iPhone HP bapak-bapak? Bapak-bapak nggak mampu beli iPhone!

2 min read
iPhone HP bapak-bapak? Bapak-bapak nggak mampu beli iPhone!

Kayak nggak ada inovasi atau perubahan tampilan yang signifikan. Perubahannya paling hanya soal ukuran, jumlah kamera, hingga poni depan (notch sampai dynamic island). Sudah, itu saja. Di satu sisi, iPhone jelas konsisten dengan identitasnya. Desain dan tampilan produk yang sekarang adalah penyempurnaan dari edisi-edisi sebelumnya. Fokus Apple memang di situ, bukan di inovasi desain dan tampilan yang bermacam-macam. Tapi di sisi lain, konsistensi Apple terhadap desain dan tampilan ini yang bikin banyak anak-anak muda meninggalkan produk andalan mereka. Akhirnya, desain dan tampilan iPhone mendapat cap gitu-gitu saja. iPhone terlalu biasa, mainstream, main aman banget. iPhone dibilang nggak cute, dan kurang exciting. Padahal mereka sudah mengeluarkan berbagai varian iPhone 17 (mulai dari Pro Max sampai Air) dengan berbagai macam warna. Tapi tetap saja dibilang terlalu biasa, sampai akhirnya dapat julukan HP bapak-bapak atau dad phone. Memangnya bapak-bapak terbiasa pakai dan mampu beli iPhone? Sekarang kita masuk bagian ironinya. iPhone dibilang HP bapak-bapak karena masalah desain dan tampilan yang terlalu biasa. Tapi kondisi di lapangan, iPhone justru sangat jauh dari bapak-bapak. Seperti yang sudah saya singgung di atas, jarang sekali bapak-bapak (apalagi yang umurnya di atas 40 tahun) pakai iPhone. Mereka itu nggak terbiasa juga nggak ngerti, bahkan nggak mampu atau nggak mau beli iPhone. Mending duitnya buat hobi aja. Coba tanya bapak-bapak di sekitar kalian, apakah mereka bisa dan terbiasa pakai iPhone. Tanya juga apakah mereka mampu dan mau beli. Pasti jawabannya nggak. Kalau mampu, pasti belinya buat anak atau istri. Bapak-bapak pakai HP buat mereka sendiri yang harganya 25 juta? Jarang banget. Mending beli Android harga 5-7 jutaan, lalu sisanya buat ikut lomba mancing tiket sultan atau buat beli burung murai batu. Aneh banget, kan? Hanya karena desain dan tampilan yang terlalu biasa (kalah dengan desain Samsung Galaxy terbaru), dan hanya karena banyak anak-anak muda Korea yang pindah ke Samsung Galaxy z Fold 8, iPhone langsung dicap sebagai HP bapak-bapak. Cupet banget pikirannya. Bapak-bapak juga pasti akan kaget dengan cap ini. Lagian, fenomena ini kayaknya baru ada di Korea, deh. Di Indonesia belum ada. Kalaupun ada, belum masif, bahkan sangat kecil. Kalau di Indonesia, saya lebih sering melihat HP Samsung flagship ada di tangan orang-orang tua, termasuk bapak-bapak. Jadi, mana yang sebenarnya lebih pas dicap sebagai HP bapak-bapak hayo? Penulis: Iqbal AR Editor: Yamadipati Seno BACA JUGA 8 Tahun Pakai iPhone, Ternyata Saya Dibutakan Gengsi padahal Android Lebih Praktis dan Nyaman Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat carainiya. Terakhir diperbarui pada 21 Agustus 2026 oleh Yamadipati Seno

iPhone HP bapak-bapak? Bapak-bapak nggak mampu beli iPhone!

Apple memang di situ, bukan di inovasi desain dan tampilan yang bermacam-macam. Tapi di sisi lain, konsistensi Apple terhadap desain dan tampilan ini yang bikin banyak anak-anak muda meninggalkan produk andalan mereka.

Akhirnya, desain dan tampilan iPhone mendapat cap gitu-gitu saja. iPhone terlalu biasa, mainstream, main aman banget. iPhone dibilang nggak cute, dan kurang exciting. Padahal mereka sudah mengeluarkan berbagai varian iPhone 17 (mulai dari Pro Max sampai Air) dengan berbagai macam warna. Tapi tetap saja dibilang terlalu biasa, sampai akhirnya dapat julukan HP bapak-bapak atau dad phone.

Memangnya bapak-bapak terbiasa pakai dan mampu beli iPhone?

Sekarang kita masuk bagian ironinya. iPhone dibilang HP bapak-bapak karena masalah desain dan tampilan yang terlalu biasa. Tapi kondisi di lapangan, iPhone justru sangat jauh dari bapak-bapak.

Seperti yang sudah saya singgung di atas, jarang sekali bapak-bapak (apalagi yang umurnya di atas 40 tahun) pakai iPhone. Mereka itu nggak terbiasa juga nggak ngerti, bahkan nggak mampu atau nggak mau beli iPhone. Mending duitnya buat hobi aja.

Coba tanya bapak-bapak di sekitar kalian, apakah mereka bisa dan terbiasa pakai iPhone. Tanya juga apakah mereka mampu dan mau beli. Pasti jawabannya nggak.

Kalau mampu, pasti belinya buat anak atau istri. Bapak-bapak pakai HP buat mereka sendiri yang harganya 25 juta? Jarang banget. Mending beli Android harga 5-7 jutaan, lalu sisanya buat ikut lomba mancing tiket sultan atau buat beli burung murai batu.

Aneh banget, kan? Hanya karena desain dan tampilan yang terlalu biasa (kalah dengan desain Samsung Galaxy terbaru), dan hanya karena banyak anak-anak muda Korea yang pindah ke Samsung Galaxy z Fold 8, iPhone langsung dicap sebagai HP bapak-bapak. Cupet banget pikirannya. Bapak-bapak juga pasti akan kaget dengan cap ini.

Lagian, fenomena ini kayaknya baru ada di Korea, deh. Di Indonesia belum ada. Kalaupun ada, belum masif, bahkan sangat kecil.

Kalau di Indonesia, saya lebih sering melihat HP Samsung flagship ada di tangan orang-orang tua, termasuk bapak-bapak. Jadi, mana yang sebenarnya lebih pas dicap sebagai HP bapak-bapak hayo?

Penulis: Iqbal AR

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 8 Tahun Pakai iPhone, Ternyata Saya Dibutakan Gengsi padahal Android Lebih Praktis dan Nyaman

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat carainiya.

Terakhir diperbarui pada 21 Agustus 2026 oleh

More like this