Wonogiri Job Fair Buka 6 700 Lowongan Libatkan 34 Perusahaan
WONOGIRI — Untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Wonogiri kembali menggelar bursa kerja Wonogiri Job Fair 2026. Sebanyak 34 perusahaan dari berbagai sektor terlibat dalam kegiatan ini, dengan menyediakan total 6.700 lowongan pekerjaan. Bursa kerja berlangsung selama dua hari, 21–22 April 2026, di Gedung B Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri. Kegiatan itu disambut antusias para pencari kerja, khususnya lulusan SMA/SMK hingga perguruan tinggi. Sejak pagi, ratusan peserta memadati lokasi, untuk mencari peluang kerja sesuai minat dan kompetensi. Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, yang membuka kegiatan tersebut, menyampaikan, Job Fair tahun ini memiliki makna istimewa, karena digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-285 Kabupaten Wonogiri. “Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui perluasan kesempatan kerja,” ujarnya. Sukarno menegaskan, pemerintah kabupaten terus mendorong terwujudnya visi “Wonogiri yang berdaya saing, maju, sejahtera, dan berkelanjutan”, salah satunya melalui penguatan ekonomi daerah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perluasan kesempatan kerja. Bupati juga memaparkan capaian positif daerah, di antaranya penurunan angka kemiskinan menjadi 9,59 persen pada Maret 2025, dari sebelumnya 10,71 persen. Sementara itu, tingkat pengangguran turun menjadi 2,16 persen pada 2025. “Angka ini menjadikan Wonogiri sebagai salah satu daerah dengan tingkat pengangguran terendah di Jawa Tengah. Capaian ini tidak lepas dari meningkatnya investasi dan berbagai program pelatihan kerja, yang berhasil menyerap tenaga kerja lokal,” tegasnya. Menurut bupati, iklim investasi di Wonogiri saat ini semakin kondusif, transparan, dan responsif. Pemerintah daerah juga terus memberikan kemudahan perizinan serta menyiapkan infrastruktur pendukung guna menarik minat investor di berbagai sektor, mulai dari industri, jasa, hingga pariwisata. Namun demikian, peningkatan investasi perlu diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul. Untuk itu, Pemkab Wonogiri terus mendorong pengembangan SDM melalui berbagai program, seperti beasiswa mahasiswa berprestasi, sekolah gratis, pelatihan berbasis kompetensi melalui Balai Latihan Kerja (BLK), program pemagangan, serta penguatan Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK. Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada perusahaan yang berpartisipasi dalam Job Fair 2026, karena turut berkontribusi dalam pembangunan daerah. Kepada para pencari kerja, ia berpesan agar memanfaatkan kesempatan ini dengan meningkatkan keterampilan dan kesiapan menghadapi dunia kerja. Mengakhiri sambutannya, Bupati secara resmi membuka Wonogiri Job Fair 2026 dengan harapan kegiatan ini mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja serta memperkuat sinergi antara dunia usaha dan tenaga kerja lokal. Penulis: Kontributor Kab. Wonogiri Editor: WH/DiskomdigiJtg Browser Anda tidak mendukung audio.
WONOGIRI — Untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Wonogiri kembali menggelar bursa kerja Wonogiri Job Fair 2026. Sebanyak 34 perusahaan dari berbagai sektor terlibat dalam kegiatan ini, dengan menyediakan total 6.700 lowongan pekerjaan.
Bursa kerja berlangsung selama dua hari, 21–22 April 2026, di Gedung B Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri. Kegiatan itu disambut antusias para pencari kerja, khususnya lulusan SMA/SMK hingga perguruan tinggi. Sejak pagi, ratusan peserta memadati lokasi, untuk mencari peluang kerja sesuai minat dan kompetensi.
Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, yang membuka kegiatan tersebut, menyampaikan, Job Fair tahun ini memiliki makna istimewa, karena digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-285 Kabupaten Wonogiri.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui perluasan kesempatan kerja,” ujarnya.
Sukarno menegaskan, pemerintah kabupaten terus mendorong terwujudnya visi “Wonogiri yang berdaya saing, maju, sejahtera, dan berkelanjutan”, salah satunya melalui penguatan ekonomi daerah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perluasan kesempatan kerja.
Bupati juga memaparkan capaian positif daerah, di antaranya penurunan angka kemiskinan menjadi 9,59 persen pada Maret 2025, dari sebelumnya 10,71 persen. Sementara itu, tingkat pengangguran turun menjadi 2,16 persen pada 2025.
“Angka ini menjadikan Wonogiri sebagai salah satu daerah dengan tingkat pengangguran terendah di Jawa Tengah. Capaian ini tidak lepas dari meningkatnya investasi dan berbagai program pelatihan kerja, yang berhasil menyerap tenaga kerja lokal,” tegasnya.
Menurut bupati, iklim investasi di Wonogiri saat ini semakin kondusif, transparan, dan responsif. Pemerintah daerah juga terus memberikan kemudahan perizinan serta menyiapkan infrastruktur pendukung guna menarik minat investor di berbagai sektor, mulai dari industri, jasa, hingga pariwisata.
Namun demikian, peningkatan investasi perlu diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul. Untuk itu, Pemkab Wonogiri terus mendorong pengembangan SDM melalui berbagai program, seperti beasiswa mahasiswa berprestasi, sekolah gratis, pelatihan berbasis kompetensi melalui Balai Latihan Kerja (BLK), program pemagangan, serta penguatan Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada perusahaan yang berpartisipasi dalam Job Fair 2026, karena turut berkontribusi dalam pembangunan daerah. Kepada para pencari kerja, ia berpesan agar memanfaatkan kesempatan ini dengan meningkatkan keterampilan dan kesiapan menghadapi dunia kerja.
Mengakhiri sambutannya, Bupati secara resmi membuka Wonogiri Job Fair 2026 dengan harapan kegiatan ini mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja serta memperkuat sinergi antara dunia usaha dan tenaga kerja lokal.
Penulis: Kontributor Kab. Wonogiri
Editor: WH/DiskomdigiJtg


