Terobosan KKN UMS: Mahasiswa Pacu Literasi Digital, Siapkan Siswa MTs Jumantono Hadapi Era Digital
Mahasiswa KKN-Dik FKIP UMS mendorong literasi digital di MTs Muhammadiyah 5 Jumantono, Karanganyar. Sosialisasi ini memperkenalkan website Buku Digital Indonesia (BUDI) sebagai sumber belajar digital resmi Kemendikdasmen. Tujuannya meningkatkan literasi digital siswa, mendukung kurikulum pendidikan, serta pemerataan akses buku berkualitas secara gratis.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-Dik) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Rabu, 21 Januari, menyasar MTs Muhammadiyah 5 Jumantono, Karanganyar, Jawa Tengah, dengan agenda sosialisasi website Buku Digital Indonesia (BUDI). Aksi ini diklaim sebagai upaya mendongkrak literasi digital, namun cakupan dan keberlanjutan dampaknya patut dipertanyakan di tengah kesenjangan akses teknologi fundamental.
Detail Intervensi dan Klaim
Kegiatan yang dihelat ini melibatkan guru dan peserta didik. Narasumber Labitta dan Galang, dipandu moderator Evita, memulai sesi dengan humor “ice breaking” dan pengantar cerita rakyat sebelum memperkenalkan BUDI. Platform ini digembar-gemborkan sebagai sumber belajar digital resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang menyediakan buku digital gratis.
Tujuan sosialisasi ini, menurut penyelenggara, adalah “meningkatkan literasi digital sekaligus mendukung kurikulum pendidikan Indonesia.” BUDI diposisikan sebagai bagian dari “transformasi digital pendidikan nasional” yang menjanjikan pemerataan akses buku berkualitas dan ketersediaan sumber belajar terpercaya.
Ironisnya, klaim “pemerataan akses” ini seringkali hanya retorika di lapangan. Tanpa infrastruktur internet yang merata dan ketersediaan perangkat yang memadai bagi setiap siswa di daerah pedalaman seperti Jumantono, akses buku digital gratis sekalipun tetap menjadi kemewahan. Upaya pengenalan platform, seberapa pun baiknya, tidak serta-merta menjamin peningkatan literasi digital jika fondasi dasarnya belum kokoh.
Respons dan Pertanyaan Kritis
Rafa, salah satu mahasiswa KKN-Dik FKIP UMS, optimistis. “Melalui pengenalan Web BUDI ini, kami berharap guru dan siswa dapat lebih mudah mengakses buku pembelajaran resmi kapan saja dan di mana saja,” ujarnya. Ia menambahkan, website tersebut gratis, kompatibel dengan berbagai perangkat, dan “ramah lingkungan”—sebuah poin yang terdengar minor di tengah urgensi pemerataan akses.
Respons awal dari para guru dan peserta didik dilaporkan “positif,” dengan mereka “merasa terbantu” oleh hadirnya media pembelajaran digital yang dianggap mudah diakses dan terpercaya. Namun, respons positif sesaat ini belum menjadi indikator keberhasilan jangka panjang atau perubahan signifikan dalam kebiasaan literasi digital yang lebih mendalam.
Konteks Lebih Luas
Program KKN-Dik FKIP UMS ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat universitas. Namun, inisiatif-inisiatif berbasis proyek mahasiswa, meskipun berniat baik, seringkali hanya menjadi intervensi sesaat. Masalah literasi digital dan kesenjangan akses pendidikan digital menuntut solusi struktural dan kebijakan yang komprehensif dari pemerintah, bukan sekadar sosialisasi sporadis.