Rajin Bergerak Dan Terapkan Pola Hidup Sehat Langkah Sederhana Cegah Hipertensi Dan Obesitas

4 min read
Rajin Bergerak Dan Terapkan Pola Hidup Sehat Langkah Sederhana Cegah Hipertensi Dan Obesitas

SEMARANG – Hipertensi dan obesitas menjadi dua masalah kesehatan utama di Indonesia. Untuk mencegahnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah mengajak masyarakat untuk memperbanyak aktivitas fisik dan menerapkan pola hidup sehat. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jateng, Heri Purnomo, dalam Sosialisasi Hipertensi dan Obesitas untuk Masyarakat, yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (11/6/2026). Kegiatan itu bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, mengenai pentingnya pencegahan dan pengendalian hipertensi serta obesitas sejak dini. Dia mengatakan, kedua penyakit tersebut kini menjadi masalah kesehatan yang semakin banyak ditemukan, dan berkontribusi terhadap meningkatnya kasus penyakit tidak menular (PTM). Heri menjelaskan, saat ini terjadi pergeseran pola penyakit di masyarakat, dari penyakit menular menuju penyakit tidak menular. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian, karena berdampak pada kesehatan, produktivitas, hingga perekonomian masyarakat. Menurutnya, berbagai faktor risiko PTM berasal dari kebiasaan hidup yang kurang sehat, seperti merokok, kurang aktivitas fisik, rendah konsumsi buah dan sayur, konsumsi alkohol, hingga stres. “Obesitas dan hipertensi itu saat ini banyak terjadi di masyarakat kita. Dan ini menunjukkan sekarang ada pergeseran pola penyakit. Dari pola penyakit yang menular bergeser ke penyakit tidak menular,” ujarnya. Heri menerangkan, hipertensi dan obesitas merupakan dua kondisi yang saling berkaitan, dan berpotensi memicu berbagai penyakit kronis apabila tidak dikendalikan sejak dini. Dia menilai perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin minim aktivitas fisik, menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus obesitas. Karena itu, keseimbangan antara asupan makanan dan energi yang dikeluarkan melalui aktivitas fisik, perlu dijaga. “Makan boleh banyak, tetapi diimbangi dengan gerakan. Artinya olahraga. Bisa jalan kaki, bisa lari, bisa senam, bisa apa saja. Yang penting ada gerak, sehingga antara asupan yang masuk ke dalam tubuh, seimbang dengan energi yang kita keluarkan, sehingga tidak terjadi obesitas,” jelas Heri. Dalam kesempatan itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi Semarang, Andreas Arie Setiawan menjelaskan, hipertensi menjadi salah satu penyakit paling sering ditemukan di fasilitas pelayanan kesehatan primer, dan menjadi faktor risiko utama penyakit jantung maupun gangguan pembuluh darah. Menurutnya, seseorang dikategorikan mengalami hipertensi apabila memiliki tekanan darah sama dengan atau lebih dari 140 mmHg. Namun yang perlu diwaspadai, sebagian besar penderita hipertensi tidak mengalami gejala, sehingga sering terlambat terdeteksi. Andreas mengatakan, sebagian besar faktor risiko hipertensi sebenarnya dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup, mulai dari menjaga berat badan ideal, mengurangi konsumsi garam, berhenti merokok, membatasi alkohol, mengelola stres, hingga mencukupi waktu istirahat. Penerapan pola hidup sehat, inbuhnya, terbukti mampu membantu menurunkan tekanan darah secara signifikan. Diet sehat dapat menurunkan tekanan darah hingga 8–14 mmHg, olahraga teratur selama 30–45 menit per hari mampu menurunkan 4–9 mmHg, sementara penurunan berat badan 10 kilogram dapat menurunkan tekanan darah sebesar 5–20 mmHg. “Hipertensi sebagian besar tidak memberikan gejala. Sehingga deteksi dini bisa dilakukan sejak awal. Perilaku hidup sehat menjadi fondasi pengendalian hipertensi, yaitu pola makan sehat, tidak merokok, istirahat cukup, aktivitas fisik sehat, membatasi alkohol, dan mengelola stres,” terang Andreas. Sementara itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi Semarang, Tania Tejo Minulyo, mengingatkan, obesitas juga meningkatkan risiko penyakit kronis lainnya, seperti kanker, penyakit jantung koroner, stroke, gangguan metabolik, hingga kadar asam urat tinggi. Masyarakat perlu mengenali tanda-tanda awal diabetes yang kerap menyertai obesitas, seperti rasa lapar dan haus berlebihan, sering buang air kecil, mudah lelah, gangguan penglihatan, kesemutan, hingga kram pada kaki. Untuk mencegah obesitas dan diabetes, Tania mengimbau masyarakat menerapkan pola makan sehat, menghindari konsumsi kalori berlebih, serta melakukan aktivitas fisik secara rutin minimal 150 menit dalam satu minggu. Dia juga menekankan pentingnya pengendalian obesitas sejak usia dini. Termasuk, melalui pemantauan anak yang lahir dengan berat badan lebih dari 4 kilogram, karena memiliki risiko gangguan metabolisme yang berkaitan dengan kondisi kesehatan ibu saat hamil. “Mulai dari diri kita sendiri dan keluarga sendiri. Kalau ada anak yang masuk kategori obesitas, maka kita punya kewajiban membiasakan pola hidup sehat sejak awal,” tegas Tania. (At/Ul, Diskomdigi Jateng)

SEMARANG – Hipertensi dan obesitas menjadi dua masalah kesehatan utama di Indonesia. Untuk mencegahnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah mengajak masyarakat untuk memperbanyak aktivitas fisik dan menerapkan pola hidup sehat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jateng, Heri Purnomo, dalam Sosialisasi Hipertensi dan Obesitas untuk Masyarakat, yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (11/6/2026). Kegiatan itu bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, mengenai pentingnya pencegahan dan pengendalian hipertensi serta obesitas sejak dini.

