Garda Terdepan Hadapi Situasi Darurat Linmas Sragen Tengah Didorong Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

2 min read
Garda Terdepan Hadapi Situasi Darurat Linmas Sragen Tengah Didorong Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

SRAGEN – Anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) didorong terus memperkuat keterampilan kesiapsiagaan bencana. Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas, harus menjadi prioritas utama dalam proses evakuasi bencana. Hal itu ditegaskan Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Kabupaten Sragen, saat Pelatihan dan Simulasi Tanggap Bencana, yang digelar di Pendopo Maskerebet, Kelurahan Sragen Tengah, Kecamatan Sragen, Rabu (10/6/2026). Kegiatan itu diikuti 36 anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kelurahan Sragen Tengah Bintoro menjelaskan, di Kabupaten Sragen, ada berbagai potensi bencana yang perlu diwaspadai masyarakat. Mulai dari banjir, kekeringan, angin kencang saat pancaroba, tanah longsor, gempa bumi, hingga kebakaran. “Selain bencana alam, terdapat pula bencana sosial seperti konflik yang perlu diantisipasi. Dalam kondisi darurat, kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas, harus menjadi prioritas utama dalam proses evakuasi,” jelasnya. Ditambahkan, dalam menghadapi bencana, BPBD terus melakukan berbagai langkah mitigasi, di antaranya pemasangan early warning system (EWS) di sejumlah wilayah rawan bencana. Salah satunya, di Kecamatan Kalijambe yang memiliki risiko patahan tanah di kawasan Situs Warisan Dunia Sangiran, serta pemasangan alat pendeteksi gempa di Kecamatan Jenar. Pelaksana Tugas Lurah Sragen Tengah, Yuni Kusumawati, menjelaskan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan masyarakat dalam menghadapi berbagai situasi darurat, sekaligus mendukung Kelurahan Sragen Tengah yang mewakili Kabupaten Sragen dalam Lomba Kampung Pancasila tingkat nasional. “Agenda hari ini meliputi sosialisasi dan simulasi tanggap bencana dari BPBD, kemudian sosialisasi dari Kasi Trantib terkait lingkungan serta simulasi Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Alhamdulillah, seluruh 36 anggota Linmas hadir mengikuti kegiatan ini,” ujarnya. Yuni berharap melalui kegiatan tersebut, anggota Linmas semakin siap menjalankan tugasnya, sebagai garda terdepan dalam membantu masyarakat menghadapi situasi darurat, maupun menjaga ketenteraman lingkungan. Sementara, Kasi Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat Kecamatan Sragen, Baharudin, menegaskan, peran Linmas sangat penting dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan dasar di masyarakat, khususnya dalam bidang ketenteraman dan ketertiban umum. “Tugas Linmas sangat penting. Karena itu, anggota Linmas perlu dibekali peralatan yang memadai dan rutin mengikuti pelatihan kebencanaan, agar memahami dasar-dasar penanganan bencana,” katanya. Baharudin mengingatkan, agar anggota Linmas selalu mengutamakan keselamatan diri saat bertugas. “Jangan sampai kita bertugas membantu masyarakat, tetapi justru menjadi korban karena kurang memahami prosedur keselamatan,” tegasnya. Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) serta simulasi penanganan bencana banjir yang dipandu oleh Babinsa. Penulis : Kufita/ Yuli_DiskominfoSragen Editor : Ul, Diskomdigi Jateng

SRAGEN – Anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) didorong terus memperkuat keterampilan kesiapsiagaan bencana. Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas, harus menjadi prioritas utama dalam proses evakuasi bencana.

Hal itu ditegaskan Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Kabupaten Sragen, saat Pelatihan dan Simulasi Tanggap Bencana, yang digelar di Pendopo Maskerebet, Kelurahan Sragen Tengah, Kecamatan Sragen, Rabu (10/6/2026). Kegiatan itu diikuti 36 anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kelurahan Sragen Tengah

Bintoro menjelaskan, di Kabupaten Sragen, ada berbagai potensi bencana yang perlu diwaspadai masyarakat. Mulai dari banjir, kekeringan, angin kencang saat pancaroba, tanah longsor, gempa bumi, hingga kebakaran.

“Selain bencana alam, terdapat pula bencana sosial seperti konflik yang perlu diantisipasi. Dalam kondisi darurat, kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas, harus menjadi prioritas utama dalam proses evakuasi,” jelasnya.

Ditambahkan, dalam menghadapi bencana, BPBD terus melakukan berbagai langkah mitigasi, di antaranya pemasangan early warning system (EWS) di sejumlah wilayah rawan bencana. Salah satunya, di Kecamatan Kalijambe yang memiliki risiko patahan tanah di kawasan Situs Warisan Dunia Sangiran, serta pemasangan alat pendeteksi gempa di Kecamatan Jenar.

Pelaksana Tugas Lurah Sragen Tengah, Yuni Kusumawati, menjelaskan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan masyarakat dalam menghadapi berbagai situasi darurat, sekaligus mendukung Kelurahan Sragen Tengah yang mewakili Kabupaten Sragen dalam Lomba Kampung Pancasila tingkat nasional.

“Agenda hari ini meliputi sosialisasi dan simulasi tanggap bencana dari BPBD, kemudian sosialisasi dari Kasi Trantib terkait lingkungan serta simulasi Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Alhamdulillah, seluruh 36 anggota Linmas hadir mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.

Yuni berharap melalui kegiatan tersebut, anggota Linmas semakin siap menjalankan tugasnya, sebagai garda terdepan dalam membantu masyarakat menghadapi situasi darurat, maupun menjaga ketenteraman lingkungan.

Sementara, Kasi Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat Kecamatan Sragen, Baharudin, menegaskan, peran Linmas sangat penting dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan dasar di masyarakat, khususnya dalam bidang ketenteraman dan ketertiban umum.

“Tugas Linmas sangat penting. Karena itu, anggota Linmas perlu dibekali peralatan yang memadai dan rutin mengikuti pelatihan kebencanaan, agar memahami dasar-dasar penanganan bencana,” katanya.

Baharudin mengingatkan, agar anggota Linmas selalu mengutamakan keselamatan diri saat bertugas.

“Jangan sampai kita bertugas membantu masyarakat, tetapi justru menjadi korban karena kurang memahami prosedur keselamatan,” tegasnya.

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) serta simulasi penanganan bencana banjir yang dipandu oleh Babinsa.

Penulis : Kufita/ Yuli_DiskominfoSragen
Editor : Ul, Diskomdigi Jateng

Garda Terdepan Hadapi Situasi Darurat Linmas Sragen Tengah Didorong Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
More like this