FKIP UMS Pacu Calon Guru PPG 2026: Adaptif, Kreatif, Kunci Pendidikan Masa Depan

2 min read
FKIP UMS PPG 2026: Adaptif & Kreatif Kunci Guru Masa Depan

FKIP UMS menyelenggarakan orientasi mahasiswa PPG Prajabatan 2026. Kegiatan ini memperkenalkan sistem pembelajaran dan budaya akademik UMS. Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, mendorong calon guru agar adaptif, kreatif, profesional, dan modern. UMS menjadi penyelenggara PPG terpercaya dengan akreditasi unggul dan pengajar berkualifikasi tinggi.

FKIP UMS PPG 2026: Adaptif & Kreatif Kunci Guru Masa Depan

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyambut 368 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Tahun 2026 di Solo pada Jumat, 30 Januari 2026. Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., mengklaim program ini akan mencetak guru “adaptif dan kreatif” di tengah tantangan pendidikan modern, namun retorika ini menuntut pembuktian konkret di tengah tuntutan inovasi pendidikan, bukan sekadar klaim.

Klaim Kuantitas UMS di Tengah Tantangan Guru

FKIP UMS membanggakan diri sebagai penyelenggara PPG “terbanyak” dalam tiga tahun terakhir dan penyumbang prestasi kampus. Klaim ini, meski menyoroti kapasitas, belum sepenuhnya menjawab urgensi peningkatan kualitas guru yang harus siap menghadapi disrupsi teknologi dan perubahan kurikulum yang cepat. Orientasi ini memperkenalkan Learning Management System (LMS) UMS dan metode pembelajaran berbasis kasus (case method). Namun, sejauh mana sistem ini mampu secara efektif membekali calon guru dengan adaptabilitas nyata, bukan sekadar teori, menjadi pertanyaan krusial. Materi yang disampaikan harus lebih dari sekadar pengenalan, melainkan pembekalan substansial. Dengan lebih dari 50 persen pengajar bergelar doktor dan dukungan guru besar, UMS memang memiliki modal akademik. Namun, tantangan sesungguhnya adalah menerjemahkan kualifikasi ini menjadi praktik pengajaran inovatif yang mampu mencetak guru-guru yang benar-benar transformatif di lapangan, bukan hanya memenuhi standar administratif.

Janji Dekan yang Menuntut Pembuktian

Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., menegaskan, “Untuk yang ini jelas yang terbanyak, setahun ini masuk 10 besar. Minimal tiga tahun terakhir ini masuk terus, dipercaya, dalam artian, dari sisi kuantitas maupun kualitas.” Ia menambahkan, “Ini alasan mengapa kita memiliki kepercayaan yang tinggi.” Pernyataan ini kuat dalam kuantitas, namun lemah dalam metrik kualitas yang transparan. Anam mendorong mahasiswa untuk terus kreatif dan adaptif, menyatakan, “Harapan saya mereka menjadi guru yang profesional, modern, memahami AI, dan tentu mengupdate kurikulum yang terakhir yang berbasis pada pembelajaran mendalam dan dinamika-dinamika yang lain.” Ini adalah ambisi besar yang menuntut implementasi program konkret, bukan sekadar retorika normatif.

Urgensi Kurikulum Revolusioner

Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan menjadi gerbang krusial bagi calon pendidik memasuki dunia profesional. Peran institusi seperti UMS sangat vital dalam membentuk karakter dan kompetensi guru masa depan, namun janji-janji adaptasi dan kreativitas harus dibuktikan dengan kurikulum yang revolusioner dan bukan hanya sekadar penyesuaian.

More like this