Dia mengatakan, kedua penyakit tersebut kini menjadi masalah kesehatan yang semakin banyak ditemukan, dan berkontribusi terhadap meningkatnya kasus penyakit tidak menular (PTM).

Heri menjelaskan, saat ini terjadi pergeseran pola penyakit di masyarakat, dari penyakit menular menuju penyakit tidak menular. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian, karena berdampak pada kesehatan, produktivitas, hingga perekonomian masyarakat.

Menurutnya, berbagai faktor risiko PTM berasal dari kebiasaan hidup yang kurang sehat, seperti merokok, kurang aktivitas fisik, rendah konsumsi buah dan sayur, konsumsi alkohol, hingga stres.

“Obesitas dan hipertensi itu saat ini banyak terjadi di masyarakat kita. Dan ini menunjukkan sekarang ada pergeseran pola penyakit. Dari pola penyakit yang menular bergeser ke penyakit tidak menular,” ujarnya.

Heri menerangkan, hipertensi dan obesitas merupakan dua kondisi yang saling berkaitan, dan berpotensi memicu berbagai penyakit kronis apabila tidak dikendalikan sejak dini.

Dia menilai perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin minim aktivitas fisik, menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus obesitas. Karena itu, keseimbangan antara asupan makanan dan energi yang dikeluarkan melalui aktivitas fisik, perlu dijaga.

“Makan boleh banyak, tetapi diimbangi dengan gerakan. Artinya olahraga. Bisa jalan kaki, bisa lari, bisa senam, bisa apa saja. Yang penting ada gerak, sehingga antara asupan yang masuk ke dalam tubuh, seimbang dengan energi yang kita keluarkan, sehingga tidak terjadi obesitas,” jelas Heri.

Dalam kesempatan itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi Semarang, Andreas Arie Setiawan menjelaskan, hipertensi menjadi salah satu penyakit paling sering ditemukan di fasilitas pelayanan kesehatan primer, dan menjadi faktor risiko utama penyakit jantung maupun gangguan pembuluh darah.

Menurutnya, seseorang dikategorikan mengalami hipertensi apabila memiliki tekanan darah sama dengan atau lebih dari 140 mmHg. Namun yang perlu diwaspadai, sebagian besar penderita hipertensi tidak mengalami gejala, sehingga sering terlambat terdeteksi.

Andreas mengatakan, sebagian besar faktor risiko hipertensi sebenarnya dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup, mulai dari menjaga berat badan ideal, mengurangi konsumsi garam, berhenti merokok, membatasi alkohol, mengelola stres, hingga mencukupi waktu istirahat.

Penerapan pola hidup sehat, inbuhnya, terbukti mampu membantu menurunkan tekanan darah secara signifikan. Diet sehat dapat menurunkan tekanan darah hingga 8–14 mmHg, olahraga teratur selama 30–45 menit per hari mampu menurunkan 4–9 mmHg, sementara penurunan berat badan 10 kilogram dapat menurunkan tekanan darah sebesar 5–20 mmHg.

“Hipertensi sebagian besar tidak memberikan gejala. Sehingga deteksi dini bisa dilakukan sejak awal. Perilaku hidup sehat menjadi fondasi pengendalian hipertensi, yaitu pola makan sehat, tidak merokok, istirahat cukup, aktivitas fisik sehat, membatasi alkohol, dan mengelola stres,” terang Andreas.

Sementara itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi Semarang, Tania Tejo Minulyo, mengingatkan, obesitas juga meningkatkan risiko penyakit kronis lainnya, seperti kanker, penyakit jantung koroner, stroke, gangguan metabolik, hingga kadar asam urat tinggi.

Masyarakat perlu mengenali tanda-tanda awal diabetes yang kerap menyertai obesitas, seperti rasa lapar dan haus berlebihan, sering buang air kecil, mudah lelah, gangguan penglihatan, kesemutan, hingga kram pada kaki.

Untuk mencegah obesitas dan diabetes, Tania mengimbau masyarakat menerapkan pola makan sehat, menghindari konsumsi kalori berlebih, serta melakukan aktivitas fisik secara rutin minimal 150 menit dalam satu minggu.

Dia juga menekankan pentingnya pengendalian obesitas sejak usia dini. Termasuk, melalui pemantauan anak yang lahir dengan berat badan lebih dari 4 kilogram, karena memiliki risiko gangguan metabolisme yang berkaitan dengan kondisi kesehatan ibu saat hamil.

“Mulai dari diri kita sendiri dan keluarga sendiri. Kalau ada anak yang masuk kategori obesitas, maka kita punya kewajiban membiasakan pola hidup sehat sejak awal,” tegas Tania. (At/Ul, Diskomdigi Jateng)

Rajin Bergerak Dan Terapkan Pola Hidup Sehat Langkah Sederhana Cegah Hipertensi Dan Obesitas
Rajin Bergerak Dan Terapkan Pola Hidup Sehat Langkah Sederhana Cegah Hipertensi Dan Obesitas
Rajin Bergerak Dan Terapkan Pola Hidup Sehat Langkah Sederhana Cegah Hipertensi Dan Obesitas
Rajin Bergerak Dan Terapkan Pola Hidup Sehat Langkah Sederhana Cegah Hipertensi Dan Obesitas
Rajin Bergerak Dan Terapkan Pola Hidup Sehat Langkah Sederhana Cegah Hipertensi Dan Obesitas
Rajin Bergerak Dan Terapkan Pola Hidup Sehat Langkah Sederhana Cegah Hipertensi Dan Obesitas
More like this