Dukung Ketahanan Pangan Sragen Bi Solo Serahkan Bibit Cabai Dan Sarana Pertanian
SRAGEN – Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Sragen terus dilakukan, melalui kolaborasi pemerintah daerah dan Bank Indonesia. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyerahan 6.000 benih cabai, satu unit drone sprayer, dan rumah burung hantu kepada masyarakat di Dukuh Sumberejo, Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung, Rabu (12/8/2026). Penyerahan bantuan diikuti perwakilan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), dan Kelompok Tani Wanita (KTW) dari 20 kecamatan se-Kabupaten Sragen. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat mengatakan, program tersebut diarahkan untuk mendorong masyarakat mengoptimalkan lahan pekarangan, terutama untuk memenuhi kebutuhan cabai secara mandiri. “Melalui program ini kita mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan pekarangan yang dimiliki, sehingga bisa memenuhi kebutuhan cabai sendiri sebagai upaya ketahanan pangan, atau maksimalnya bisa mendapatkan penghasilan dari situ,” ujarnya. Menurut Dwiyanto, pemenuhan kebutuhan cabai secara mandiri juga dapat membantu mengurangi tekanan terhadap harga cabai di pasaran. Program tersebut sejalan dengan komitmen Bank Indonesia dalam mendukung pengendalian inflasi melalui sektor pertanian. Sementara itu, drone sprayer diberikan untuk meningkatkan efisiensi kegiatan pertanian, terutama dalam penggunaan waktu, tenaga, dan biaya operasional. Adapun rumah burung hantu diharapkan menjadi solusi alami untuk membantu mengendalikan hama tikus yang masih menjadi salah satu persoalan petani. Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengapresiasi dukungan Bank Indonesia Solo terhadap masyarakat, khususnya sektor pertanian. Ia meminta bantuan yang diterima dimanfaatkan secara optimal sesuai tujuan program. “Kita punya tanggung jawab untuk memastikan bantuan ini digunakan dengan sebaik-baiknya dan bisa mencapai tujuan yang diinginkan dari bantuan ini,” tegasnya. Menurut Sigit, bantuan tersebut juga mendukung program pertanian modern yang tengah didorong Pemkab Sragen. Salah satunya melalui target peningkatan produktivitas hingga 10 ton gabah per hektare. “Di pemerintah ada program pertanian modern, dengan target satu hektare sawah menghasilkan 10,ton padi. Bantuan drone sprayer ini berguna untuk mendukung tercapainya target tersebut,” ujarnya. Terkait pengendalian hama, Sigit mengatakan rumah burung hantu diharapkan menjadi alternatif yang lebih aman bagi petani. Ia menyoroti masih adanya praktik penggunaan aliran listrik di lahan pertanian, untuk mengendalikan tikus yang berisiko menyebabkan kecelakaan. Dengan sekitar 40 persen wilayah Kabupaten Sragen merupakan lahan pertanian, Sigit menilai dukungan terhadap sektor tersebut relevan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Di Kabupaten Sragen lahannya 40 persen digunakan untuk lahan pertanian, sehingga tepat rasanya ketika Bank Indonesia memberi bantuan di sektor pertanian,” pungkasnya. Penulis: Kufita/Yuli DiskominfoSragen Editor: WH/DiskomdigiJtg Browser Anda tidak mendukung audio.
SRAGEN – Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Sragen terus dilakukan, melalui kolaborasi pemerintah daerah dan Bank Indonesia. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyerahan 6.000 benih cabai, satu unit drone sprayer, dan rumah burung hantu kepada masyarakat di Dukuh Sumberejo, Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung, Rabu (12/8/2026).
Penyerahan bantuan diikuti perwakilan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), dan Kelompok Tani Wanita (KTW) dari 20 kecamatan se-Kabupaten Sragen.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat mengatakan, program tersebut diarahkan untuk mendorong masyarakat mengoptimalkan lahan pekarangan, terutama untuk memenuhi kebutuhan cabai secara mandiri.
“Melalui program ini kita mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan pekarangan yang dimiliki, sehingga bisa memenuhi kebutuhan cabai sendiri sebagai upaya ketahanan pangan, atau maksimalnya bisa mendapatkan penghasilan dari situ,” ujarnya.
Menurut Dwiyanto, pemenuhan kebutuhan cabai secara mandiri juga dapat membantu mengurangi tekanan terhadap harga cabai di pasaran. Program tersebut sejalan dengan komitmen Bank Indonesia dalam mendukung pengendalian inflasi melalui sektor pertanian.
Sementara itu, drone sprayer diberikan untuk meningkatkan efisiensi kegiatan pertanian, terutama dalam penggunaan waktu, tenaga, dan biaya operasional. Adapun rumah burung hantu diharapkan menjadi solusi alami untuk membantu mengendalikan hama tikus yang masih menjadi salah satu persoalan petani.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengapresiasi dukungan Bank Indonesia Solo terhadap masyarakat, khususnya sektor pertanian. Ia meminta bantuan yang diterima dimanfaatkan secara optimal sesuai tujuan program.
“Kita punya tanggung jawab untuk memastikan bantuan ini digunakan dengan sebaik-baiknya dan bisa mencapai tujuan yang diinginkan dari bantuan ini,” tegasnya.
Menurut Sigit, bantuan tersebut juga mendukung program pertanian modern yang tengah didorong Pemkab Sragen. Salah satunya melalui target peningkatan produktivitas hingga 10 ton gabah per hektare.
“Di pemerintah ada program pertanian modern, dengan target satu hektare sawah menghasilkan 10,ton padi. Bantuan drone sprayer ini berguna untuk mendukung tercapainya target tersebut,” ujarnya.
Terkait pengendalian hama, Sigit mengatakan rumah burung hantu diharapkan menjadi alternatif yang lebih aman bagi petani. Ia menyoroti masih adanya praktik penggunaan aliran listrik di lahan pertanian, untuk mengendalikan tikus yang berisiko menyebabkan kecelakaan.
Dengan sekitar 40 persen wilayah Kabupaten Sragen merupakan lahan pertanian, Sigit menilai dukungan terhadap sektor tersebut relevan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Di Kabupaten Sragen lahannya 40 persen digunakan untuk lahan pertanian, sehingga tepat rasanya ketika Bank Indonesia memberi bantuan di sektor pertanian,” pungkasnya.
Penulis: Kufita/Yuli DiskominfoSragen
Editor: WH/DiskomdigiJtg


