Terungkap: Inovasi Teknologi Masa Depan dari Mahasiswa Teknik Elektro UMS di Pameran Karya

2 min read
UMS Electrical Engineering: Future Tech Innovations Unveiled

Program Studi Teknik Elektro UMS menggelar Pameran Karya Teknologi (PKT) 2026. Kegiatan ini menampilkan 30 inovasi karya mahasiswa semester tujuh, mayoritas berupa alat otomatis berbasis Internet of Things (IoT). Pameran ini diselenggarakan di GOR kampus 2 UMS Solo, menarik antusiasme pengunjung untuk melihat teknologi terbaru.

UMS Electrical Engineering: Future Tech Innovations Unveiled

Mahasiswa semester tujuh Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memamerkan 30 inovasi teknologi berbasis Internet of Things (IoT) di GOR kampus 2 UMS pada Sabtu, 17 Januari 2026. Pameran Karya Teknologi (PKT) 2026 ini mengklaim menampilkan “Where Imagination Meets Automation” – imajinasi bertemu otomatisasi menghasilkan solusi nyata – namun, pertanyaan besar menggantung: apakah karya-karya ini akan terealisasi di masyarakat atau hanya berakhir sebagai pajangan akademik?

Inovasi Fungsional, Bukan Sekadar Model

Sebanyak 30 karya dari 30 kelompok mahasiswa dipamerkan, mayoritas berupa prototipe otomatis berbasis IoT yang dirancang untuk menyelesaikan masalah di masyarakat. Ini bukan sekadar proyek teoritis; mahasiswa dituntut menghasilkan rekayasa teknologi elektro yang aplikatif.

Salah satu inovasi menonjol adalah “Smart Lighting System” karya Alfin Muhammad Nugroho. Sistem ini dirancang untuk mengatasi kurangnya penerangan di sekitar kampus, bekerja secara otomatis menyala berdasarkan tingkat kegelapan, menggunakan energi panel surya, dan dapat dikendalikan melalui situs web. Potensi pengembangannya dengan sensor atau kontroler lain membuka peluang lebih jauh.

Kelompok lain, yang dipimpin Fityan Ilham, menghadirkan “Monitoring Baterai dan Kontrol Suhu”. Karya ini bertujuan mencegah kerusakan baterai accu dan lithium akibat over temperature dengan mendeteksi batas suhu dan mengaktifkan sistem pendingin secara otomatis. Inovasi semacam ini jelas menyasar masalah konkret.

Dorongan Komersialisasi dan Tantangan Implementasi

Prof. Heru Supriyono, Ph.D., Kepala Program Studi Teknik Elektro, menegaskan bahwa hasil rancangan wajib “diuji coba di lingkungan sebenarnya” untuk memastikan performance dan kemampuannya “menyelesaikan permasalahan secara riil”, bukan hanya model. Pernyataan ini secara implisit menuntut lebih dari sekadar prototipe.

Antusiasme pengunjung PKT 2026 melonjak tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya, menarik tidak hanya mahasiswa tetapi juga masyarakat umum. Ibu Fajar dari MAN 1 Sragen, salah satu pengunjung, terkesan dan mengapresiasi proyek ini sebagai inspirasi bagi siswa risetnya. Namun, ia juga melontarkan kritik konstruktif yang menusuk: “Kami hanya sedikit menyarankan kedepannya alat-alat yang dipamerkan bisa dikomersilkan dengan mencantumkan harga di setiap alat yang dipamerkan.”

Potensi Terbatas Tanpa Tindak Lanjut

Pameran Karya Teknologi 2026 sukses menarik perhatian dan menunjukkan kemampuan inovatif mahasiswa UMS. Penghargaan voting terbanyak dari pengunjung menjadi bukti pengakuan. Namun, tanpa langkah nyata dari universitas atau pihak industri untuk memfasilitasi hilirisasi dan komersialisasi, karya-karya brilian ini berisiko tinggi hanya menjadi prestasi sesaat, gagal memberikan dampak transformatif yang lebih luas bagi masyarakat yang sebenarnya membutuhkan solusi nyata.

More like this