Pasar Slogohimo Wonogiri: Proyek Rp17 Miliar Dimulai Tahun Ini
Pemerintah Kabupaten Wonogiri melalui Dinas Perdagangan menggelar sosialisasi pembangunan Pasar Slogohimo pada 10 Februari 2026. Ini tahapan awal pembangunan kembali pasar yang terbakar. Anggaran Rp17 miliar dialokasikan dari APBD Provinsi Jawa Tengah dan Wonogiri. Pelaksanaan April-November 2026, pedagang lama dipastikan mendapat los/kios. Tujuannya meningkatkan kenyamanan dan tata kelola pasar.
Hampir dua setengah tahun setelah Pasar Slogohimo ludes dilalap api, Pemerintah Kabupaten Wonogiri akhirnya menggelar sosialisasi pembangunan kembali pasar tersebut pada Selasa, 10 Februari 2026, di Pendopo Kecamatan Slogohimo. Langkah ini menjadi penanda awal proyek yang molor, memicu pertanyaan tentang respons pemerintah terhadap bencana ekonomi yang menimpa ratusan pedagang.
Sosialisasi yang dihadiri Bupati Setyo Sukarno dan jajaran pejabat ini mengumumkan rencana pembangunan 97 kios dan 532 los baru, menggantikan sebagian dari 94 kios dan 421 los yang hangus terbakar pada 29 September 2023. Anggaran Rp17 miliar dikucurkan dari APBD Provinsi Jawa Tengah dan APBD Wonogiri, dengan target konstruksi April hingga November 2026.
KETERLAMBATAN RESPON PEMERINTAH
Kebakaran dua tahun lalu bukan sekadar musibah, melainkan pukulan telak bagi denyut ekonomi Slogohimo. Camat Agus Pramono bahkan mengakui pasar itu “pusat aktivitas ekonomi, sumber penghidupan para pedagang, serta ruang interaksi sosial masyarakat.” Namun, respons konkret pemerintah baru terlihat jelas hampir 30 bulan kemudian.
Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Wonogiri, melalui Kepala Wahyu Widayati, merinci bahwa pembangunan tidak hanya sekadar mengganti, tetapi juga “meningkatkan kenyamanan, keamanan

