BRI Ungkit UMKM Cianjur: Limbah Kayu Lokal Tembus Pasar Global
Berkat pemberdayaan BRI, UMKM Faber Instrument asal Jawa Barat sukses mengolah limbah kayu jati menjadi produk audio kerajinan bernilai tinggi. Inovasi ramah lingkungan ini membuka peluang pasar internasional. Dengan dukungan BRI, Faber Instrument kini memperluas jangkauan hingga Korea Selatan, Asia, dan Eropa, menunjukkan keberhasilan UMKM lokal menembus pasar global.

UMKM Faber Instrument, asal Cianjur, Jawa Barat, berhasil menembus pasar internasional dengan produk audio inovatif dari limbah kayu jati, mencatat omzet Rp1,5 miliar sepanjang 2024 berkat pendampingan dan dukungan pembiayaan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). Keberhasilan ini menandai lonjakan signifikan dari pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tinggi, sekaligus memperluas jangkauan pasar domestik hingga ke Korea Selatan.
Inovasi Limbah Kayu dan Ekspansi Global
Faber Instrument mengubah limbah kayu jati yang sebelumnya tak termanfaatkan menjadi produk audio kerajinan tangan. Inovasi ini tidak hanya berorientasi pada kualitas suara, melainkan juga membawa pesan keberlanjutan dan kearifan lokal, memposisikan produknya unik di pasar. Basis produksi dan bengkel mereka berlokasi di Cianjur, dengan galeri dan kegiatan pemasaran di Gedung STP-IPB Bogor, serta jaringan mitra di kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta.
Produksi Faber Instrument melibatkan tenaga kerja lokal, merekrut pengrajin kayu dan ibu-ibu rumah tangga di sekitar Cianjur untuk pengerjaan bodi, finishing, hingga pengemasan. Helmi, pendiri Faber Instrument, menegaskan, “Prinsip kami adalah tumbuh bersama masyarakat. Saat ini, tim inti kami berjumlah 12 orang, sementara tenaga pengrajin dan mitra lokal mencapai lebih dari 30 orang.” Model bisnis ini menciptakan dampak ekonomi langsung bagi komunitas setempat.
Reputasi kualitas dan keunikan produk handcrafted dari kayu jati pilihan mengantarkan Faber Instrument dipercaya sebagai suvenir resmi G20 dan Mandalika Official Merchandise. Pencapaian ini mendongkrak visibilitas mereka, memperluas pasar di dalam negeri ke Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar, serta membuka pintu ekspor ke Korea Selatan, dengan penjajakan pasar di Asia dan Eropa. Kapasitas produksi mereka kini mencapai 100-200 unit per bulan, dengan penjualan total 945 unit di tahun 2024.
Peran Krusial BRI
Dukungan BRI melalui program Brilianpreneur (kini BRI UMKM EXPO(RT)) terbukti krusial. Program ini menyediakan pendampingan komprehensif, mulai dari pelatihan manajemen, kurasi produk, hingga akses pameran nasional dan internasional. “Selain itu, kami mendapatkan dukungan pembiayaan Rekening Koran (RK), atau kredit modal kerja dari BRI yang kami gunakan untuk pengembangan produksi, pembelian bahan baku, dan peningkatan kapasitas,” ujar Helmi.
Bagi Helmi, intervensi BRI sangat membantu Faber Instrument menembus pasar ekspor yang sebelumnya sulit dijangkau. Pendampingan tersebut mencakup peningkatan kapasitas manajemen usaha, perluasan jaringan pasar, kemudahan akses pembiayaan, dan kesempatan untuk tampil di panggung global. Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan, “Melalui beragam dukungan program pemberdayaan UMKM, BRI akan terus membantu pelaku usaha lokal naik kelas dan memperkuat posisi di pasar domestik sekaligus memperluas ekspansi di kancah global.”
Usaha Faber Instrument berawal dari kesadaran Helmi akan banyaknya limbah kayu jati tak terpakai. Transformasi limbah ini menjadi produk audio bernilai seni tinggi, ditambah dengan dukungan ekosistem BRI, menunjukkan bagaimana inovasi lokal yang berkelanjutan mampu bersaing di pasar global.