Jeffrey Epstein Hidup dan Main Fortnite? Klaim Viral Ini Terbongkar Kebenarannya!
Teori konspirasi Jeffrey Epstein masih hidup dan bermain Fortnite viral di media sosial setelah dokumen dirilis. Klaim akun “littlestjeff1” aktif dari Israel dibantah Epic Games. Epic menegaskan pengguna mengganti nama akun baru-baru ini dan tidak ada email Epstein di sistem mereka. Konsensus tetap: Epstein meninggal 2019, klaim ini tidak berdasar.

Klaim liar Jeffrey Epstein masih hidup dan aktif bermain Fortnite dari Israel adalah hoaks besar, dibantah telak oleh Epic Games. Perusahaan pengembang gim itu menyatakan narasi viral tersebut sepenuhnya rekayasa, membongkar bagaimana publik termakan spekulasi tanpa dasar setelah rilis dokumen kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Hoaks ini merebak cepat di X, Facebook, TikTok, dan Instagram, memicu kegaduhan dan menunjukkan rentannya masyarakat terhadap teori konspirasi.
Spekulasi bermula dari temuan akun Fortnite dengan username “littlestjeff1” yang diklaim aktif hingga 2025 atau awal 2026. Akun X @Truthpole menjadi pemicu utama dengan mengunggah tangkapan layar akun tersebut, mengaitkannya langsung dengan Jeffrey Epstein dan menuding lokasi aktivitasnya di Israel. Klaim ini diperkuat oleh temuan dalam “Epstein files” yang mencantumkan akun YouTube milik Epstein dengan username serupa, “littlestjeff1”, ditambah sebuah email bertanggal 7 Mei 2019 berisi peringatan transaksi US$25,95 untuk pembelian “VBucks”, mata uang virtual Fortnite.
Namun, narasi tersebut cacat fatal. Email transaksi VBucks yang menjadi salah satu “bukti” justru menyensor identitas pengirim dan penerima, sebuah indikasi kuat bahwa email itu bukan milik Epstein, mengingat Departemen Kehakiman AS tidak menyensor email Epstein dalam dokumen yang dirilis. Dokumen lanjutan bahkan mengungkap transaksi VBucks itu terkait dengan seorang ibu dan anaknya, bukan Epstein. Penggunaan istilah “VBucks” tanpa tanda hubung juga menguatkan bahwa email tersebut bukan berasal dari sistem resmi Epic Games.
Epic Games Hantam Hoaks
Epic Games, pengembang Fortnite, tak tinggal diam. Melalui akun resmi @FortniteStatus di X, mereka secara tegas menyatakan, “Klaim tersebut sepenuhnya tidak benar dan merupakan hasil rekayasa.” Epic menjelaskan bahwa akun Fortnite yang dimaksud adalah milik pengguna lain yang baru-baru ini mengubah username mereka menjadi “littlestjeff1”, memanfaatkan munculnya nama tersebut dalam dokumen Epstein. Situs pelacak Fortnite hanya menampilkan nama pengguna terkini, tanpa riwayat perubahan nama sebelumnya, sehingga mudah disalahartikan.
CEO Epic Games, Tim Sweeney, turut menegaskan bantahan tersebut. “Seseorang telah bersenang-senang mengubah nama akun Fortnite mereka, tapi itu baru-baru ini dan tidak terkait dengan alamat email di arsip,” tulis Sweeney, dikutip dari The Verge. Epic juga menegaskan tidak memiliki catatan alamat email Epstein dalam sistem akun mereka dan tidak pernah menemukan akun Fortnite yang terhubung dengan email tersebut, bahkan setelah dokumen dirilis.
Akun Privat, Bukan Dihapus
Setelah rumor menyebar luas, akun Fortnite “littlestjeff1” beralih ke mode privat. Juru bicara Epic Games, Cat McCormack, mengklarifikasi bahwa perubahan privasi tersebut sepenuhnya dilakukan oleh pemilik akun, bukan oleh pihak Epic. Ini menepis spekulasi bahwa Epic “menghilangkan jejak” akun tersebut.
Terlepas dari serbuan teori konspirasi ini, konsensus tetap tak tergoyahkan: Jeffrey Epstein meninggal dunia pada 10 Agustus 2019, saat ditahan di penjara federal AS. Kematiannya memang memicu kecurigaan, namun tidak ada satu pun bukti kredibel yang mendukung klaim ia masih hidup. Epic Games menekankan, “tidak perlu menciptakan cerita palsu di tengah fakta-fakta mengerikan yang memang terungkap dalam dokumen Epstein.” Klarifikasi Epic Games dan bukti pendukung dari dokumen kasus secara mutlak membuktikan klaim tersebut sebagai hoaks, sebuah pengingat tajam akan bahaya penyebaran informasi tanpa verifikasi di era digital.