Kekeringan Pemalang Makin Parah, PLN Kirim 200 Tangki Air, Warga: Matur Nuwun Sanget
Kemarau bikin 30 desa Pemalang kering, PLN kirim 200 tangki air setara satu juta liter. Warga Desa Belik paling parah sampai bilang matur nuwun sanget.

Kemarau di Pemalang lagi puncak-puncaknya. Buktinya, 30 desa di kabupaten ini kena kekeringan dan butuh pasokan air bersih tambahan. PLN Tegal dan Pemalang akhirnya turun tangan dengan mengirim 200 tangki air, disalurkan lewat Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pemalang.
Desa Belik, Titik Paling Parah
Penyerahan bantuan dilakukan simbolis di Dusun Silongok, Desa Belik, Rabu (19/8/2026). Desa Belik memang salah satu wilayah paling parah. Kasi Pemdes Belik, Dikin, bilang ada 43 titik kekeringan yang tersebar di tujuh dusun.
Dusun Gondang, Kepus, Tengah, dan Silongok jadi langganan paling rawan tiap musim kemarau. Desa Belik dihuni 15.663 jiwa di tujuh dusun dan 41 RT. Seluruh wilayahnya kena kekeringan karena sumber mata airnya musiman, sementara debit sumur menyusut saat kemarau.
“Kalau musim kemarau, solusinya memang dropping. Kami berharap ketika kekeringan sudah pada titik yang sangat parah, kuota bantuan air bersih dapat ditambah,” harap Dikin. Warga Dusun Silongok, Turniti, mengaku terbantu banget dengan tambahan pasokan ini.
“Saya sangat berterima kasih kepada PLN dan PMI. Matur nuwun sanget atas bantuannya kepada masyarakat RT 12 RW 07 Dusun Silongok Desa Belik,” ungkap Turniti.
Setara Satu Juta Liter Air
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, menghitung bantuan 200 tangki ini setara sekitar satu juta liter air bersih. Airnya bakal disalurkan ke tujuh kecamatan: Belik, Pulosari, Warungpring, Randudongkal, Watukumpul, Bantarbolang, dan Bodeh.
“Karena kondisi kekeringan sekarang sudah mencapai puncaknya, bantuan ini sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya. PMI Kabupaten Pemalang juga bukan baru kali ini kerja. Ketua PMI Akhmad Patah bilang, sebelumnya sudah disalurkan 257 tangki air bersih.
Distribusi bakal lanjut dengan rata-rata delapan hingga 10 tangki per hari sampai September. “Ini bukan dari PMI saja, tetapi kerja sama bareng-bareng. Atas kendali Pak Plt Bupati, kami segera membantu masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, Wiji Mulyati, mengapresiasi CSR PLN dan kolaborasi semua pihak. Sementara perwakilan TJSL PLN Wilayah Tegal, Ubaidillah Alif, bilang bantuan ini kontribusi PLN buat warga yang menghadapi kemarau panjang.
Sebagai catatan, distribusi air bersih di Pemalang sudah jalan bareng-bareng oleh BPBD, PMI, Baznas, dan PDAM. Totalnya rata-rata sekitar 125 ribu liter per hari, dan diperkirakan masih berlangsung sampai akhir September.
Artinya, warga yang tiap tahun nungguin hujan ini setidaknya bisa napas lega sedikit. Meski ya, dropping air tetap cuma solusi jangka pendek. Selama sumber mata air masih musiman, cerita kekeringan Pemalang bakal terus berulang tiap musim kemarau.