Mahasiswa UMS Terapkan Fonetik di Thailand: Inovasi Pengajaran Lintas Batas

2 min read
Mahasiswa UMS: Inovasi Pengajaran Fonetik Lintas Batas di Thailand

Mahasiswa UMS mengajar lintas negara di Tailan. Mereka menerapkan pembelajaran fonetik bahasa Inggris di Santi Witya Serong School, Pattani. Program ini bertujuan meningkatkan pelafalan dan kepercayaan diri siswa. Kegiatan pengabdian UMS berlangsung dua pekan, 26 Januari-6 Februari 2026, memperkuat pendidikan internasional.

Mahasiswa UMS: Inovasi Pengajaran Fonetik Lintas Batas di Thailand

Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Nuha, dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) FKIP, menuntaskan program mengajar fonetik bahasa Inggris selama dua pekan di Santi Witya Serong School, Pattani, Thailand, mulai 26 Januari hingga 6 Februari 2026. Intervensi singkat ini bertujuan mendongkrak kemampuan pelafalan serta kepercayaan diri siswa, namun durasi program memunculkan keraguan serius terhadap klaim kontribusi berkelanjutan yang digadang-gadang.

Intervensi Singkat, Hasil Instan?

Nuha memimpin langsung kelas di Santi Witya Serong School, salah satu sekolah swasta di Pattani yang menjadi lokasi “pengabdian dan praktik pembelajaran” UMS. Program ini, yang hanya berjalan dua pekan, berfokus pada pengenalan fonetik bahasa Inggris-sebuah upaya ambisius untuk meningkatkan pengucapan dan keberanian siswa dalam waktu yang sangat terbatas.

Dibimbing Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Miftakhul Huda, S.Pd., M.Pd., Nuha menerapkan metode sederhana dan komunikatif. Proses dimulai dengan penjelasan dasar fonetik, diikuti contoh pelafalan bunyi, dan diakhiri dengan praktik langsung peniruan oleh siswa. Pendekatan ini diklaim memicu partisipasi aktif dan antusiasme di kalangan siswa.

Hasil awal program ini memang menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap pengucapan kosakata yang benar. Keberanian siswa untuk praktik di depan kelas juga disebut tumbuh, berimbas pada kepercayaan diri dalam membaca dan berbicara. Namun, pertanyaan kritis muncul: apakah peningkatan singkat ini cukup untuk menjamin penguasaan yang kokoh dan berkelanjutan?

Klaim Peningkatan, Realitas Berkelanjutan

“Saya mengajar siswa di berbagai tingkatan kelas dengan fokus pada pengenalan fonetik bahasa Inggris sebagai upaya meningkatkan kemampuan pelafalan dan pengucapan kosakata secara tepat,” ungkap Nuha, menyoroti target utama program.

Ia juga menambahkan, “Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap pengucapan kosakata bahasa Inggris yang benar, serta tumbuhnya keberanian siswa untuk mempraktikkan pengucapan kata secara langsung di depan kelas.” Klaim ini, walau positif, belum sepenuhnya menjawab tantangan mempertahankan progres dalam jangka panjang.

Pengalaman mengajar di sekolah swasta luar negeri ini, bagi Nuha, menjadi sarana penting dalam menerapkan ilmu fonetik dan pedagogi. Ini juga melatih kemampuannya mengelola kelas multikultural. Namun, UMS harus lebih transparan mengenai mekanisme “kontribusi berkelanjutan” yang dijanjikan, mengingat durasi program yang teramat singkat untuk menciptakan dampak transformatif.

More like this