Terkuak! Vivo X300 Ultra Lolos Postel, Sinyal Kuat Masuk Pasar Indonesia

3 min read
Vivo X300 Ultra Lolos Postel: Siap Rilis di Indonesia

Vivo X300 Ultra segera hadir di Indonesia setelah lolos sertifikasi SDPPI. Smartphone flagship ini diperkenalkan di MWC 2026 dengan lensa teleconverter 400mm dan konfigurasi Zeiss Master Lens Trinity. Ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5, perangkat ini menawarkan kamera 200 MP, layar 2K, dan baterai 7.000 mAh. Fitur videografi profesional juga tersedia.

Vivo X300 Ultra Lolos Postel: Siap Rilis di Indonesia

Smartphone flagship vivo X300 Ultra siap menggebrak pasar Indonesia, setelah mengantongi sertifikasi resmi dari Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Kehadiran perangkat berkode V2562 ini menandai agresivitas vivo menembus pasar global dengan seri “Ultra” yang sebelumnya eksklusif di Tiongkok, meski jadwal peluncuran ini membingungkan, menyusul debutnya di ajang Mobile World Congress (MWC) 2026 di Barcelona, Spanyol – sebuah lini waktu yang aneh untuk produk “segera hadir.”

Peluncuran ini diprediksi terjadi dalam satu bulan ke depan, sebuah periode singkat yang kontras dengan pengenalan produk di MWC 2026. Ini menimbulkan pertanyaan tentang strategi pemasaran vivo, apakah mereka benar-benar mampu menjaga momentum dalam rentang waktu yang demikian panjang ataukah ini hanya sebuah klaim ambisius. Di Eropa, varian pendampingnya, vivo X300 Pro, telah beredar dengan harga fantastis, sekitar 1.400 Euro, mengindikasikan banderol harga X300 Ultra di Indonesia tidak akan murah.

Ekspansi Ultra dan Ambisi Global

Sertifikasi SDPPI tidak hanya mencatat vivo X300 Ultra (V2562), tetapi juga model V2537 yang teridentifikasi sebagai vivo X300 FE. Ini menunjukkan vivo tidak hanya membawa satu jagoan, melainkan seluruh lini untuk merebut pangsa pasar premium. Langkah ini merupakan kali pertama vivo membawa varian “Ultra” keluar dari kandang domestik Tiongkok, sebuah pertaruhan besar yang menguji daya saing mereka di kancah internasional.

Lensa Teleconverter: Inovasi atau Gimmick?

Vivo mengklaim X300 Ultra membawa terobosan dengan lensa tambahan vivo Zeiss Telephoto Extender Gen 2 Ultra. Aksesori ini menawarkan panjang fokus tetap 400mm, setara 17,3x zoom optik, dengan opsi pergantian ke 200mm. Lebih jauh, teknik in-sensor zoom cropping disebut-sebut mampu mencapai pembesaran hingga 800mm atau sekitar 30x zoom. Klaim sebagai “teleconverter dual-lens” pertama di industri smartphone global ini patut diuji, apakah benar-benar revolusioner atau sekadar angka besar di atas kertas.

Konfigurasi Kamera “Zeiss Master Lens Trinity”

Di sektor fotografi, vivo X300 Ultra mengusung konsep “Zeiss Master Lens Trinity,” yang secara radikal meniadakan kamera sekunder, mengklaim setiap lensa (wide, ultrawide, telefoto) memiliki kapabilitas setara kamera utama. Perangkat ini diperkuat sistem tiga derajat stabilisasi gambar optis (OIS) dan teknologi motion-tracking focus. Rumor spesifikasi menyebutkan kamera utama dibekali sensor Sony LYT901 200 MP, periskop telefoto Samsung HPB 200 MP bersertifikasi optik Zeiss APO, lensa ultrawide 50 MP Sony LYT828, serta sensor multispektral 5 MP untuk akurasi warna. Ini adalah daftar panjang yang menjanjikan, namun performa riil di lapangan seringkali berbeda dari klaim pabrikan.

Fitur Videografi Profesional: Mencoba Menggantikan Kamera Sinema?

Untuk videografer, vivo menyajikan ekosistem aksesori “Camera Cage” hasil kolaborasi dengan SmallRig. Aksesori ini lengkap dengan kipas pendingin eksternal, cold-shoe mount, tripod mount, serta tombol shutter dan kontrol zoom fisik. Perangkat ini diklaim mampu merekam video format 10-bit LOG pada resolusi 4K dengan frame rate 120 FPS, bahkan mendukung Dolby Vision 4K 120 FPS, encoding video profesional APV 422, dan kompatibilitas dengan alur kerja ACES. Fitur Quad-Mic Audio Recording Master dengan enam preset pemandangan juga hadir untuk isolasi suara. Ini adalah upaya ambisius untuk memposisikan smartphone sebagai alat profesional, sebuah klaim yang selalu menuai skeptisisme di kalangan videografer sejati.

Dapur Pacu dan Daya Tahan

Di balik semua fitur kamera, vivo X300 Ultra diduga kuat ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, menjanjikan performa puncak. Layar BOE LTPO 6,82 inci dengan resolusi 2K menawarkan visual tajam. Untuk daya tahan, baterai 7.000 mAh didukung pengisian daya cepat 100 watt. Spesifikasi ini memang kelas atas, namun pertanyaan tetap muncul: apakah kombinasi hardware dan software ini benar-benar mampu memenuhi janji “profesional” yang disematkan vivo, ataukah hanya akan menjadi sekadar perangkat mahal dengan fitur berlebihan bagi kebanyakan pengguna?

More like this