Indosat Ungkap Kesiapan Jaringan Mudik: Jurus Hadapi Lonjakan Data Lebaran Terkuak!
Indosat Ooredoo Hutchison meluncurkan kampanye #LebihBaikIndosat untuk Ramadan-Idulfitri 2026. Perusahaan memperkuat jaringan di 75 jalur mudik utama dan 790 POI. Indosat juga memperkenalkan aplikasi Sahabat AI serta fitur proteksi digital berbasis AI yang telah memblokir 2 miliar ancaman, memastikan konektivitas masyarakat.

Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melancarkan serangan pasar besar-besaran menyambut Ramadan dan Idulfitri 2026, mengklaim kesiapan penuh jaringan, inovasi kecerdasan buatan (AI), dan proteksi digital. Langkah ini, yang dikemas dalam kampanye #LebihBaikIndosat, jelas bertujuan mengukuhkan dominasi perusahaan sebagai mitra digital utama di tengah lonjakan masif aktivitas silaturahmi dan mobilitas masyarakat. Konferensi pers di Jakarta, Kamis (12/3/2026), menjadi panggung deklarasi ambisi tersebut.
Indosat mengklaim telah memperkuat infrastruktur di lebih dari 75 jalur mudik utama dan mengoptimalkan jaringan di 790 Point of Interest (POI) strategis di seluruh Indonesia. Pemantauan 24 jam disebut menjamin stabilitas sinyal, dari kota hingga pelosok tujuan mudik. Untuk membuktikan klaim performa ini, Indosat bahkan menggelar “Ekspedisi Jaringan Andal” #DVET, melibatkan Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik, untuk menguji ketangguhan data langsung dalam perjalanan dari Jakarta ke Yogyakarta.
Di Sumatra, Indosat memprediksi lonjakan trafik data ekstrem. Lampung Tengah diperkirakan melonjak 35%, diikuti Lampung Utara 44%, dan Deli Serdang 20%. Kesiapan ini, menurut Indosat, vital agar masyarakat tetap lancar melakukan panggilan video dan menikmati hiburan digital selama perjalanan.
Terobosan mencolok lainnya adalah peluncuran aplikasi Sahabat AI, hasil kolaborasi dengan raksasa teknologi NVIDIA. Aplikasi ini diklaim mampu memahami konteks budaya dan bahasa lokal Indonesia secara natural, membantu pengguna menyusun ide atau mencari informasi Ramadan, serta meningkatkan produktivitas harian.
Blokir Miliaran Ancaman Digital
Keamanan digital menjadi sorotan Indosat. Fitur Anti-Spam & Anti-Scam berbasis AI mereka disebut telah mendeteksi dan memblokir lebih dari 2 miliar panggilan dan pesan berbahaya sejak Agustus 2025. Langkah preventif ini diklaim berhasil menyelamatkan potensi kerugian finansial hingga US$500 juta, dengan lebih dari 95% pelanggan menyatakan merasa jauh lebih aman saat fitur perlindungan otomatis ini aktif.
President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan fokus perusahaan. “Kami ingin pelanggan fokus pada hal yang paling penting: berbagi dengan orang terkasih. Biarkan Indosat yang mengurus sisanya, mulai dari memastikan koneksi andal hingga perlindungan digital yang aman. Terkadang, satu koneksi yang dapat diandalkan adalah kunci untuk membuat segalanya terasa lebih baik,” ujar Sinha dalam konferensi pers tersebut. Pernyataan ini jelas memposisikan Indosat sebagai penyedia solusi total, bukan sekadar operator telekomunikasi.
Di balik inovasi teknologi, Indosat juga memperkuat citra sosialnya melalui program CSR “Indosat Berkah Ramadan – Surau Kita Berdaya.” Program ini dilaksanakan di 19 titik seluruh Indonesia, termasuk Aceh pascabencana. Surau dan mushola direvitalisasi bukan hanya secara fisik, melainkan juga fungsinya sebagai pusat pemberdayaan komunitas dan penguatan kohesi sosial. Ini melengkapi filosofi “You Only Need One (YONO)” Indosat, yang berupaya memposisikan diri sebagai satu solusi andalan yang mengintegrasikan konektivitas, inovasi, dan dampak sosial. Indosat berambisi menjadikan Ramadan 2026 momen “lebih baik” bagi masyarakat, sekaligus mengukuhkan posisinya di pasar.