Sensasi Iftar @HOM Simpang Lima Semarang: Harmoni Kuliner Nusantara, Asia, dan Timur Tengah.

2 min read
Sensasi Iftar @HOM Simpang Lima Semarang: Kuliner Nusantara, Asia & Timur Tengah

Hotel @HOM Simpang Lima Semarang menghadirkan Paket Iftar “Blessing of Ramadan” mulai 19 Februari-18 Maret 2026. Tersedia All You Can Eat buffet cita rasa Nusantara, Asia, Timur Tengah di Santan Restaurant, Jl. Pandanaran 119 Semarang. Harga Rp 99.000/pax, promo beli 10 gratis 1. Tersedia kesempatan memenangkan emas.

Sensasi Iftar @HOM Simpang Lima Semarang: Kuliner Nusantara, Asia & Timur Tengah

Semarang—Hotel @HOM Simpang Lima Semarang secara agresif memanfaatkan momen Ramadan 2026 dengan meluncurkan paket iftar “Blessing of Ramadan”, sebuah tawaran “All You Can Eat Buffet” yang jelas menargetkan keuntungan komersial dari ritual keagamaan. Paket seharga Rp 99.000 per orang ini akan berlangsung dari 19 Februari hingga 18 Maret 2026 di Santan Restaurant, mengiming-imingi pelanggan dengan sajian beragam dan hadiah emas.

Penawaran ini, yang diumumkan pada 5 Februari 2026, secara terang-terangan bertujuan menarik massa berbuka puasa di Jl. Pandanaran No. 119, Kota Semarang. Hotel tersebut menjanjikan perpaduan hidangan Nusantara, Asia, dan Timur Tengah yang berganti setiap hari, lengkap dengan takjil, aneka es, gorengan, hingga live cooking station.

Strategi Pancingan Komersial

Daya tarik utama—selain klaim “keberagaman rasa”—terletak pada strategi pancingan komersial yang disiapkan @HOM Simpang Lima. Mereka menawarkan promo “beli 10 gratis 1”, yang secara implisit mendorong pembelian secara berkelompok, serta undian 4 batang emas di akhir bulan suci. Ini jelas bukan sekadar ajakan berbuka puasa, melainkan skema penjualan berinsentif.

General Manager Hotel @HOM Simpang Lima Semarang, Vera Moeljadi, berusaha membungkus penawaran ini dengan retorika spiritual. “Melalui momen Blessing of Ramadan ini, kami berharap kebersamaan hari ini tidak hanya menjadi saat untuk berbuka puasa, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi kehangatan, rasa syukur, dan kebahagiaan,” ujar Moeljadi, mengabaikan fakta bahwa “ruang berbagi” tersebut berharga Rp 99.000 per kepala. Ia melanjutkan, “Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperlambat langkah, merefleksikan diri, dan mempererat tali silaturahmi.” Pernyataan ini kontras dengan gembar-gembor promo dan hadiah emas yang lebih mengarah pada konsumerisme.

Public Relations Hotel @HOM Simpang Lima Semarang, Deo Galih P., secara lebih jujur mengungkap motif di balik program ini. “Sajian yang kami hadirkan sangat variatif dengan harga yang terjangkau, dilengkapi promo menarik serta kesempatan memenangkan hadiah emas bagi para tamu,” pungkas Deo. Pengakuannya secara gamblang menunjukkan fokus pada “harga terjangkau” dan “kesempatan memenangkan hadiah” sebagai daya tarik utama, bukan esensi Ramadan itu sendiri.

Fenomena hotel memanfaatkan bulan Ramadan untuk meraup keuntungan komersial bukanlah hal baru. Namun, dengan tawaran “All You Can Eat” dan iming-iming emas, @HOM Simpang Lima Semarang memperlihatkan bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat diadaptasi menjadi paket penjualan yang agresif.

More like this