Sanggahan Ade Armando: JK Tak Menista Agama, Namun Jejak Digital Bicara Lain?

2 min read
Ade Armando Sanggah JK Tak Menista Agama, Jejak Digital Ungkap Fakta Lain

Akademisi Ade Armando menegaskan tidak menuduh mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) melakukan penistaan agama. Ade menyatakan kalimat JK pada ceramah UGM bermasalah, bukan kategori penistaan agama. Pernyataan Ade Armando tersebut disampaikan dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV pada Selasa malam. Laporan terkait datang dari koalisi advokat, bukan JK.

Ade Armando Sanggah JK Tak Menista Agama, Jejak Digital Ungkap Fakta Lain

Akademisi Ade Armando menyangkal keras tuduhan penistaan agama terhadap mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Ia bersikeras hanya menyebut “kalimat yang disampaikan JK bermasalah,” bukan menuduh penistaan. Penyangkalan ini muncul setelah Ade dan Abu Janda dilaporkan polisi atas unggahan video ceramah JK yang terpotong.

Dalam program Rakyat Bersuara iNews TV, Selasa malam (28/4/2026), Ade Armando mencoba mengelak dari jerat hukum. Namun, pengakuannya bahwa JK sendiri tidak melaporkannya, justru menyorot motif “koalisi advokat asal Maluku” yang menjadi pelapor, menggeser fokus dari substansi dugaan penistaan ke aktor di balik laporan.

Kontroversi Pemotongan Video

Laporan polisi terhadap Ade Armando dan pegiat media sosial Abu Janda (Permadi Arya) berakar pada dugaan penyebaran informasi provokatif. Video ceramah JK yang dipotong dan diunggah keduanya menjadi pemicu utama, memicu gelombang kemarahan publik.

Tindakan Ade dan Abu Janda memotong video ceramah JK bukan sekadar kelalaian. Pemotongan ini secara sengaja mengubah konteks asli pernyataan JK, berpotensi menyesatkan interpretasi publik, dan memicu reaksi berlebihan yang tak terhindarkan.

Kontroversi ini bukan hanya soal tafsir, melainkan peringatan keras tentang bahaya manipulasi informasi digital. Modifikasi konten video, bahkan dengan dalih “menganggap bermasalah,” adalah tindakan merugikan yang berujung pada polarisasi dan tuduhan serius.

Ade Armando menyebut pelapornya adalah “koalisi advokat asal Maluku,” bukan JK sendiri. Ini mengindikasikan adanya pihak ketiga yang mengambil inisiatif hukum, menambah lapisan kompleksitas pada kasus yang sudah keruh ini.

Jika JK tidak merasa dinistakan, mengapa Ade Armando merasa perlu mengunggah video yang kemudian ia akui “bermasalah” dan memicu laporan polisi? Pertanyaan ini menuntut jawaban jujur tentang motif di balik unggahan tersebut.

Penyangkalan dan Pembelaan

“Tidak sekalipun saya mengatakan, kami mengatakan Pak JK itu menistakan agama, tidak pernah,” tegas Ade Armando dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV, Selasa malam (28/4/2026).

Ia menambahkan, “Saya hanya mengatakan bahwa kalimat yang disampaikan Pak JK bermasalah.” Pernyataan ini adalah upaya Ade memisahkan diri dari tuduhan penistaan langsung, mereduksi kritiknya menjadi sekadar “masalah” substansi.

Ade juga mencoba mereduksi validitas laporan dengan menunjuk pada identitas pelapor: “Itu dibuktikan dengan Jusuf Kalla yang tidak melaporkannya. Yang melaporkan justru merupakan koalisi advokat asal Maluku.”

Rekam Jejak Kontroversial

Kasus ini memperpanjang daftar panjang kontroversi yang melibatkan Ade Armando, seorang akademisi yang dikenal karena pandangan-pandangannya yang provokatif dan sering memicu perdebatan publik, terutama terkait isu agama dan politik.

Insiden ini kembali menyoroti ancaman manipulasi informasi di era digital, di mana cuplikan video yang tidak utuh dapat dengan mudah disalahgunakan untuk membentuk narasi tertentu, berujung pada konsekuensi hukum dan perpecahan sosial yang serius.

More like this