Bukan Perempuan Kurang Kerjaan Indah Sumarno Ungkap Pkk Penggerak Seluruh Kehidupan Masyarakat

3 min read
Bukan Perempuan Kurang Kerjaan Indah Sumarno Ungkap Pkk Penggerak Seluruh Kehidupan Masyarakat

KARANGANYAR – Melihat ibu-ibu yang berkumpul dengan seragam tosca, mungkin masih ada yang menganggapnya hanya kumpul-kumpul biasa dan arisan. Atau bisa jadi, kegiatan PKK disalahartikan menjadi perempuan kurang kerjaan. Tapi setelah nyemplung dan berkegiatan di dalamnya, anggapan tersebut pasti berubah. Itu pula yang dialami Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Tim Penggerak PKK Jawa Tengah, Indah Sumarno. Saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengurus TP PKK Jawa Tengah, di Hotel Indah Palace, Tawangmangu, Selasa (9/6/2026), dia mengungkapkan, sebelum terlibat langsung dalam PKK, sempat ada pemikiran jika PKK hanya kumpulan emak-emak. “Sebelumnya, saya menganggap PKK tidak ada artinya. Kumpul-kumpul, arisan. Tapi ketika saya masuk di dalamnya, ternyata banyak yang harus dilakukan,” beber Indah. Menurutnya, keterlibatan dalam PKK membuatnya masuk dalam satu lingkungan yang positif. Tidak hanya suasana yang dibangun para pengurus, tapi juga rencana kerja yang disusun dan dilaksanakan TP PKK. Dalam organisasi PKK, bahkan hingga tataran dasa wisma, semua hal ditangani. Baik terkait gizi dan kesehatan anak, remaja, ibu hamil, lanjut usia, hingga bergotong royong, bercocok tanam, meningkatkan perekonomian keluarga, dan sebagainya. “Rencana kerjanya iitu melebihi bapak-bapak. Karena apa pun, dari manusia sebelum lahir sampai menjelang kematian, semua kegiatan terangkum di TP PKK. Ibaratnya, di PKK itu ada ahli gizi, ahli pertanian, ahli hukum, dan lain-lain. Semua ada di PKK,” jelas Indah. Karenanya, dia mengapresiasi inisiasi Ketua TP PKK Jateng, Nawal Arafah Yasin, dalam penyelenggaraan peningkatan kapasitas bagi pengurus. Melalui kegiatan tersebut, ada semangat bagaimana bersama menggerakkan diri, membangun bonding positif antarpengurus, untuk mencapai tujuan bersama, demi kesejahteraan keluarga dan masyarakat. “Selain guru, pahlawan tanda jasanya juga PKK. Ini bagi saya. Karena PKK menjadi penggerak seluruh kehidupan, sosial, ekonomi, di masyarakat, dan masuk titik yang terkecil, yaitu keluarga. Berangkat dari latar belakang yang berbeda-beda, kehadiran Prof Sunny (narasumber), diharapkan dapat menyatukan agar lebih kuat,” tutur Indah. Sementara, guru besar Universitas Sebelas Maret Prof Sunny Ummul Firdaus, menyampaikan, PKK adalah gerakan keluarga dan gerakan peradaban. Tidak hanya tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat, tapi juga menguatkan keluarga sebagai pusat pendidikan nilai, menjembatani program pemerintah dengan kebutuhan nyata warga, serta menjaga gotong royong sebagai energi sosial. “Gotong royong ini esensinya energi kita positif, wajah cerah ceria. Jika keluarga kuat, masyarakat kuat, bangsa juga kuat,” terangnya. Mengingat tujuan PKK yang luar biasa, Prof Sunny menekankan, pentingnya kerja sama. Bukan sekadar bagi-bagi tugas, kerja sama berarti setiap orang memahami jika tugasnya connecting, terhubung dengan tugas orang lain. Kalau salah satu tidak mengerjakan, tugas orang lain berantakan. “Kebersamaan itu mengubah kata saya menjadi kita. Ada rasa memiliki, di mana anggota bekerja bukan hanya karena tugas, tetapi merasa menjadi bagian dari tujuan bersama. Seluruh pengurus juga mesti saling percaya, yang membuat koordinasi lebih cepat, konflik lebih sehat, dan keputusan lebih mudah diterima. Semua untuk mencapai tujuan bersama,” tandasnya. Sebagai informasi, dalam kegiatan peningkatan kapasitas, juga ada malam keakraban di mana masing-masing pokja dan sekretariat menampilkan pertunjukan terbaiknya. Juga permainan menarik yang semakin memperkuat bonding antarpengurus. Mereka juga membahas rencana kerja dan rencana strategis yang akan dilakukan TP PKK Jawa Tengah. (Ul, Diskomdigi Jateng)

KARANGANYAR – Melihat ibu-ibu yang berkumpul dengan seragam tosca, mungkin masih ada yang menganggapnya hanya kumpul-kumpul biasa dan arisan. Atau bisa jadi, kegiatan PKK disalahartikan menjadi perempuan kurang kerjaan. Tapi setelah nyemplung dan berkegiatan di dalamnya, anggapan tersebut pasti berubah.

Itu pula yang dialami Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Tim Penggerak PKK Jawa Tengah, Indah Sumarno. Saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengurus TP PKK Jawa Tengah, di Hotel Indah Palace, Tawangmangu, Selasa (9/6/2026), dia mengungkapkan, sebelum terlibat langsung dalam PKK, sempat ada pemikiran jika PKK hanya kumpulan emak-emak.

“Sebelumnya, saya menganggap PKK tidak ada artinya. Kumpul-kumpul, arisan. Tapi ketika saya masuk di dalamnya, ternyata banyak yang harus dilakukan,” beber Indah.

