PLN Semarang Akhiri Bulan K3 2026: Penyelamatan Udara Personil, Standar Baru Kesiapsiagaan.

3 min read
PLN Semarang K3 2026: Personnel Air Rescue & New Preparedness Standards

PT PLN (Persero) menutup Bulan K3 Nasional 2026 di UPDL Semarang pada Jumat (13/2). Acara ini memperkuat komitmen PLN membangun budaya keselamatan kerja unggul. Direksi hadir, menegaskan penerapan standar K3 tinggi demi mencapai target zero accident. Simulasi penyelamatan personel juga diperagakan untuk meningkatkan kesiapan.

PLN Semarang K3 2026: Personnel Air Rescue & New Preparedness Standards

PT PLN (Persero) menggelar apel penutupan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tahun 2026 di Unit Pelaksana Pendidikan dan Pelatihan (UPDL) Semarang, Jumat (13/2). Acara ini, ironisnya, justru menyoroti bahaya laten yang terus mengintai para pekerja lapangan PLN, di tengah ambisi perusahaan mencapai “zero accident”.

Tiga direksi utama PLN – Evy Haryadi, Direktur Teknologi, Engineering & Keberkelanjutan; Arsyadany G. Akmalaputri, Direktur Distribusi; serta Edwin Nugraha Putra, Direktur Transmisi & Rencana Bisnis – hadir langsung. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya K3, namun serangkaian simulasi di lapangan justru menjadi pengingat brutal betapa rentannya pekerjaan di sektor kelistrikan.

Demonstrasi Bahaya Nyata

Puncak kegiatan ini adalah demonstrasi lapangan yang melibatkan petugas langsung. Simulasi Cek Kesiapan Pelayanan Teknik (Yantek) dan aksi Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) digelar, memperlihatkan prosedur operasional standar. Namun, momen paling mencolok adalah skenario penyelamatan personel.

Tim PDKB PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta memperagakan evakuasi cepat dan prosedur penyelamatan saat terjadi kondisi darurat yang mengancam keselamatan personel di jaringan listrik. Adegan ini bukan sekadar latihan; ini adalah pengakuan gamblang bahwa insiden serius di ketinggian tiang listrik adalah ancaman nyata, bukan sekadar teori yang jauh dari kemungkinan.

Klaim vs. Realitas Risiko

Evy Haryadi menegaskan, “Selama rangkaian kegiatan ini, kita telah memperbarui pemahaman, meningkatkan kesadaran, serta memperkuat kolaborasi dalam penerapan prinsip-prinsip K3 di setiap lini operasional.” Ia menambahkan, “Melalui peringatan Bulan K3 ini, kita menegaskan kembali komitmen untuk terus menerapkan standar keselamatan yang tinggi, meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur, memperkuat pengawasan, serta membangun kepedulian kolektif demi terwujudnya target zero accident dan operational excellence.”

Namun, pernyataan ambisius “zero accident” itu kontras tajam dengan realitas simulasi penyelamatan yang dramatis. General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta, Bramantyo Anggun Pambudi, secara implisit mengakui ancaman tersebut. “Keselamatan bukan hanya prioritas, tetapi merupakan nilai utama yang harus menjadi bagian dari budaya kerja kita sehari-hari. Hal ini diwujudkan dengan peragaan/ demonstrasi penyelamatan personel di udara tadi, Hal-hal tidak mengenakkan dapat terjadi dimanapun bahkan di ketinggian tiang listrik saat sedang dalam prosedur pekerjaan,” ujarnya.

Budaya K3 yang Belum Mengakar

PLN, sebagai penyedia tenaga listrik nasional, memikul tanggung jawab besar untuk menjamin keselamatan pekerjanya. Kegiatan di UPDL Semarang ini disebut sebagai simbol pemupukan “budaya K3”, khususnya bagi generasi penerus di unit pelatihan.

Meski demikian, penekanan berulang pada “Bekerja dengan Selamat” sebagai budaya yang “mengakar” justru mengindikasikan bahwa budaya keselamatan kerja di lingkungan PLN belum sepenuhnya terinternalisasi. Ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengakuan bahwa komitmen K3 masih memerlukan penguatan masif dan berkelanjutan, jauh melampaui peringatan bulanan.

More like this