Prabowo Tak Menampik: MBG Banyak Masalah, Penertiban Mutlak Dilakukan

2 min read
Prabowo Akui MBG Penuh Masalah, Penertiban Mutlak Dilakukan

Presiden Prabowo Subianto meresmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Dalam kesempatan itu, Prabowo mengakui banyak masalah dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG). Ia berjanji menertibkan masalah tersebut dan menindak tegas pimpinan yang tidak berintegritas.

Prabowo Akui MBG Penuh Masalah, Penertiban Mutlak Dilakukan

Presiden Prabowo Subianto secara mengejutkan mengakui program makan bergizi gratis (MBG) dihantam “banyak masalah” dan berjanji akan menertibkannya. Pengakuan blak-blakan ini disampaikan saat meresmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Pernyataan tersebut menyoroti kegagalan signifikan dalam implementasi program andalan yang menelan anggaran besar, bahkan mengarah pada indikasi integritas pimpinan yang rapuh dalam pengelolaan dana.

Pengakuan Masalah Kritis

Prabowo secara eksplisit menyebut “banyak masalah” dan “banyak tantangan” dalam MBG, bukan sekadar hambatan teknis minor, melainkan kegagalan substansial di lapangan. Pengakuan ini memicu pertanyaan serius tentang efektivitas dan pengawasan program yang baru berjalan.

Isu integritas menjadi sorotan tajam. Presiden menuding pimpinan dengan “integritas hingga iman tidak kuat” rentan berurusan dengan uang, mengisyaratkan potensi penyalahgunaan anggaran yang masif dan terstruktur.

Ancaman pencopotan jabatan menjadi peringatan keras. Ini menunjukkan tingkat keparahan masalah yang diakui, bukan lagi sekadar evaluasi, melainkan tindakan disipliner yang mendesak untuk menjaga kredibilitas program.

Program MBG, yang menjadi janji kampanye utama dan fondasi kebijakan sosial, kini dihadapkan pada kritik internal dari pucuk kepemimpinan. Ini menimbulkan pertanyaan besar tentang perencanaan awal dan mekanisme pengawasan yang diterapkan.

Anggaran fantastis yang dialokasikan untuk MBG, kini terancam oleh pengakuan masalah internal dan potensi korupsi. Situasi ini menuntut transparansi dan akuntabilitas segera dari seluruh pihak yang terlibat.

Teguran Keras dari Presiden

“Bahwa banyak masalah iya, bahwa banyak tantangan benar, MBG banyak masalah, kita harus tertibkan,” tegas Prabowo di Nganjuk, mengakui secara terbuka keruwetan di balik programnya.

Ia melanjutkan dengan ancaman serius, “Tidak segan-segan menindak siapa pun bila perlu dicopot dari jabatan,” merujuk pada pimpinan yang lemah integritasnya dan berpotensi menyalahgunakan dana.

Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi penanganan, bukan sekadar perbaikan, tetapi penegakan hukum dan disiplin untuk membersihkan program dari praktik-praktik curang.

Latar Belakang Program

Peresmian 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk menjadi panggung bagi pengakuan blak-blakan ini, menempatkan isu MBG di garis depan agenda kepresidenan. Pengakuan masalah ini muncul di tengah harapan besar publik terhadap program yang digadang-gadang mampu mengatasi malnutrisi anak di seluruh Indonesia.

More like this