Bukan Sekadar Pulang: Bank Mandiri Ubah Purna PMI Lombok Timur Jadi Wirausahawan Lewat Program Bapak Asuh

2 min read
Bank Mandiri Berdayakan Purna PMI Lombok Timur Jadi Wirausahawan Lewat Program Bapak Asuh

Bank Mandiri memperkuat komitmen pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Melalui Mandiri Sahabatku, Program Bapak Asuh diluncurkan di Lombok Timur, NTB. Lebih dari 180 Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) dilatih menjadi wirausahawan mandiri. Inisiatif ini fokus pada pelatihan kewirausahaan dan akses pembiayaan.

Bank Mandiri Berdayakan Purna PMI Lombok Timur Jadi Wirausahawan Lewat Program Bapak Asuh

Bank Mandiri meluncurkan “Program Bapak Asuh” di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, awal November 2025, menargetkan 180 Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya. Program ini diklaim bertujuan mengubah mereka menjadi wirausahawan tangguh, sekaligus menyelaraskan diri dengan agenda “Asta Cita” Pemerintah Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat SDM dan memperluas lapangan kerja.

Workshop di Lombok Timur tersebut menghadirkan alumni dan keluarga PMI dari berbagai negara, termasuk Taiwan, Malaysia, Jepang, Singapura, Hong Kong, Saudi Arabia, Brunei, Dubai, Korea Selatan, hingga Jordania. Ini merupakan bagian dari rangkaian program serupa yang sebelumnya digelar di Indramayu, Malang, dan Cilacap sepanjang tahun 2025.

Program “Menjadi Pengusaha di Negeri Sendiri” ini menawarkan pelatihan kewirausahaan intensif, pendampingan usaha, serta akses ke pembiayaan dan literasi keuangan. Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memberikan materi pemberdayaan, sementara FisTx dan Kementerian Pertanian turut membuka peluang usaha di sektor perikanan dan pertanian milenial.

Bank Mandiri juga menyediakan edukasi mengenai Kredit Usaha Mikro (KUM) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta memperkenalkan solusi digital Livin’ by Mandiri dan Livin’ Merchant. Ini menunjukkan upaya bank untuk mengintegrasikan purna PMI ke dalam ekosistem perbankan digital, meskipun tantangan adaptasi di lapangan tetap menjadi pertanyaan.

Klaim Bank Mandiri dan Janji Pemberdayaan

Senior Vice President Government Project Bank Mandiri, Yoga Sulistijono, menyatakan, “Kami ingin mereka berdaya, mandiri, dan menjadi pengusaha sukses di negeri sendiri.” Yoga menambahkan, Bank Mandiri akan terus “mendorong para PMI yang tadinya merupakan pahlawan devisa agar bisa menjadi penggerak ekonomi di desa maupun lingkungan mereka.”

Pernyataan Yoga menekankan program ini sebagai sub-program strategis dari Mandiri Sahabatku, fokus pada mentoring intensif antara alumni PMI dan pelaku usaha. Tujuannya disebut-sebut untuk membangun kepercayaan diri purna PMI sebagai motor penggerak ekonomi lokal, sebuah klaim yang membutuhkan pembuktian dampak jangka panjang.

Latar Belakang dan Ambisi

Mandiri Sahabatku, program payung Bank Mandiri, telah menjangkau lebih dari 20.000 PMI di berbagai negara sejak diluncurkan pada tahun 2011. Fase baru Program Bapak Asuh ini diklaim Bank Mandiri berambisi menciptakan ekosistem wirausaha berbasis komunitas, yang tidak hanya memperkuat ekonomi keluarga purna PMI, tetapi juga membuka lapangan kerja baru. Ambisi ini, meski sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), tetap harus dilihat dari realisasi konkret di lapangan.

More like this