Cegah Perundungan Pemkot Magelang Luncurkan Kp3 Digital

2 min read
Cegah Perundungan Pemkot Magelang Luncurkan Kp3 Digital

KOTA MAGELANG – Untuk memperkuat pencegahan perundungan, kekerasan, dan intoleransi di lingkungan sekolah, Pemerintah Kota Magelang meluncurkan Kartu Pemantauan Pengasuhan Positif Digital (KP3 Digital). Peluncuran dilakukan dalam Sosialisasi Pencegahan Perundungan, Kekerasan, dan Intoleransi di Lingkungan Sekolah 2026, di Pendopo Pengabdian, Senin (27/7/2026). Melalui KP3 Digital, diharapkan menjadi sarana kolaborasi antara sekolah, keluarga, tenaga kesehatan, dan pemerintah, dalam memantau pola pengasuhan positif serta tumbuh kembang anak secara berkelanjutan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Nurwiyono Slamet Nugroho, menegaskan, keberhasilan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga sinergi seluruh pemangku kepentingan. “Keberhasilan layanan PAUD bergantung pada sinergi keluarga, satuan PAUD, posyandu, masyarakat, dan pemerintah. KP3 Digital hadir sebagai sarana kolaborasi untuk memantau pengasuhan positif, serta kondisi tumbuh kembang anak secara sederhana, cepat, dan berkelanjutan,” ujarnya. Nurwiyono menjelaskan, masa usia dini atau golden age merupakan periode krusial dalam pembentukan karakter, empati, dan kepribadian anak. Oleh karena itu, upaya pencegahan perundungan, kekerasan, dan intoleransi perlu dilakukan sejak dini, melalui kolaborasi guru, orang tua, dan masyarakat. Melalui KP3 Digital yang menjadi bagian dari Gerakan Sapa PAUD, data mengenai pola pengasuhan dan tumbuh kembang anak akan dihimpun sebagai dasar penyusunan layanan yang lebih tepat sasaran, sekaligus mendukung kebijakan perlindungan anak di Kota Magelang. Sementara itu, Bunda PAUD Kota Magelang, Nanik Yunianti Damar, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak. Menurut Nanik, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama agar setiap anak dapat tumbuh dan berkembang tanpa mengalami perundungan, kekerasan, maupun intoleransi. “Mari bergerak bersama mewujudkan keluarga yang kuat, anak yang terlindungi, PAUD yang berkualitas, dan Kota Magelang yang semakin maju,” ajaknya. Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Siti Yulaeha, mengatakan kegiatan tersebut diikuti 125 kepala satuan PAUD, 30 perwakilan orang tua yang tergabung dalam komite sekolah, perwakilan perangkat daerah, Tim Penggerak PKK, Pokja Bunda PAUD, Dharma Wanita Persatuan (DWP) PAUD, serta tokoh masyarakat dan organisasi mitra pendidikan. Narasumber pada kegiatan ini adalah dr Bayu dari RSJ Prof Dr Soerojo, dan Bunda PAUD Kota Magelang. Penulis: Prokompim Editor: WH/DiskomdigiJtg Browser Anda tidak mendukung audio.

KOTA MAGELANG – Untuk memperkuat pencegahan perundungan, kekerasan, dan intoleransi di lingkungan sekolah, Pemerintah Kota Magelang meluncurkan Kartu Pemantauan Pengasuhan Positif Digital (KP3 Digital). Peluncuran dilakukan dalam Sosialisasi Pencegahan Perundungan, Kekerasan, dan Intoleransi di Lingkungan Sekolah 2026, di Pendopo Pengabdian, Senin (27/7/2026).
Melalui KP3 Digital, diharapkan menjadi sarana kolaborasi antara sekolah, keluarga, tenaga kesehatan, dan pemerintah, dalam memantau pola pengasuhan positif serta tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Nurwiyono Slamet Nugroho, menegaskan, keberhasilan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga sinergi seluruh pemangku kepentingan.
“Keberhasilan layanan PAUD bergantung pada sinergi keluarga, satuan PAUD, posyandu, masyarakat, dan pemerintah. KP3 Digital hadir sebagai sarana kolaborasi untuk memantau pengasuhan positif, serta kondisi tumbuh kembang anak secara sederhana, cepat, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Nurwiyono menjelaskan, masa usia dini atau golden age merupakan periode krusial dalam pembentukan karakter, empati, dan kepribadian anak. Oleh karena itu, upaya pencegahan perundungan, kekerasan, dan intoleransi perlu dilakukan sejak dini, melalui kolaborasi guru, orang tua, dan masyarakat.
Melalui KP3 Digital yang menjadi bagian dari Gerakan Sapa PAUD, data mengenai pola pengasuhan dan tumbuh kembang anak akan dihimpun sebagai dasar penyusunan layanan yang lebih tepat sasaran, sekaligus mendukung kebijakan perlindungan anak di Kota Magelang.
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Magelang, Nanik Yunianti Damar, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Menurut Nanik, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama agar setiap anak dapat tumbuh dan berkembang tanpa mengalami perundungan, kekerasan, maupun intoleransi.
“Mari bergerak bersama mewujudkan keluarga yang kuat, anak yang terlindungi, PAUD yang berkualitas, dan Kota Magelang yang semakin maju,” ajaknya.
Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Siti Yulaeha, mengatakan kegiatan tersebut diikuti 125 kepala satuan PAUD, 30 perwakilan orang tua yang tergabung dalam komite sekolah, perwakilan perangkat daerah, Tim Penggerak PKK, Pokja Bunda PAUD, Dharma Wanita Persatuan (DWP) PAUD, serta tokoh masyarakat dan organisasi mitra pendidikan. Narasumber pada kegiatan ini adalah dr Bayu dari RSJ Prof Dr Soerojo, dan Bunda PAUD Kota Magelang.

Penulis: Prokompim
Editor: WH/DiskomdigiJtg

Cegah Perundungan Pemkot Magelang Luncurkan Kp3 Digital
More like this