Tali Asih Pemprov Jateng Untuk Penghafal Al Quran Tuai Banyak Manfaat

2 min read
Tali Asih Pemprov Jateng Untuk Penghafal Al Quran Tuai Banyak Manfaat

KEBUMEN – Program pemberian tali asih (bisyaroh) bagi penghafal Al-Qur’an yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, terbukti menuai banyak manfaat. Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, saat memberikan mauidhah khasanah pada Haul dan Haflah Khotmil Quran di PPTQ Quantum Qolbu, Petanahan, Kabupaten Kebumen, Minggu (3/5/2026). Sejumlah santri yang menerima tali asih itu mengaku lebih bersemangat untuk mendalami Al-Qur’an. Taj Yasin menceritakan, suatu ketika ada orang tua santri yang menemuinya, dan menyampaikan terima kasih. “Saya kaget kok tiba-tiba mengucapkan terima kasih. Ternyata anaknya adalah salah satu santri asal Papua yang menerima bisyaroh penghafal Qur’an dari Pemprov Jateng,” ucapnya. Orang tua santri itu, lanjut wagub, awalnya mengaku kaget saat anaknya memiliki uang saku tambahan. Ternyata, uang tersebut merupakan tali asih dari Pemprov Jateng, karena anaknya telah hafal Al-Qur’an saat berada di pondok pesantren di Jawa Tengah. Manfaat tali penghafal Al- Qur’an, kata Taj Yasin, ternyata sangat dirasakan oleh penerima. Bukan saja santri yang menerima langsung manfaat tersebut, namun banyak orang tua santri yang memberikan apresiasi atas tali asih tersebut. “Bisyaroh ini tidak melihat orang Jateng atau luar Jateng. Setiap selesai menghafal 30 juz, kita akan memberikan tali asih atau bisyaroh setiap anak sebesar Rp1 juta,” ujar Gus Yasin, sapaan wagub. Dia menambahkan, manfaat Al-Qur’an sangat besar bagi kehidupan umat. Tidak mengherankan apabila banyak santri yang berjuang untuk menjadi penghafal Al-Qur’an. Gus Yasin menambahkan, dalam catatannya, setiap tahun sekitar 2.000-an santri yang khatam dalam menghafalkan Al- Qur’an di Jawa Tengah. Pemprov siap mengalokasikan anggaran untuk memberikan tali asih kepada para penghafal Al-Qur’an tersebut. Sementara itu, salah satu santri penghafal Al-Qur’an, Nisvia Nurlaila menyampaikan terima kasih atas tali asih yang diberikan dari Pemprov Jateng. Dia akan memanfaatkan dengan baik. “Penghargaan ini membuat kami semakin bersemangat lagi mempelajari Al-Qur’an,” ujarnya. Nisvia menyelesaikan hafalan 30 juz sekitar tujuh tahun. Sedangkan rekannya, Khairani selesai dalam waktu tiga tahun. Keduanya kini tengah menimba ilmu di MA NU Darussaadah Kebumen. (Humas Jateng)*ul Browser Anda tidak mendukung audio.

KEBUMEN – Program pemberian tali asih (bisyaroh) bagi penghafal Al-Qur’an yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, terbukti menuai banyak manfaat.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, saat memberikan mauidhah khasanah pada Haul dan Haflah Khotmil Quran di PPTQ Quantum Qolbu, Petanahan, Kabupaten Kebumen, Minggu (3/5/2026).

Sejumlah santri yang menerima tali asih itu mengaku lebih bersemangat untuk mendalami Al-Qur’an.

Taj Yasin menceritakan, suatu ketika ada orang tua santri yang menemuinya, dan menyampaikan terima kasih.

“Saya kaget kok tiba-tiba mengucapkan terima kasih. Ternyata anaknya adalah salah satu santri asal Papua yang menerima bisyaroh penghafal Qur’an dari Pemprov Jateng,” ucapnya.

Orang tua santri itu, lanjut wagub, awalnya mengaku kaget saat anaknya memiliki uang saku tambahan. Ternyata, uang tersebut merupakan tali asih dari Pemprov Jateng, karena anaknya telah hafal Al-Qur’an saat berada di pondok pesantren di Jawa Tengah.

Manfaat tali penghafal Al- Qur’an, kata Taj Yasin, ternyata sangat dirasakan oleh penerima. Bukan saja santri yang menerima langsung manfaat tersebut, namun banyak orang tua santri yang memberikan apresiasi atas tali asih tersebut.

“Bisyaroh ini tidak melihat orang Jateng atau luar Jateng. Setiap selesai menghafal 30 juz, kita akan memberikan tali asih atau bisyaroh setiap anak sebesar Rp1 juta,” ujar Gus Yasin, sapaan wagub.

Dia menambahkan, manfaat Al-Qur’an sangat besar bagi kehidupan umat. Tidak mengherankan apabila banyak santri yang berjuang untuk menjadi penghafal Al-Qur’an.

Gus Yasin menambahkan, dalam catatannya, setiap tahun sekitar 2.000-an santri yang khatam dalam menghafalkan Al- Qur’an di Jawa Tengah. Pemprov siap mengalokasikan anggaran untuk memberikan tali asih kepada para penghafal Al-Qur’an tersebut.

Sementara itu, salah satu santri penghafal Al-Qur’an, Nisvia Nurlaila menyampaikan terima kasih atas tali asih yang diberikan dari Pemprov Jateng. Dia akan memanfaatkan dengan baik.

“Penghargaan ini membuat kami semakin bersemangat lagi mempelajari Al-Qur’an,” ujarnya.

Nisvia menyelesaikan hafalan 30 juz sekitar tujuh tahun. Sedangkan rekannya, Khairani selesai dalam waktu tiga tahun. Keduanya kini tengah menimba ilmu di MA NU Darussaadah Kebumen. (Humas Jateng)*ul

Tali Asih Pemprov Jateng Untuk Penghafal Al Quran Tuai Banyak Manfaat
Tali Asih Pemprov Jateng Untuk Penghafal Al Quran Tuai Banyak Manfaat
Tali Asih Pemprov Jateng Untuk Penghafal Al Quran Tuai Banyak Manfaat
Tali Asih Pemprov Jateng Untuk Penghafal Al Quran Tuai Banyak Manfaat
Tali Asih Pemprov Jateng Untuk Penghafal Al Quran Tuai Banyak Manfaat
Tali Asih Pemprov Jateng Untuk Penghafal Al Quran Tuai Banyak Manfaat
Tali Asih Pemprov Jateng Untuk Penghafal Al Quran Tuai Banyak Manfaat
Tali Asih Pemprov Jateng Untuk Penghafal Al Quran Tuai Banyak Manfaat
Tali Asih Pemprov Jateng Untuk Penghafal Al Quran Tuai Banyak Manfaat
More like this