Presiden Prabowo Terima Kunjungan Jusuf Kalla, Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau

2 min read
Presiden Prabowo Terima Kunjungan Jusuf Kalla, Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau

Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6) siang. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas upaya percepatan swasembada energi guna mendukung target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI) Jakarta, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6) siang. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas upaya percepatan swasembada energi guna mendukung target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Kedatangan Kalla disambut langsung oleh Presiden Prabowo dengan hangat. Pertemuan ini terlaksana setelah Jusuf Kalla mengajukan permohonan waktu untuk bertemu sejak beberapa hari sebelumnya. Dalam pertemuan itu, Kalla turut didampingi putranya, Solichin Kalla, yang berkiprah di dunia usaha. Kalla menyampaikan kesiapan pihaknya untuk berkontribusi dalam pembangunan energi hijau berskala besar. “Untuk meningkatkan energi, kemampuan energi di Indonesia yang kita kenal itu swasembada energi. Kita siap. Kita sudah membangun 1.500 megawatt PLTA. Ini kita siap membangun lagi 2.000 megawatt termasuk juga PLTG,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen membutuhkan dukungan energi yang kuat, dan Presiden Prabowo menyetujui percepatan pembangunan energi nasional, khususnya energi hijau. “Karena itu Bapak Presiden setuju untuk segera kita bangun energi nasional, khususnya green energy, untuk menjadi bagian dari pembangunan nasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang disampaikan oleh Bapak Presiden sampai 8%, yang sekarang 5-6%. Karena itu butuh energi yang kuat seperti itu,” kata Jusuf Kalla. Selain isu energi, Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa pertemuan juga menyinggung situasi perdamaian di sejumlah negara. “Seperti di Thailand, Afghanistan dan Paskistan. Itu yang kita bicarakan tadi seperti itu,” ungkapnya. Pertemuan ini menjadi bagian dari komunikasi dan silaturahmi antara pemimpin negara dengan tokoh nasional dan kalangan pengusaha. Prabowo terus membuka ruang dialog dengan berbagai elemen bangsa guna memperkuat persatuan, mempererat kolaborasi, dan mendorong kontribusi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan nasional serta kemajuan Indonesia. (her/dav)

Presiden Prabowo Terima Kunjungan Jusuf Kalla, Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau

Presiden Prabowo Subianto dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6), mendesak percepatan swasembada energi hijau. Langkah ini diklaim krusial demi menopang ambisi pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.

Pertemuan strategis ini, yang diajukan oleh Jusuf Kalla beberapa hari sebelumnya, menunjukkan sinyal kuat keterlibatan tokoh lama dalam agenda ekonomi pemerintahan baru. Kalla, didampingi putranya Solichin Kalla, secara langsung menawarkan kapasitas usahanya untuk pembangunan energi skala besar.

Ambisi Energi Hijau dan Target Ekonomi

Target pertumbuhan ekonomi 8 persen, jauh melampaui capaian 5-6 persen saat ini, menuntut pasokan energi masif. Tanpa fondasi energi yang kuat, janji pertumbuhan tersebut sekadar angan. Kalla menyoroti langsung kebutuhan vital ini.

Jusuf Kalla tidak datang dengan tangan kosong. Ia membeberkan kesiapan pihaknya, yang telah membangun 1.500 megawatt Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), untuk melanjutkan ekspansi.

“Kita siap membangun lagi 2.000 megawatt termasuk juga PLTG,” tegas Kalla, menggarisbawahi kapasitas riil yang bisa segera digerakkan. Tawaran ini langsung menyasar percepatan infrastruktur energi yang sangat dibutuhkan.

Prabowo Subianto, menurut Kalla, menyetujui percepatan pembangunan energi nasional, khususnya energi hijau. Ini mengindikasikan tekanan besar terhadap pemerintah untuk segera merealisasikan target ambisius tersebut.

Selain isu energi, pertemuan itu juga menyelipkan bahasan mengenai situasi perdamaian di negara-negara seperti Thailand, Afghanistan, dan Pakistan. Sebuah agenda yang terkesan disisipkan di tengah fokus ekonomi yang mendesak.

Penegasan Kalla: Siap Sedia Energi

“Untuk meningkatkan energi, kemampuan energi di Indonesia yang kita kenal itu swasembada energi. Kita siap,” ujar Jusuf Kalla, menyoroti urgensi dan kesiapan kontribusi pihaknya.

Ia melanjutkan, “Kita sudah membangun 1.500 megawatt PLTA. Ini kita siap membangun lagi 2.000 megawatt termasuk juga PLTG.” Pernyataan ini menegaskan kapasitas riil yang ditawarkan Kalla.

Kalla juga membeberkan persetujuan Presiden, “Bapak Presiden setuju untuk segera kita bangun energi nasional, khususnya green energy, untuk menjadi bagian dari pembangunan nasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang disampaikan oleh Bapak Presiden sampai 8%, yang sekarang 5-6%. Karena itu butuh energi yang kuat seperti itu.”

Pertanyaan di Balik Kolaborasi

Pertemuan ini diklaim sebagai bagian dari komunikasi berkelanjutan antara pemimpin negara dan tokoh nasional. Namun, kehadiran putra Jusuf Kalla, Solichin Kalla, yang berbisnis di sektor energi, memunculkan pertanyaan tentang potensi kepentingan di balik tawaran “kontribusi” tersebut.

Klaim Prabowo yang terus membuka ruang dialog dengan berbagai elemen bangsa demi memperkuat persatuan dan kolaborasi kini diuji. Apakah ini benar-benar demi kepentingan nasional atau justru membuka pintu bagi konsolidasi kekuatan ekonomi tertentu?

More like this