Terkuak! Dokter Tifa Pertanyakan Usia Ijazah Jokowi yang Belum 40 Tahun
Dokter Tifa kembali menyoroti kejanggalan ijazah Presiden Joko Widodo. Ia menduga usia ijazah tersebut belum 40 tahun. Dasar dugaan ini adalah logo UGM pada ijazah yang tidak menunjukkan tanda pudar. Tifa membandingkan dengan ijazah UGM lulusan 1985 lain yang menunjukkan bleberan tinta akibat usia.

Dokter Tifauzia Tyassuma, yang dikenal sebagai Dokter Tifa, kembali melontarkan tudingan serius terkait ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia menyebut usia dokumen kelulusan tersebut belum genap 40 tahun, menguatkan dugaan bahwa ijazah yang beredar bukan asli keluaran tahun 1985 melainkan baru dicetak atau direkayasa.
Kejanggalan utama terfokus pada kondisi logo Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tampil sempurna tanpa tanda-tanda penuaan, sangat berbeda dengan ijazah lain dari angkatan yang sama. Tudingan ini disampaikan Tifa pada Kamis, memicu kembali keraguan publik atas keaslian dokumen pendidikan kepala negara.
Kejanggalan Detail Logo UGM
Tifa menyoroti ijazah yang disebarkan oleh kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi, sebagai acuan. Dalam gambar ijazah tersebut, logo UGM terlihat terlalu “bersih” dan tanpa cela.
“Logo UGM yang ditampilkan (di ijazah Jokowi) oleh Dian Sandi itu sama sekali tidak ada bleberan tinta,” tegas Dokter Tifa. Kondisi ini, menurutnya, aneh untuk dokumen yang seharusnya berusia puluhan tahun.
Dari observasi tersebut, Tifa menyusun hipotesis tajam: “Jadi kita bisa menduga, kita bisa menegakkan hipotesis ini logo baru, usianya belum 40 tahun.”
Ijazah Jokowi semestinya dikeluarkan pada 1985, menandakan usianya kini sudah melampaui 38 tahun. Namun, kondisi logo yang sempurna memicu pertanyaan besar tentang keasliannya.
Guna menguatkan argumentasinya, Tifa mengaku telah membandingkan ijazah Jokowi dengan ijazah lulusan Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1985 lainnya. Hasilnya mencolok.
Bukti Pembanding Ijazah Seangkatan
“Ternyata pada ijazah yang usianya 40 tahun terjadi bleberan tinta, ini karena aging, karena usia,” ungkap Tifa, menyajikan kontras tajam dengan kondisi ijazah Jokowi yang ia pertanyakan.
Perbedaan kondisi tinta logo ini menjadi inti tudingan Tifa, mengindikasikan bahwa ijazah yang beredar itu tidak sejalan dengan karakteristik dokumen lama.
Tifa secara implisit menantang narasi keaslian ijazah Jokowi dengan bukti fisik yang ia klaim telah ditemukan melalui perbandingan langsung.
Polemik Ijazah yang Tak Kunjung Usai
Isu keaslian ijazah Presiden Jokowi bukan kali pertama mencuat. Dokter Tifa sendiri telah berulang kali menjadi figur sentral dalam menyuarakan keraguan ini, memicu perdebatan publik yang tak kunjung padam. Polemik ini terus membebani legitimasi dokumen penting kepala negara, menunggu klarifikasi tuntas dari pihak-pihak terkait.