Pandji Pragiwaksono Ambil Sikap: Dialog Terbuka Demi Redakan Polemik Penistaan Agama

2 min read
Pandji Pragiwaksono Calls for Open Dialogue Amidst Blasphemy Controversy

Komika Pandji Pragiwaksono menyatakan kesiapan berdialog dengan para pelapor dugaan penistaan agama. Hal ini terkait program Mens Rea, di mana Pandji merasa ada kesalahpahaman makna pernyataannya. Ia selalu membuka ruang dialog. Polisi telah meminta keterangan dua pembuka program tersebut. Pandji sebelumnya juga berdialog dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai persoalan serupa.

Pandji Pragiwaksono Calls for Open Dialogue Amidst Blasphemy Controversy

Komika Pandji Pragiwaksono, terjerat dugaan penistaan agama, menawarkan dialog langsung kepada para pelapor. Ia bersikeras tuduhan itu lahir dari “kesalahpahaman makna” dalam program “Mens Rea” di Jakarta, Jumat (6/2/2026). Tawaran ini muncul saat kepolisian sudah memintai keterangan dua pembuka acara tersebut, menandakan seriusnya proses hukum yang berjalan.

Pandji mengklaim inti masalah terletak pada interpretasi keliru terhadap karya seninya. Namun, kepolisian tidak menunggu, langsung memanggil dan memeriksa dua individu yang memulai program “Mens Rea” sebagai bagian dari penyelidikan dugaan penistaan agama.

Konteks Kasus Mendesak

Insiden ini bukan kali pertama Pandji menghadapi tuduhan serupa, memunculkan pertanyaan tentang pola komunikasi dan penerimaan publik terhadap materi komedinya. Kasus ini kembali menyoroti batas tipis antara kebebasan berekspresi dan sensitivitas keagamaan yang rentan memicu kontroversi.

Sebelumnya, Pandji menjalani pemeriksaan maraton selama delapan jam, dicecar 63 pertanyaan terkait kasus ini. Durasi dan jumlah pertanyaan menunjukkan intensitas penyelidikan yang dilakukan aparat penegak hukum.

Situasi ini mempertegas jurang antara niat seorang komika dalam berekspresi dan potensi dampak interpretasi publik, menuntut resolusi yang lebih dari sekadar klaim “kesalahpahaman”.

Penegasan Pandji

“Saya selalu membuka ruang untuk dialog dan secara historikal juga ada terlalu banyak bukti menunjukkan dalam sebuah kesalahpahaman atau ada ketidaksesuaian penangkapan makna dari karya seni saya, saya selalu bersedia untuk dialog,” tegas Pandji.

“Bahkan, saya sama Haris (pengacaranya, Haris Azhar) berkata tentu alangkah lebih baik kalau kita duduk bareng dan mencoba untuk menyampaikan maksudnya, selalu terbuka kok,” tambahnya, menekankan upayanya untuk klarifikasi.

Pandji juga menyebut polisi sempat memaparkan identitas pelapor, namun ia belum menentukan langkah lanjutan apakah akan kembali menemui ulama atau tidak.

Latar Belakang Kontroversi Berulang

Sebelumnya, Pandji tercatat pernah berdialog dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk meredakan kontroversi serupa. Dugaan penistaan agama kerap menjadi isu panas di Indonesia, seringkali berujung pada meja hijau dan pembatasan ruang ekspresi, terlepas dari niat awal pelaku.

More like this