Startup AS Buka Hotel di Bulan, Deposit Tembus Rp17 Miliar

3 min read
Startup AS Buka Hotel di Bulan, Deposit Tembus Rp17 Miliar

Foto: GRU spaceTeknologi.id -Gagasan liburan ke luar angkasa kini bukan lagi sekadar fiksi ilmiah. Sebuah startup asal Amerika Serikat bernama GRU Space tengah merancang proyek ambisius berupa “hotel” di permukaan Bulan. Menariknya, calon wisatawan yang ingin merasakan pengalaman ini sudah bisa melakukan pemesanan dengan biaya yang tidak murah. Untuk mengamankan tempat, peminat diminta menyetor deposit mulai dari 250.000 dolar AS hingga 1 juta dolar AS, atau setara sekitar Rp 4,2 miliar hingga Rp 17 miliar. Angka fantastis ini mencerminkan betapa eksklusifnya perjalanan wisata luar angkasa yang ditawarkan.Konsep Futuristik Terinspirasi Arsitektur IkonikProyek hotel di Bulan ini disebut terinspirasi dari Palace of the Fine Arts di San Francisco. Bangunan tersebut dikenal dengan desain klasik yang megah, dan akan diadaptasi ke dalam konsep hunian futuristik di lingkungan ekstrem luar angkasa. GRU Space berencana menciptakan kompleks yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal sementara, tetapi juga menjadi simbol awal kehadiran manusia secara komersial di Bulan.Baca juga:Mirip Avatar Ilmuwan China Ciptakan Tanaman Bercahaya Tanpa ListrikTahapan Misi: Dari Uji Teknologi hingga Hotel PertamaDi balik proyek besar ini, terdapat rencana pengembangan bertahap yang cukup detail. Pendiri GRU Space, Skyler Chan, menargetkan misi pertama dimulai pada 2029. Pada fase awal, perusahaan akan menguji berbagai teknologi penting, seperti: Struktur tiup (inflatable) untuk habitat Pengolahan regolit Bulan menjadi bahan bangunan Sistem konstruksi berbasis geopolimerSelanjutnya, pada 2032, pengujian akan ditingkatkan dengan membangun struktur yang lebih besar di lokasi alami seperti lubang Bulan (lunar pit). Dalam fase yang sama, GRU Space menargetkan peluncuran hotel pertama yang mampu menampung hingga empat orang. Setelah itu, pembangunan fasilitas permanen berbahan batu bata dari material lokal Bulan akan mulai dikembangkan.Ambisi Besar di Tengah KeterbatasanMeski terdengar revolusioner, proyek ini tidak lepas dari tantangan besar. Hingga akhir 2025, GRU Space diketahui masih berada pada tahap sangat awal dengan tim yang sangat kecil bahkan hanya terdiri dari pendirinya sendiri. Namun, latar belakang Chan di bidang teknologi menjadi modal penting. Ia pernah menjalani magang di Tesla dan terlibat dalam pengembangan software kendaraan otonom. Selain itu, ia juga memiliki pengalaman dalam proyek printer 3D yang didukung oleh NASA. Dengan bekal tersebut, Chan tetap optimistis bahwa proyek ini bisa berkembang dan menjadi bagian dari masa depan eksplorasi luar angkasa.Membuka Era Baru Pariwisata Luar AngkasaSelama ini, aktivitas di Bulan lebih banyak didominasi oleh pemerintah dan perusahaan besar yang didukung miliarder. GRU Space ingin menghadirkan pendekatan baru dengan membuka peluang bagi sektor pariwisata luar angkasa. Startup ini bahkan memiliki visi jangka panjang yang lebih luas melalui konsep “Moon Base Company of America”. Dalam rencana tersebut, mereka ingin membangun berbagai infrastruktur pendukung seperti:Jalan di permukaan BulanMass driverGudangBaca juga:Elon Musk Prediksi AI Kalahkan Manusia dalam 3 Tahun, Benarkah?Didukung Investor dan Program TeknologiWalau masih dalam tahap awal, GRU Space mengklaim telah mendapatkan dukungan dari sejumlah investor yang juga terlibat dalam perusahaan besar seperti SpaceX dan Anduril. Selain itu, startup ini juga menjadi bagian dari program akselerasi Nvidia Inception, yang membantu perusahaan rintisan dalam mengembangkan teknologi berbasis AI dan komputasi.Masa Depan yang Masih Penuh TantanganMeski terdengar menjanjikan, perjalanan menuju realisasi hotel di Bulan masih panjang dan penuh risiko. Tantangan teknis, biaya tinggi, hingga keselamatan manusia di lingkungan ekstrem menjadi faktor krusial yang harus diatasi. Namun satu hal yang pasti, proyek ini menunjukkan bahwa batas antara mimpi dan kenyataan dalam eksplorasi luar angkasa semakin tipis. Jika semua berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin liburan ke Bulan akan menjadi salah satu pilihan wisata paling eksklusif di masa depan.Baca Berita dan Artikel lainnya diGoogle News(ir/sa)


Foto: GRU space

Teknologi.id –Gagasan liburan ke luar angkasa kini bukan lagi sekadar fiksi ilmiah. Sebuah startup asal Amerika Serikat bernama GRU Space tengah merancang proyek ambisius berupa “hotel” di permukaan Bulan. Menariknya, calon wisatawan yang ingin merasakan pengalaman ini sudah bisa melakukan pemesanan dengan biaya yang tidak murah.

