UMS & Kementerian PUPR: Merancang Masa Depan Lanskap Lewat Aplikasi Simulasi Vegetasi Digital
UMS dan Kementerian PU berkolaborasi dalam pengembangan aplikasi simulasi vegetasi lanskap. Kerja sama ini diresmikan pada 4 Februari 2026 di Jakarta. Aplikasi akan menjadi pangkalan data penting untuk penataan dan penghijauan lanskap perkotaan Indonesia, memudahkan masyarakat memilih jenis tanaman sesuai geografis wilayah. Proyek ini melibatkan beberapa program studi UMS.

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi menjalin kerja sama pengembangan aplikasi simulasi vegetasi lanskap. Penandatanganan berlangsung di Kantor Direktorat Jenderal Cipta Karya Kemen PU, Jakarta, Rabu (4/2/2026), menegaskan langkah mitigasi terhadap kegagalan program penghijauan perkotaan di Indonesia.
Inisiatif ini mendesak karena bertujuan menciptakan pangkalan data vegetasi yang akurat, memungkinkan masyarakat dan pemerintah melakukan penataan lanskap secara tepat sesuai kondisi geografis. Aplikasi ini diharapkan memutus mata rantai pemborosan akibat penanaman jenis tumbuhan yang tidak adaptif.
Aplikasi yang akan dikembangkan UMS ini nantinya terbuka untuk akses publik. Masyarakat Indonesia, dari berbagai wilayah, dapat memanfaatkannya sebagai referensi utama untuk memilih vegetasi yang paling sesuai dengan kondisi lokal mereka, bukan lagi sekadar coba-coba.
Pengembangan proyek ini melibatkan lintas disiplin ilmu dari UMS. Program studi Teknik Informatika, Teknik Industri, dan Teknik Arsitektur turun tangan. Keterlibatan ini diperkuat oleh tiga pusat studi kunci: Pusat Studi Informatika Sosial, Pusat Studi Arsitektur Islam, dan Pusat Studi Logistik dan Optimasi Industri.
Tahap awal fokus pada identifikasi jenis tanaman yang paling cocok untuk berbagai lanskap, sebuah langkah krusial untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program penghijauan. Data spesifik tanaman akan menjadi inti dari pangkalan data yang dibangun.
Penegasan Kolaborasi
Wakil Rektor V Bidang Riset, Inovasi, Reputasi, Dampak, Kemitraan dan Urusan Internasional UMS, Prof. Supriyono, S.T., M.T., Ph.D., mengungkapkan, “UMS akan membantu Kementerian PU, dalam hal ini Ditjen Cipta Karya, untuk mengembangkan aplikasi simulasi vegetasi tersebut. Untuk tahap pertama ini, akan dilakukan proses identifikasi tanaman yang cocok terlebih dahulu.”
Supriyono menambahkan, “Database itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan penghijauan lingkungan sekitar dengan lebih tepat sesuai kondisi geografis masing-masing wilayah.” Ini menyoroti potensi besar aplikasi dalam memberdayakan masyarakat.
Kasubdit Pengembangan Kemitraan Industri Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional UMS, Sidiq Permono Nugroho, S.E., M.M., menegaskan, “Keterlibatan pusat studi dari lintas bidang itu diharapkan dapat memperkaya hasil penelitian ini.” Pendekatan multidisiplin menjadi kunci keberhasilan.
“Jangan sampai masyarakat asal menanam tanaman yang nantinya akan bermasalah dan berujung mati. Itu kan nanti merugikan. Nah, database ini nanti sebagai referensi untuk mengurangi risiko ketidaksesuaian tadi,” jelas Sidiq, menggarisbawahi urgensi proyek ini dalam mengatasi kerugian ekonomi dan lingkungan.
Langkah Selanjutnya
Pasca penandatanganan, tiga pusat studi UMS yang terlibat akan segera menggelar rapat koordinasi pada pertengahan Februari. Rapat ini bertujuan untuk mematangkan linimasa penelitian dan merumuskan target konkret yang harus dicapai.
Sidiq menyatakan, “Harapannya nanti akan segera jalan penelitiannya dan jelas pembagian wilayah kerja dan tanggung jawabnya.” Hal ini menekankan perlunya kecepatan dan kejelasan dalam eksekusi proyek vital ini, bukan hanya sekadar seremoni.