Tak Harus Nasi Nawal Dorong Diversifikasi Pangan Lewat Olahan Jagung

2 min read
Tak Harus Nasi Nawal Dorong Diversifikasi Pangan Lewat Olahan Jagung

SRAGEN – Masyarakat tidak harus bergantung pada nasi sebagai satu-satunya sumber karbohidrat. Jagung dan pangan lokal lainnya dapat diolah menjadi beragam makanan, sebagai bagian dari upaya diversifikasi pangan. Pesan tersebut disampaikan Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, saat menghadiri Lomba Masak Antar-RT se-Kelurahan Sribit, Kecamatan Sidoharjo, di Balai Desa Sribit, Kamis (13/8/2026). Kegiatan yang mengangkat jagung sebagai bahan utama tersebut menjadi sarana bagi masyarakat untuk berkreasi, sekaligus mengenal pemanfaatan pangan lokal dalam pola konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Nawal menyambut baik inisiatif masyarakat dan TP PKK Kelurahan Sribit, yang menjadikan lomba masak sebagai sarana edukasi diversifikasi pangan. “Ini luar biasa. Pak Lurah dan ibu-ibu sudah bisa menginisiasi lomba masak yang sangat luar biasa ini,” ujar istri Wakil Gubernur Jawa Tengah ini. Menurutnya, diversifikasi pangan penting, untuk mendorong masyarakat tidak bergantung pada satu jenis sumber karbohidrat. Selain nasi, bahan pangan lokal seperti jagung, ketela, dan tepung mocaf ,dapat diolah menjadi berbagai makanan yang menarik sekaligus bernilai ekonomi. “Kita harus tidak boros makan dan perlu mendiversifikasi makanan. Tidak hanya makan nasi, tetapi juga olahan karbohidrat lain seperti jagung,” jelasnya. Nawal juga mendorong pemanfaatan tepung mocaf sebagai salah satu bahan pangan lokal yang potensial. Dia mencontohkan produk mi berbahan tepung mocaf, yang menjadi salah satu produk paling diminati dalam festival makanan yang digelar di Jakarta. Menurutnya, inovasi pengolahan pangan perlu terus dikembangkan agar kebutuhan gizi keluarga dapat terpenuhi, sekaligus membuka peluang usaha baru. “Ibu-ibu terus tingkatkan inovasi bagaimana meningkatkan B2SA. Hari ini temanya jagung, mungkin lain waktu bisa ketela atau bahan pangan lokal lainnya. Pokoknya semangat terus untuk B2SA,” pesannya. Lomba masak tersebut diikuti peserta dari berbagai RT di Kelurahan Sribit. Para peserta mengolah jagung menjadi beragam menu dengan memperhatikan cita rasa, penyajian, nilai gizi, kebersihan, serta kekompakan tim. Nawal menilai antusiasme peserta menunjukkan, edukasi pangan dapat dikemas secara menarik dan dekat dengan kehidupan masyarakat. “Terima kasih, ibu-ibu. Tetap semangat dan jangan lupa terus menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak boros pangan. Terus berkontribusi melalui PKK dan Posyandu untuk masyarakat,” pungkasnya. Melalui kegiatan tersebut, TP PKK mendorong masyarakat semakin kreatif memanfaatkan pangan lokal, sekaligus membangun kebiasaan konsumsi yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Penulis: Miyos/Yuli DiskominfoSragen Editor: WH/DiskomdigiJtg Browser Anda tidak mendukung audio.

SRAGEN – Masyarakat tidak harus bergantung pada nasi sebagai satu-satunya sumber karbohidrat. Jagung dan pangan lokal lainnya dapat diolah menjadi beragam makanan, sebagai bagian dari upaya diversifikasi pangan.
Pesan tersebut disampaikan Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, saat menghadiri Lomba Masak Antar-RT se-Kelurahan Sribit, Kecamatan Sidoharjo, di Balai Desa Sribit, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang mengangkat jagung sebagai bahan utama tersebut menjadi sarana bagi masyarakat untuk berkreasi, sekaligus mengenal pemanfaatan pangan lokal dalam pola konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).
Nawal menyambut baik inisiatif masyarakat dan TP PKK Kelurahan Sribit, yang menjadikan lomba masak sebagai sarana edukasi diversifikasi pangan.
“Ini luar biasa. Pak Lurah dan ibu-ibu sudah bisa menginisiasi lomba masak yang sangat luar biasa ini,” ujar istri Wakil Gubernur Jawa Tengah ini.
Menurutnya, diversifikasi pangan penting, untuk mendorong masyarakat tidak bergantung pada satu jenis sumber karbohidrat. Selain nasi, bahan pangan lokal seperti jagung, ketela, dan tepung mocaf ,dapat diolah menjadi berbagai makanan yang menarik sekaligus bernilai ekonomi.
“Kita harus tidak boros makan dan perlu mendiversifikasi makanan. Tidak hanya makan nasi, tetapi juga olahan karbohidrat lain seperti jagung,” jelasnya.
Nawal juga mendorong pemanfaatan tepung mocaf sebagai salah satu bahan pangan lokal yang potensial. Dia mencontohkan produk mi berbahan tepung mocaf, yang menjadi salah satu produk paling diminati dalam festival makanan yang digelar di Jakarta.
Menurutnya, inovasi pengolahan pangan perlu terus dikembangkan agar kebutuhan gizi keluarga dapat terpenuhi, sekaligus membuka peluang usaha baru.
“Ibu-ibu terus tingkatkan inovasi bagaimana meningkatkan B2SA. Hari ini temanya jagung, mungkin lain waktu bisa ketela atau bahan pangan lokal lainnya. Pokoknya semangat terus untuk B2SA,” pesannya.
Lomba masak tersebut diikuti peserta dari berbagai RT di Kelurahan Sribit. Para peserta mengolah jagung menjadi beragam menu dengan memperhatikan cita rasa, penyajian, nilai gizi, kebersihan, serta kekompakan tim.
Nawal menilai antusiasme peserta menunjukkan, edukasi pangan dapat dikemas secara menarik dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Terima kasih, ibu-ibu. Tetap semangat dan jangan lupa terus menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak boros pangan. Terus berkontribusi melalui PKK dan Posyandu untuk masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, TP PKK mendorong masyarakat semakin kreatif memanfaatkan pangan lokal, sekaligus membangun kebiasaan konsumsi yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.

Penulis: Miyos/Yuli DiskominfoSragen
Editor: WH/DiskomdigiJtg

Tak Harus Nasi, Nawal Dorong Diversifikasi Pangan lewat Olahan Jagung
More like this