil. Sementara mobil, parkir melintang di tempat motor. Alhasil, parkiran jadi semrawut dan kalau mau ngeluarin motor kudu geser-geser motor lain. Pada buta garis apa ya. #2 Perokok bebal yang merusak kenyamanan kursi Indomaret Kursi Indomaret itu kan ajaib yang untuk beberapa orang. Sepulang kerja, duduk di sana, menyeruput Golda, dan melepas lelah. Sampai rumah, pikiran rada tenang. Namun, perokok bebal merusak kenyamanan duduk di kursi Indomaret. Saya nggak anti sama perokok. Dulu, saya pun merokok. Namun, komunitas yang saya ikuti mengajarkan saya untuk nggak sembarangan merokok di segala tempat. Jadi, kalau kamu jeli dan punya pikiran jernih, banyak Indomaret nggak menyediakan asbak. Itu tanda bahwa sebaiknya kamu nggak merokok ketika memakai fasilitas kursi dan meja. Kalau mau merokok, ya silakan berdiri di dekat tempat sampah. Jadi, kamu bisa buang abu dan puntung pada tempatnya. Banyak perokok yang duduk santai, kadang sambil push rank MLBB, buang abu sembarangan. Lantai jadi kotor, meja berantakan. Kasihan itu karyawan Indomaret yang kudu nyapu berkali-kali. Kalau supervisor lihat, mereka juga yang kena karena gagal menjaga kebersihan. Jangan bikin orang lain nggak nyaman Kesadaran itu kadang hilang. Nggak tau, deh, kenapa manusia itu suka sekali merugikan orang lain hanya demi kesenangan dan kemudahan pribadi. Misal soal garis parkir Indomaret. Apa susahnya parkir sesuai garis dan tempatnya? Tentang merokok dan buang abunya sembarangan. Apa susahnya angkat pantatmu dan merokok di dekat tempat sampah? Orang sering tidak sadar dia merugikan orang lain. Namun, lebih seringnya mereka sadar tapi tetap melakukannya karena nggak peduli sama orang lain. Tapi, kalau orang lain yang bikin rugi, mereka akan ngamuk paling pertama. Dasar homo sapiens nggak punya akhlak. Penulis: Yamadipati Seno Editor: Yamadipati Seno BACA JUGA Karyawan Indomaret adalah Pekerja Paling Underrated di Indonesia: Kerjaannya Banyak tapi Sering Nggak Dianggap Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat carainiya. Terakhir diperbarui pada 17 Juli 2026 oleh Yamadipati Seno

Kebodohan konsumen Indomaret merusak kenyamanan belanja

Saya pelanggan Indomaret. Hampir setiap pagi saya membeli buah potong untuk snack di kantor. Sayangnya, di banyak Indomaret, saya menemukan kebodohan yang bikin belanja jadi nggak nyaman.

Kebodohan ini tidak datang dari manajemen atau karyawan toko, tapi dari konsumen. Dan nggak cuma di Indomaret saja hal ini terjadi. Saya menemukannya hampir di semua minimarket. Inilah yang saya maksud.

#1 Konsumen yang parkir seenak jidatnya

Semua Indomaret itu, setahu saya, sudah bikin garis batas parkir. Ini untuk memisahkan parkir motor dan mobil. Jadi, kalau mematuhi garis, parkir di sana tuh enak dan rapi.

Tapi, yang namanya homo sapiens dengan otak sebesar biji jambu, banyak yang melanggar garis batas parkir ini. Kalau cuma geser dari garis sih mungkin banyak orang bisa maklum. Namun, ini malah salah parkir.

Jadi, yang bawa motor, parkir di tempat mobil. Sementara mobil, parkir melintang di tempat motor. Alhasil, parkiran jadi semrawut dan kalau mau ngeluarin motor kudu geser-geser motor lain. Pada buta garis apa ya.

#2 Perokok bebal yang merusak kenyamanan kursi Indomaret

Kursi Indomaret itu kan ajaib yang untuk beberapa orang. Sepulang kerja, duduk di sana, menyeruput Golda, dan melepas lelah. Sampai rumah, pikiran rada tenang.

Namun, perokok bebal merusak kenyamanan duduk di kursi Indomaret. Saya nggak anti sama perokok. Dulu, saya pun merokok. Namun, komunitas yang saya ikuti mengajarkan saya untuk nggak sembarangan merokok di segala tempat.

Jadi, kalau kamu jeli dan punya pikiran jernih, banyak Indomaret nggak menyediakan asbak. Itu tanda bahwa sebaiknya kamu nggak merokok ketika memakai fasilitas kursi dan meja. Kalau mau merokok, ya silakan berdiri di dekat tempat sampah. Jadi, kamu bisa buang abu dan puntung pada tempatnya.

Banyak perokok yang duduk santai, kadang sambil push rank MLBB, buang abu sembarangan. Lantai jadi kotor, meja berantakan. Kasihan itu karyawan Indomaret yang kudu nyapu berkali-kali. Kalau supervisor lihat, mereka juga yang kena karena gagal menjaga kebersihan.

Jangan bikin orang lain nggak nyaman

Kesadaran itu kadang hilang. Nggak tau, deh, kenapa manusia itu suka sekali merugikan orang lain hanya demi kesenangan dan kemudahan pribadi.

Misal soal garis parkir Indomaret. Apa susahnya parkir sesuai garis dan tempatnya? Tentang merokok dan buang abunya sembarangan. Apa susahnya angkat pantatmu dan merokok di dekat tempat sampah?

Orang sering tidak sadar dia merugikan orang lain. Namun, lebih seringnya mereka sadar tapi tetap melakukannya karena nggak peduli sama orang lain. Tapi, kalau orang lain yang bikin rugi, mereka akan ngamuk paling pertama.

Dasar homo sapiens nggak punya akhlak.

Penulis: Yamadipati Seno

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Karyawan Indomaret adalah Pekerja Paling Underrated di Indonesia: Kerjaannya Banyak tapi Sering Nggak Dianggap


Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat carainiya.

Terakhir diperbarui pada 17 Juli 2026 oleh

More like this