BRI Pacu Erildya Cemilan Family: Sinergi, Inovasi, dan Tradisi Dorong UMKM Lokal Naik Kelas

2 min read
BRI Propels Erildya Family Snacks: Synergy, Innovation, Tradition Elevate Local UMKM

Erildya Cemilan Family, UMKM inspiratif, bermula dari hobi ngemil saat pandemi 2020. Menghadirkan camilan tradisional seperti keripik tempe umpet, mereka kini mencatat omzet Rp7-10 juta per bulan. Keberhasilan ini didukung pelatihan dan pendampingan dari program BRIncubator BRI, membantu pemasaran digital dan pengembangan usaha.

BRI Propels Erildya Family Snacks: Synergy, Innovation, Tradition Elevate Local UMKM

Sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) camilan bernama Erildya Cemilan Family, yang lahir di tengah badai pandemi 2020, kini mencetak omzet Rp7-10 juta per bulan. Transformasi ini terjadi setelah mereka terpaksa mencari bantuan eksternal karena minimnya pengetahuan pemasaran, menemukan jalan melalui program pembinaan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Jakarta.

Lahir dari Keterpaksaan, Terhambat Keterbatasan

Didirikan pada 2020, Erildya Cemilan Family awalnya hanya upaya bertahan hidup keluarga dari hobi ngemil di tengah krisis ekonomi. Mereka menawarkan camilan tradisional dengan sentuhan modern seperti keripik tempe umpet, kacang kriwil, dan sebring kriukk, yang diklaim unik, renyah, dan digemari berbagai kalangan.

Namun, kesuksesan ini bukan tanpa hambatan mendasar. Pemilik UMKM mengakui keterbatasan fatal dalam strategi pemasaran sejak awal berdiri. “Dulu kami hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut atau pesanan lewat WhatsApp. Belum paham cara memasarkan produk secara luas,” ujar pemilik, menyoroti celah krusial dalam kemampuan dasar pelaku usaha kecil di Indonesia.

Titik balik datang pada 2022, saat Erildya Cemilan Family bergabung dengan Rumah BUMN BRI Jakarta. Program pemberdayaan ini, fokus pada peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan transformasi digital, menjadi penyelamat bagi UMKM yang terombang-ambing tanpa arah pemasaran jelas.

Campur Tangan Korporasi Menjadi Krusial

“Setelah terpilih mengikuti program BRIncubator Lokal 2025, wawasan dan keterampilan usaha kami berkembang pesat,” kata pemilik Erildya Cemilan Family. “Lewat pelatihan, saya jadi memahami bagaimana membangun brand usaha, memasarkan produk secara online dan offline, serta memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan penjualan.”

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengapresiasi “semangat dan ketekunan” UMKM tersebut, namun tanpa secara eksplisit membahas akar masalah kurangnya pengetahuan dasar yang diungkap pemilik. “Kisah sukses UMKM binaan seperti Erildya Cemilan Family menjadi bukti nyata bahwa semangat pantang menyerah dan pembinaan yang tepat dapat melahirkan pelaku usaha tangguh,” ujar Dhanny, menekankan peran BRI sebagai “sahabat UMKM” yang mendampingi dan mendorong agar “naik kelas.”

Kasus Erildya Cemilan Family menohok realitas banyak UMKM di Indonesia: potensi besar, namun terhambat oleh minimnya akses dan pengetahuan dasar bisnis modern. Intervensi korporasi seperti BRI, melalui program pembinaan, menjadi krusial untuk mengisi kekosongan ini, meski seharusnya ekosistem bisnis lokal sudah membekali para pelaku usaha sejak awal.

More like this