Agus Jabo Sentil Amien Rais: Politik Prasangka, Ancaman Nyata Demokrasi!

2 min read
Agus Jabo Kritik Amien Rais: Politik Prasangka, Ancaman Demokrasi

Wamensos Agus Jabo Priyono, Ketua Umum PRIMA, menilai kritik program kerakyatan Presiden Prabowo Subianto telah bergeser menjadi serangan personal. Menurutnya, kebijakan pro-rakyat pemerintah tidak memiliki celah substantif. Upaya menggagalkan program tersebut dilakukan melalui intrik dan serangan nonsubstansial di Jakarta.

Agus Jabo Kritik Amien Rais: Politik Prasangka, Ancaman Demokrasi

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono, yang juga Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), menuding keras seluruh kritik terhadap program kerakyatan Presiden Prabowo Subianto telah bergeser dari substansi. Ia mengklaim kritik tersebut kini hanya serangan personal yang dilandasi kebencian dan prasangka, bukan lagi evaluasi objektif. Pernyataan ini dilontarkan di Jakarta pada Sabtu (2/5/2026), memicu pertanyaan mengenai upaya pembungkaman suara kritis.

Jabo Priyono secara terang-terangan menuduh adanya “intrik” dari “beberapa kelompok masyarakat” yang berupaya menggagalkan program pemerintah. Menurutnya, serangan nonsubstansial ini muncul karena program-program tersebut “tidak memiliki celah signifikan” untuk diserang secara programatik.

Klaim Serangan Personal dan Intrik Politik

Pernyataan Jabo Priyono secara efektif menepis setiap kritik sebagai motif pribadi, bukan kepedulian publik. Klaim ini datang di tengah diskursus publik yang seharusnya menjadi ruang akuntabilitas pemerintah. Penilaian sepihak bahwa kritik tak berdasar mengancam esensi demokrasi yang sehat.

Ia secara spesifik menyebut kelompok-kelompok penentang ini sebagai bagian dari fenomena “serakahnomic”, mengkategorikannya dalam golongan “kaum hantam kromo”. Labelisasi ini mengindikasikan upaya delegitimasi terhadap pihak-pihak yang menyuarakan perbedaan pandangan atau kekhawatiran terhadap kebijakan pemerintah.

Jabo Priyono tidak menyertakan bukti konkret mengenai “intrik” atau “serangan personal” yang ia tuduhkan. Pernyataannya justru menciptakan narasi bahwa setiap penolakan atau masukan adalah bagian dari sabotase politik.

Tudingan Tanpa Bukti

“Karena secara programatik serangan tidak ada celah, maka ada upaya dari beberapa kelompok masyarakat yang ingin menggagalkan program kerakyatan Presiden dengan intrik dan serangan personal,” tegas Agus Jabo.

Kutipan tersebut memperjelas sikapnya: kritik bukan lagi dialog, melainkan upaya penggagalan. Ini adalah narasi yang berbahaya, menutup pintu bagi masukan konstruktif dan memperkeruh iklim politik.

Pernyataan Wamensos ini, yang sekaligus menjabat sebagai ketua partai, menyoroti potensi konflik kepentingan dalam menanggapi kritik. Posisi ganda tersebut mengundang pertanyaan apakah pernyataannya murni sebagai pejabat publik atau bagian dari strategi politik partai.

More like this