Pramuka Sragen Ambil Peran Perkuat Ketahanan Pangan

3 min read
Pramuka Sragen Ambil Peran Perkuat Ketahanan Pangan

SRAGEN — Ratusan anggota Pramuka bersama para pembina mengikuti upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Alun-Alun Sasana Langen Putra Sragen, Jumat (14/8/2026). Peringatan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan peran Gerakan Pramuka dalam menyiapkan generasi muda yang produktif, mandiri, sekaligus mampu mengambil bagian dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan. Bupati Sragen Sigit Pamungkas selaku Kakak Pembina Upacara membacakan amanat Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Budi Waseso. Dalam amanat tersebut, ditegaskan bahwa upaya mewujudkan swasembada pangan tidak hanya bertumpu pada sektor pertanian, tetapi juga membutuhkan keterampilan, penguasaan teknologi, semangat kewirausahaan, serta kemampuan generasi muda dalam mengelola sumber daya dan menjawab berbagai persoalan di lingkungan sekitar. “Melalui pendidikan kepramukaan, anggota Pramuka didorong menjadi generasi yang produktif dan mandiri, mencintai pertanian, peduli lingkungan, mampu memanfaatkan teknologi, serta memiliki semangat kewirausahaan. Karena itu, Pramuka tidak hanya belajar, tetapi juga didorong untuk mencipta dan menyelesaikan persoalan nyata,” tutur bupati saat membacakan amanat. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari pemanfaatan lahan, pengelolaan lingkungan, pengembangan pangan lokal, hingga kegiatan produktif sesuai potensi daerah. Dengan demikian, kepramukaan tidak hanya menjadi ruang pembentukan karakter, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan. “Peringatan Hari Pramuka ke-65 ini menjadi momentum untuk memperbarui tekad, memperkuat persatuan, memperluas pengabdian, dan meningkatkan kontribusi nyata Gerakan Pramuka bagi bangsa dan negara. Gerakan Pramuka akan terus menjadi kawah candradimuka pembentukan karakter dan melahirkan pemimpin masa depan yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki semangat pengabdian,” pungkasnya. Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Sragen Suwardi mengatakan, peran tersebut mulai diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang menjawab persoalan lingkungan sekaligus kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui program Pramuka Peduli yang dilakukan dengan membagikan bibit, khususnya tanaman buah, kepada anggota Pramuka dan masyarakat secara bertahap. Menurutnya, penanaman bibit tidak hanya ditujukan untuk penghijauan. Dalam jangka panjang, hasil tanaman juga diharapkan dapat mendukung kebutuhan pangan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. “Kami memang menyediakan bibit-bibit untuk Pramuka Peduli ke depannya. Selain untuk penghijauan, hasilnya juga ada untuk penunjang pangan masyarakat. Khusus untuk sektor pertanian seperti padi dan tanaman pangan lainnya, kami akan coba berkoordinasi langsung dengan Dinas Pertanian,” ujar Suwardi seusai upacara. Selain melalui pengembangan pangan, Pramuka Peduli juga diwujudkan melalui aksi sosial berbasis gotong royong. Salah satunya Bumbung Kemanusiaan yang dikelola bersama Kwartir Ranting (Kwaran) dan unit Pramuka Peduli. Dana yang terkumpul melalui program Jimbitan tersebut diprioritaskan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk melalui penyaluran sembako serta penanganan dampak kekeringan di sejumlah wilayah Sragen dengan bantuan air bersih. Penulis: Henik/Yuli DiskominfoSragen Editor: WH/DiskomdigiJtg Browser Anda tidak mendukung audio.

SRAGEN — Ratusan anggota Pramuka bersama para pembina mengikuti upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Alun-Alun Sasana Langen Putra Sragen, Jumat (14/8/2026). Peringatan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan peran Gerakan Pramuka dalam menyiapkan generasi muda yang produktif, mandiri, sekaligus mampu mengambil bagian dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas selaku Kakak Pembina Upacara membacakan amanat Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Budi Waseso. Dalam amanat tersebut, ditegaskan bahwa upaya mewujudkan swasembada pangan tidak hanya bertumpu pada sektor pertanian, tetapi juga membutuhkan keterampilan, penguasaan teknologi, semangat kewirausahaan, serta kemampuan generasi muda dalam mengelola sumber daya dan menjawab berbagai persoalan di lingkungan sekitar.
“Melalui pendidikan kepramukaan, anggota Pramuka didorong menjadi generasi yang produktif dan mandiri, mencintai pertanian, peduli lingkungan, mampu memanfaatkan teknologi, serta memiliki semangat kewirausahaan. Karena itu, Pramuka tidak hanya belajar, tetapi juga didorong untuk mencipta dan menyelesaikan persoalan nyata,” tutur bupati saat membacakan amanat.
Peran tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari pemanfaatan lahan, pengelolaan lingkungan, pengembangan pangan lokal, hingga kegiatan produktif sesuai potensi daerah. Dengan demikian, kepramukaan tidak hanya menjadi ruang pembentukan karakter, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan.
“Peringatan Hari Pramuka ke-65 ini menjadi momentum untuk memperbarui tekad, memperkuat persatuan, memperluas pengabdian, dan meningkatkan kontribusi nyata Gerakan Pramuka bagi bangsa dan negara. Gerakan Pramuka akan terus menjadi kawah candradimuka pembentukan karakter dan melahirkan pemimpin masa depan yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki semangat pengabdian,” pungkasnya.
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Sragen Suwardi mengatakan, peran tersebut mulai diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang menjawab persoalan lingkungan sekaligus kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui program Pramuka Peduli yang dilakukan dengan membagikan bibit, khususnya tanaman buah, kepada anggota Pramuka dan masyarakat secara bertahap.
Menurutnya, penanaman bibit tidak hanya ditujukan untuk penghijauan. Dalam jangka panjang, hasil tanaman juga diharapkan dapat mendukung kebutuhan pangan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Kami memang menyediakan bibit-bibit untuk Pramuka Peduli ke depannya. Selain untuk penghijauan, hasilnya juga ada untuk penunjang pangan masyarakat. Khusus untuk sektor pertanian seperti padi dan tanaman pangan lainnya, kami akan coba berkoordinasi langsung dengan Dinas Pertanian,” ujar Suwardi seusai upacara.
Selain melalui pengembangan pangan, Pramuka Peduli juga diwujudkan melalui aksi sosial berbasis gotong royong. Salah satunya Bumbung Kemanusiaan yang dikelola bersama Kwartir Ranting (Kwaran) dan unit Pramuka Peduli.
Dana yang terkumpul melalui program Jimbitan tersebut diprioritaskan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk melalui penyaluran sembako serta penanganan dampak kekeringan di sejumlah wilayah Sragen dengan bantuan air bersih.

Penulis: Henik/Yuli DiskominfoSragen
Editor: WH/DiskomdigiJtg

Pramuka Sragen Ambil Peran Perkuat Ketahanan Pangan
Pramuka Sragen Ambil Peran Perkuat Ketahanan Pangan
Pramuka Sragen Ambil Peran Perkuat Ketahanan Pangan
More like this