Hasil Panen Di Demak Melimpah Perkuat Ketahanan Pangan

2 min read
Hasil Panen Di Demak Melimpah Perkuat Ketahanan Pangan

DEMAK – Hasil panen padi musim ini di Kabupaten Demak tergolong sangat baik. Selain produktivitas meningkat, petani juga memperoleh keuntungan dari harga gabah yang relatif stabil. Hal itu disampaikan Bupati Demak Eisti’anah, usai mengikuti panen raya di Desa Jaturejo, Kecamatan Karanganyar, Senin (8/6/26). Menurutnya, hingga Juni 2026, luas panen padi di Kabupaten Demak tercatat mencapai sekitar 53.602 hektare. Capaian tersebut menunjukkan besarnya kontribusi Kabupaten Demak dalam mendukung pasokan beras di Jawa Tengah maupun tingkat nasional. “Alhamdulillah hasilnya bagus, harganya pun juga bagus. Rata-rata satu hektare mencapai 6,7 ton,” ujar Eisti’anah Disampaikan, saat ini harga Gabah Kering Panen (GKP) berada pada kisaran Rp8.000 hingga Rp8.200 per kilogram. Kondisi tersebut dinilai mampu menjaga pendapatan petani, meskipun di sejumlah wilayah masih terdapat gangguan hama. Eisti’anah mengungkapkan, beberapa kecamatan di Kabupaten Demak telah menyelesaikan masa panen, sementara wilayah lainnya masih dalam proses panen dan penghitungan hasil produksi. Kecamatan Gajah menjadi salah satu wilayah yang telah menuntaskan panen, sedangkan kecamatan lainnya masih menyelesaikan tahapan panen secara bertahap. Pada kesempatan itu, bupati juga mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah pusat, yang dinilai semakin berpihak kepada petani. Program penyerapan hasil panen, kemudahan akses pupuk, hingga dukungan sarana produksi pertanian, dinilai mampu memberikan semangat baru bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas. Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Widiastuti menegaskan, pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui berbagai langkah strategis. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui penyederhanaan distribusi pupuk bersubsidi, perlindungan lahan pertanian dari alih fungsi, penguatan jaringan irigasi, serta program pompanisasi. “Kami terus memetakan titik-titik rawan yang berpotensi mengganggu produksi pertanian. Kabupaten Demak menjadi salah satu daerah yang akan terus kami pantau, agar produktivitas pertanian tetap terjaga,” tegasnya. Penulis: red-kmf/ist/apj Editor: Di, Diskomdigi Jateng Browser Anda tidak mendukung audio.

DEMAK – Hasil panen padi musim ini di Kabupaten Demak tergolong sangat baik. Selain produktivitas meningkat, petani juga memperoleh keuntungan dari harga gabah yang relatif stabil.

Hal itu disampaikan Bupati Demak Eisti’anah, usai mengikuti panen raya di Desa Jaturejo, Kecamatan Karanganyar, Senin (8/6/26). Menurutnya, hingga Juni 2026, luas panen padi di Kabupaten Demak tercatat mencapai sekitar 53.602 hektare. Capaian tersebut menunjukkan besarnya kontribusi Kabupaten Demak dalam mendukung pasokan beras di Jawa Tengah maupun tingkat nasional.

“Alhamdulillah hasilnya bagus, harganya pun juga bagus. Rata-rata satu hektare mencapai 6,7 ton,” ujar Eisti’anah

Disampaikan, saat ini harga Gabah Kering Panen (GKP) berada pada kisaran Rp8.000 hingga Rp8.200 per kilogram. Kondisi tersebut dinilai mampu menjaga pendapatan petani, meskipun di sejumlah wilayah masih terdapat gangguan hama.

Eisti’anah mengungkapkan, beberapa kecamatan di Kabupaten Demak telah menyelesaikan masa panen, sementara wilayah lainnya masih dalam proses panen dan penghitungan hasil produksi. Kecamatan Gajah menjadi salah satu wilayah yang telah menuntaskan panen, sedangkan kecamatan lainnya masih menyelesaikan tahapan panen secara bertahap.

Pada kesempatan itu, bupati juga mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah pusat, yang dinilai semakin berpihak kepada petani. Program penyerapan hasil panen, kemudahan akses pupuk, hingga dukungan sarana produksi pertanian, dinilai mampu memberikan semangat baru bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Widiastuti menegaskan, pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui berbagai langkah strategis. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui penyederhanaan distribusi pupuk bersubsidi, perlindungan lahan pertanian dari alih fungsi, penguatan jaringan irigasi, serta program pompanisasi.

“Kami terus memetakan titik-titik rawan yang berpotensi mengganggu produksi pertanian. Kabupaten Demak menjadi salah satu daerah yang akan terus kami pantau, agar produktivitas pertanian tetap terjaga,” tegasnya.

Penulis: red-kmf/ist/apj
Editor: Di, Diskomdigi Jateng

Hasil Panen Di Demak Melimpah Perkuat Ketahanan Pangan
More like this