Untuk mengamankan tempat, peminat diminta menyetor deposit mulai dari 250.000 dolar AS hingga 1 juta dolar AS, atau setara sekitar Rp 4,2 miliar hingga Rp 17 miliar. Angka fantastis ini mencerminkan betapa eksklusifnya perjalanan wisata luar angkasa yang ditawarkan.

Konsep Futuristik Terinspirasi Arsitektur Ikonik

Proyek hotel di Bulan ini disebut terinspirasi dari Palace of the Fine Arts di San Francisco. Bangunan tersebut dikenal dengan desain klasik yang megah, dan akan diadaptasi ke dalam konsep hunian futuristik di lingkungan ekstrem luar angkasa.

GRU Space berencana menciptakan kompleks yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal sementara, tetapi juga menjadi simbol awal kehadiran manusia secara komersial di Bulan.

Baca juga:Mirip Avatar Ilmuwan China Ciptakan Tanaman Bercahaya Tanpa Listrik

Tahapan Misi: Dari Uji Teknologi hingga Hotel Pertama

Di balik proyek besar ini, terdapat rencana pengembangan bertahap yang cukup detail. Pendiri GRU Space, Skyler Chan, menargetkan misi pertama dimulai pada 2029.

Pada fase awal, perusahaan akan menguji berbagai teknologi penting, seperti:

  • Struktur tiup (inflatable) untuk habitat
  • Pengolahan regolit Bulan menjadi bahan bangunan
  • Sistem konstruksi berbasis geopolimer

Selanjutnya, pada 2032, pengujian akan ditingkatkan dengan membangun struktur yang lebih besar di lokasi alami seperti lubang Bulan (lunar pit).
Dalam fase yang sama, GRU Space menargetkan peluncuran hotel pertama yang mampu menampung hingga empat orang. Setelah itu, pembangunan fasilitas permanen berbahan batu bata dari material lokal Bulan akan mulai dikembangkan.

Ambisi Besar di Tengah Keterbatasan

Meski terdengar revolusioner, proyek ini tidak lepas dari tantangan besar. Hingga akhir 2025, GRU Space diketahui masih berada pada tahap sangat awal dengan tim yang sangat kecil bahkan hanya terdiri dari pendirinya sendiri.

Namun, latar belakang Chan di bidang teknologi menjadi modal penting. Ia pernah menjalani magang di Tesla dan terlibat dalam pengembangan software kendaraan otonom. Selain itu, ia juga memiliki pengalaman dalam proyek printer 3D yang didukung oleh NASA.

Dengan bekal tersebut, Chan tetap optimistis bahwa proyek ini bisa berkembang dan menjadi bagian dari masa depan eksplorasi luar angkasa.

Membuka Era Baru Pariwisata Luar Angkasa

Selama ini, aktivitas di Bulan lebih banyak didominasi oleh pemerintah dan perusahaan besar yang didukung miliarder. GRU Space ingin menghadirkan pendekatan baru dengan membuka peluang bagi sektor pariwisata luar angkasa.

Startup ini bahkan memiliki visi jangka panjang yang lebih luas melalui konsep “Moon Base Company of America”. Dalam rencana tersebut, mereka ingin membangun berbagai infrastruktur pendukung seperti:

  • Jalan di permukaan Bulan
  • Mass driver
  • Gudang

Baca juga:Elon Musk Prediksi AI Kalahkan Manusia dalam 3 Tahun, Benarkah?

Didukung Investor dan Program Teknologi

Walau masih dalam tahap awal, GRU Space mengklaim telah mendapatkan dukungan dari sejumlah investor yang juga terlibat dalam perusahaan besar seperti SpaceX dan Anduril.

Selain itu, startup ini juga menjadi bagian dari program akselerasi Nvidia Inception, yang membantu perusahaan rintisan dalam mengembangkan teknologi berbasis AI dan komputasi.

Masa Depan yang Masih Penuh Tantangan

Meski terdengar menjanjikan, perjalanan menuju realisasi hotel di Bulan masih panjang dan penuh risiko. Tantangan teknis, biaya tinggi, hingga keselamatan manusia di lingkungan ekstrem menjadi faktor krusial yang harus diatasi.

Namun satu hal yang pasti, proyek ini menunjukkan bahwa batas antara mimpi dan kenyataan dalam eksplorasi luar angkasa semakin tipis. Jika semua berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin liburan ke Bulan akan menjadi salah satu pilihan wisata paling eksklusif di masa depan.

Baca Berita dan Artikel lainnya diGoogle News

(ir/sa)

More like this