Sulthoni Pimpin Pemuda Lira: Dukung Kebijakan Pro

3 min read
Sulthoni Pimpin Pemuda Lira: Tegaskan Dukungan untuk Kebijakan Pro

Sulthoni resmi menjabat Ketua Umum DPP Pemuda LIRA periode 2026-2031. Pengukuhan oleh Presiden LIRA Andi Syafrani di Gedung KNPI, Jakarta Timur. Sekretaris Jenderal Rio Susanto dan Bendahara Umum Idris Rifandi turut dilantik. Ini menandai konsolidasi organisasi Pemuda LIRA nasional, bertujuan mencetak kader unggul dan menjadi mitra strategis.

Sulthoni Pimpin Pemuda Lira: Tegaskan Dukungan untuk Kebijakan Pro

Sulthoni resmi dilantik sebagai Ketua Umum DPP Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) periode 2026-2031 pada Kamis (30/4/2026). Pengukuhan di Gedung KNPI, Rawamangun, Jakarta Timur, ini menandai ambisi organisasi sayap LIRA untuk mengukuhkan pengaruhnya di kancah nasional, dengan target konsolidasi menyeluruh di tengah klaim sebagai jembatan rakyat dan pemerintah.

Pelantikan Sulthoni bersama Sekretaris Jenderal Rio Susanto dan Bendahara Umum Idris Rifandi menyoroti fokus Pemuda LIRA pada penguatan struktur hingga daerah. Namun, klaim “kritis” terhadap pemerintah yang diusung organisasi ini patut dipertanyakan, mengingat sejumlah kadernya justru telah merapat ke kursi parlemen.

Presiden LIRA, Andi Syafrani, secara langsung mengukuhkan kepengurusan baru ini. Syafrani menekankan pengukuhan sebagai “momentum awal memperkuat konsolidasi internal,” menargetkan pembentukan dan penguatan kepengurusan di seluruh wilayah dalam waktu dekat.

Target ambisius ini muncul saat Pemuda LIRA baru mengklaim jaringan di sekitar 20 provinsi dan 20 kabupaten/kota. Ini menunjukkan jalan panjang untuk mencapai “struktur yang terisi secara merata di seluruh Indonesia” seperti yang diharapkan Sulthoni.

Pemuda LIRA disebut memiliki peran strategis mencetak kader unggul dan menjadi mitra pemerintah. Namun, retorika “mitra strategis” ini seringkali berujung pada hilangnya daya kritis, meski organisasi ini juga mengklaim menjaga fungsi kontrol sosial.

Andi Syafrani menegaskan generasi muda adalah penentu masa depan bangsa, berharap Pemuda LIRA “bisa bersinergi dengan pemerintah, swasta, dan seluruh elemen masyarakat.” Pernyataan ini berpotensi mengaburkan batas antara kontrol sosial dan dukungan tanpa syarat.

Sulthoni sendiri menyatakan fokus penguatan struktur organisasi hingga ke daerah, dengan rencana mengaktifkan kembali DPW-DPW dan mencari pengurus baru. Organisasi juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai lembaga, termasuk Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Ambisi Politik dan Klaim Kritis

Presiden LIRA, Andi Syafrani, menyatakan, “Setelah pengukuhan ini, kami berharap Pemuda LIRA di semua wilayah segera terkonsolidasi. Beberapa daerah sudah terbentuk dan selanjutnya akan kami kembangkan ke wilayah lain.”

Sulthoni, Ketua Umum baru, menambahkan, “Ke depan, kita akan mengaktifkan kembali DPW-DPW dan mencari calon pengurus baru di berbagai daerah. Targetnya, struktur ini bisa terisi secara merata di seluruh Indonesia.” Ia juga menegaskan, “Prinsipnya, pemuda harus mendukung program pemerintah yang prorakyat, tetapi juga tetap kritis dan berani mengingatkan jika ada kebijakan melenceng.”

Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja, tampak menyambut baik, meminta, “Saya minta DPP Pemuda LIRA menjadi sahabat Bawaslu untuk mengawal demokrasi, proses Pemilu yang baik di Indonesia.” Permintaan ini menempatkan Pemuda LIRA dalam posisi dilematis antara pengawas dan bagian dari sistem yang perlu diawasi.

Pertanyaan Independensi

Keterlibatan sejumlah kader Pemuda LIRA dalam dunia politik, termasuk menjadi anggota DPRD, mengindikasikan organisasi ini bukan sekadar entitas kontrol sosial, melainkan juga wahana penyiapan kader politik. Sulthoni melihat ini sebagai “pintu masuk bagi kader lain untuk berkiprah lebih luas di pemerintahan.”

LIRA, sebagai organisasi induk, memiliki struktur hingga tingkat kelurahan. Pemuda LIRA didorong bersinergi dengan struktur induk ini, menunjukkan upaya sistematis untuk memperluas jangkauan dan pengaruh politiknya, di balik retorika pembangunan nasional dan fungsi kontrol.

More like this