Lonjakan 79% Transaksi Digital OVO Saat Sahur: Menguak Pola Belanja Baru

2 min read
OVO's 79% Sahur Transaction Surge Reveals New Digital Shopping Habits

OVO mencatat pergeseran pola transaksi digital signifikan selama Ramadan. Puncak aktivitas terjadi saat sahur (03.00-05.00) dengan kenaikan 79% untuk e-commerce dan utilitas. Menjelang berbuka (16.00-18.00), transaksi didominasi makanan dan minuman luring, 3,5 kali lebih tinggi dari daring.

OVO's 79% Sahur Transaction Surge Reveals New Digital Shopping Habits

Dompet digital OVO mengungkap pergeseran drastis pola transaksi masyarakat selama Ramadan, memusatkan aktivitas ekonomi digital pada dini hari menjelang sahur dan transaksi luring masif jelang berbuka. Data OVO menunjukkan lonjakan transaksi hingga 79 persen pada pukul 03.00-05.00 pagi, didominasi belanja daring dan utilitas, sementara sore hari didominasi perburuan takjil fisik. Fenomena ini menyingkap adaptasi mendalam konsumen terhadap ritme ibadah puasa, mengubah jam-jam tidur menjadi arena belanja dan pembayaran.

Pergeseran Transaksi Dini Hari

Lonjakan transaksi dini hari mencapai puncaknya antara pukul 03.00 hingga 05.00, melonjak 79 persen dibanding rata-rata volume transaksi pada periode waktu yang sama di hari biasa. Periode ini, yang semula hanya untuk sahur, kini menjadi waktu utama bagi pengguna menuntaskan kebutuhan transaksi harian secara daring. Aktivitas belanja ritel di e-commerce melonjak lebih dari dua kali lipat, diikuti pembelian pulsa prabayar dan pembayaran tagihan yang juga meningkat dua kali lipat lebih. Bahkan, pembelian voucher game naik 58 persen dan layanan hiburan digital lainnya 36 persen.

Data OVO secara eksplisit menunjukkan kelompok laki-laki usia produktif 25-34 tahun mendominasi lonjakan transaksi sahur. Jumlah transaksi dari demografi ini hampir dua kali lipat lebih banyak dibandingkan kelompok pengguna perempuan. Ini menandakan pola konsumsi digital yang spesifik pada segmen tersebut, memanfaatkan jeda waktu sahur untuk konsumsi hiburan dan utilitas.

Dominasi Belanja Offline Sore Hari

Berbeda dengan dini hari, sore menjelang berbuka (pukul 16.00-18.00) menunjukkan karakteristik transaksi yang kontras. Aktivitas konsumsi memang meningkat, namun didominasi oleh kategori makanan dan minuman (F&B) sebesar 42 persen dari total keseluruhan transaksi. Ironisnya, mayoritas transaksi F&B ini berlangsung secara luring-fisik, mencapai 3,5 kali lipat lebih tinggi dibanding pemesanan daring pada rentang waktu yang sama. Ini menegaskan tradisi kuat masyarakat dalam berburu takjil langsung, mengabaikan kemudahan digital untuk pengalaman fisik. Gorengan, dimsum, martabak, kopi, dan teh menjadi primadona pilihan menu berbuka.

OVO mencatat, “ritme aktivitas ekonomi digital masyarakat kini menunjukkan tren konsentrasi yang sangat tinggi pada dini hari, tepatnya pada saat menjelang hingga selesainya waktu sahur.” Perusahaan juga menegaskan bahwa “kenaikan angka transaksi ini mengindikasikan adanya perubahan kebiasaan fundamental di tengah masyarakat digital.”

Pergeseran pola transaksi ini menelanjangi bagaimana Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, melainkan juga pemicu perubahan perilaku ekonomi yang signifikan. Platform dompet digital seperti OVO menjadi cermin adaptasi masif ini, di mana kebutuhan digital dan tradisi fisik saling bersahutan membentuk lanskap konsumsi baru yang dinamis.

More like this