Menurutnya, keterlibatan dalam PKK membuatnya masuk dalam satu lingkungan yang positif. Tidak hanya suasana yang dibangun para pengurus, tapi juga rencana kerja yang disusun dan dilaksanakan TP PKK.

Dalam organisasi PKK, bahkan hingga tataran dasa wisma, semua hal ditangani. Baik terkait gizi dan kesehatan anak, remaja, ibu hamil, lanjut usia, hingga bergotong royong, bercocok tanam, meningkatkan perekonomian keluarga, dan sebagainya.

“Rencana kerjanya iitu melebihi bapak-bapak. Karena apa pun, dari manusia sebelum lahir sampai menjelang kematian, semua kegiatan terangkum di TP PKK. Ibaratnya, di PKK itu ada ahli gizi, ahli pertanian, ahli hukum, dan lain-lain. Semua ada di PKK,” jelas Indah.

Karenanya, dia mengapresiasi inisiasi Ketua TP PKK Jateng, Nawal Arafah Yasin, dalam penyelenggaraan peningkatan kapasitas bagi pengurus. Melalui kegiatan tersebut, ada semangat bagaimana bersama menggerakkan diri, membangun bonding positif antarpengurus, untuk mencapai tujuan bersama, demi kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

“Selain guru, pahlawan tanda jasanya juga PKK. Ini bagi saya. Karena PKK menjadi penggerak seluruh kehidupan, sosial, ekonomi, di masyarakat, dan masuk titik yang terkecil, yaitu keluarga. Berangkat dari latar belakang yang berbeda-beda, kehadiran Prof Sunny (narasumber), diharapkan dapat menyatukan agar lebih kuat,” tutur Indah.

Sementara, guru besar Universitas Sebelas Maret Prof Sunny Ummul Firdaus, menyampaikan, PKK adalah gerakan keluarga dan gerakan peradaban. Tidak hanya tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat, tapi juga menguatkan keluarga sebagai pusat pendidikan nilai, menjembatani program pemerintah dengan kebutuhan nyata warga, serta menjaga gotong royong sebagai energi sosial.

“Gotong royong ini esensinya energi kita positif, wajah cerah ceria. Jika keluarga kuat, masyarakat kuat, bangsa juga kuat,” terangnya.

Mengingat tujuan PKK yang luar biasa, Prof Sunny menekankan, pentingnya kerja sama. Bukan sekadar bagi-bagi tugas, kerja sama berarti setiap orang memahami jika tugasnya connecting, terhubung dengan tugas orang lain. Kalau salah satu tidak mengerjakan, tugas orang lain berantakan.

“Kebersamaan itu mengubah kata saya menjadi kita. Ada rasa memiliki, di mana anggota bekerja bukan hanya karena tugas, tetapi merasa menjadi bagian dari tujuan bersama. Seluruh pengurus juga mesti saling percaya, yang membuat koordinasi lebih cepat, konflik lebih sehat, dan keputusan lebih mudah diterima. Semua untuk mencapai tujuan bersama,” tandasnya.

Sebagai informasi, dalam kegiatan peningkatan kapasitas, juga ada malam keakraban di mana masing-masing pokja dan sekretariat menampilkan pertunjukan terbaiknya. Juga permainan menarik yang semakin memperkuat bonding antarpengurus. Mereka juga membahas rencana kerja dan rencana strategis yang akan dilakukan TP PKK Jawa Tengah. (Ul, Diskomdigi Jateng)

Bukan Perempuan Kurang Kerjaan Indah Sumarno Ungkap Pkk Penggerak Seluruh Kehidupan Masyarakat
Bukan Perempuan Kurang Kerjaan Indah Sumarno Ungkap Pkk Penggerak Seluruh Kehidupan Masyarakat
Bukan Perempuan Kurang Kerjaan Indah Sumarno Ungkap Pkk Penggerak Seluruh Kehidupan Masyarakat
Bukan Perempuan Kurang Kerjaan Indah Sumarno Ungkap Pkk Penggerak Seluruh Kehidupan Masyarakat
Bukan Perempuan Kurang Kerjaan Indah Sumarno Ungkap Pkk Penggerak Seluruh Kehidupan Masyarakat
Bukan Perempuan Kurang Kerjaan Indah Sumarno Ungkap Pkk Penggerak Seluruh Kehidupan Masyarakat
Bukan Perempuan Kurang Kerjaan Indah Sumarno Ungkap Pkk Penggerak Seluruh Kehidupan Masyarakat
Bukan Perempuan Kurang Kerjaan Indah Sumarno Ungkap Pkk Penggerak Seluruh Kehidupan Masyarakat
Bukan Perempuan Kurang Kerjaan Indah Sumarno Ungkap Pkk Penggerak Seluruh Kehidupan Masyarakat
Bukan Perempuan Kurang Kerjaan Indah Sumarno Ungkap Pkk Penggerak Seluruh Kehidupan Masyarakat
Bukan Perempuan Kurang Kerjaan Indah Sumarno Ungkap Pkk Penggerak Seluruh Kehidupan Masyarakat
Bukan Perempuan Kurang Kerjaan Indah Sumarno Ungkap Pkk Penggerak Seluruh Kehidupan Masyarakat
Bukan Perempuan Kurang Kerjaan Indah Sumarno Ungkap Pkk Penggerak Seluruh Kehidupan Masyarakat
Bukan Perempuan Kurang Kerjaan Indah Sumarno Ungkap Pkk Penggerak Seluruh Kehidupan Masyarakat
Bukan Perempuan Kurang Kerjaan Indah Sumarno Ungkap Pkk Penggerak Seluruh Kehidupan Masyarakat
More like this