Babalan Pati: Titik Awal Transformasi Data Desa, Mengapa Ini Penting bagi Jawa Tengah?

3 min read
Babalan Pati: Titik Awal Transformasi Data Desa Jawa Tengah

Desa Babalan, Gabus, Pati, dicanangkan sebagai Desa Cantik 2026 pada Kamis (23/4/2026). Program ini memperkuat tata kelola data desa. Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menekankan data akurat penting untuk perencanaan pembangunan berkelanjutan. BPS telah mendata 406 desa/kelurahan. Kepala desa diajak mendukung pendataan demi data real dan baik.

Desa Babalan, Kecamatan Gabus, Pati, resmi dicanangkan sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 pada Kamis (23/4/2026), sebuah langkah yang diklaim Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra sebagai fondasi krusial bagi perencanaan pembangunan berkelanjutan. Namun, pencanangan ini justru menyoroti ironi kualitas data desa, mengingat Plt Bupati sendiri secara eksplisit menyerukan data yang “real” dan “akurat” di tengah keraguan yang belum terjawab.

Seruan ini muncul setelah Badan Pusat Statistik (BPS) dilaporkan telah melakukan pendataan di 406 desa/kelurahan di Pati, namun tanpa kejelasan hasil atau alasan spesifik mengapa hanya Desa Babalan yang kini diresmikan sebagai percontohan, menimbulkan pertanyaan besar tentang efektivitas program dan keseriusan pemerintah daerah.

Klaim Pembangunan Berkelanjutan

Program Desa Cantik digadang-gadang sebagai inisiatif untuk memperkuat tata kelola data di tingkat desa, yang disebut-sebut sebagai dasar perencanaan pembangunan berkelanjutan. Plt Bupati Risma Ardhi Chandra menegaskan, data yang akurat adalah “kunci” dalam menentukan arah kebijakan pembangunan ke depan. Klaim ini secara implisit mengakui adanya kelemahan fundamental dalam sistem data yang ada sebelumnya.

Faktanya, BPS telah melaksanakan kegiatan pendataan statistik di 406 desa/kelurahan di Pati sepanjang bulan April. Namun, tidak ada laporan detail mengenai hasil pendataan tersebut atau indikator keberhasilan yang mendorong pencanangan Desa Babalan secara spesifik. Ini menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan kriteria pemilihan.

Plt Bupati Risma Ardhi Chandra menilai, program Desa Cantik memiliki “potensi besar” untuk dikembangkan di seluruh desa di Kabupaten Pati. Pernyataan ini sekaligus mengindikasikan bahwa implementasi program masih sangat terbatas dan belum menyentuh mayoritas desa, meskipun kebutuhan akan data akurat diklaim mendesak.

Pemerintah daerah kini mendesak seluruh kepala desa dan perangkat desa untuk berperan aktif dalam mendukung kegiatan pendataan BPS. Mereka diminta memberikan data yang “akurat dan dapat dipertanggungjawabkan”, sebuah permintaan yang secara terang-terangan menunjukkan adanya kekhawatiran serius terhadap validitas data yang selama ini dikumpulkan.

Ironi Data Akurat

“Saya kira Desa Cantik ini bisa dikembangkan di desa-desa lainnya juga. Kalau semua basis data setiap desa kami ketahui, sehingga pertumbuhan ekonominya juga bisa kita capai,” ungkap Risma Ardhi Chandra, menyoroti ambisi yang belum terwujud.

Ia melanjutkan, “Jadi, kami minta, mari bersama wujudkan data ini menjadi data yang real, data yang baik, dan data yang akurat, supaya bisa mendukung pembangunan yang berkelanjutan.”

Pernyataan Plt Bupati ini bukan sekadar ajakan, melainkan pengakuan tersirat akan adanya masalah mendasar dalam kualitas data desa di Pati. Seruan untuk data yang “real” dan “akurat” setelah BPS melakukan pendataan di ratusan desa, justru mempertanyakan efektivitas upaya sebelumnya dan kesiapan desa-desa lain menghadapi program serupa.

Masa Depan di Ujung Tanduk

Pencanangan Desa Cantik di Babalan adalah langkah awal yang sarat pertanyaan. Tanpa transparansi mengenai hasil pendataan BPS di desa-desa lain dan kriteria jelas untuk program ini, inisiatif tersebut berisiko menjadi sekadar label seremonial.

Jalan menuju data yang benar-benar akurat dan merata di seluruh Pati masih panjang. Tanpa komitmen nyata dari semua pihak untuk mengatasi masalah kualitas data yang diakui sendiri oleh Plt Bupati, program Desa Cantik terancam gagal memberikan dampak signifikan pada pembangunan ekonomi yang dijanjikan.

Babalan Pati: Titik Awal Transformasi Data Desa, Mengapa Ini Penting bagi Jawa Tengah?
Babalan Pati: Titik Awal Transformasi Data Desa, Mengapa Ini Penting bagi Jawa Tengah?
Babalan Pati: Titik Awal Transformasi Data Desa, Mengapa Ini Penting bagi Jawa Tengah?
More like this