Kejagung Gempur Korupsi MBG: 6 Lokasi Digeledah, Kantor dan Rumah Tersangka Tak Luput

2 min read
Kejagung Gempur Korupsi MBG: 6 Lokasi Digeledah, Kantor dan Rumah Tersangka Tak Luput

loading…Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Kejagung juga menggeledah 6 lokasi terkait dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: Yuwantoro JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah enam lokasi dalam penyidikan dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) . Kejagung telah menetapkan tersangka tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dan satu orang dari pihak swasta. Lokasi yang digeledah di Jakarta hingga Bandung.Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan, penyidik saat ini berfokus mencari dokumen dan barang bukti elektronik untuk melengkapi alat bukti dalam perkara tersebut. Baca juga: Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan “Lokasi penggeledahan beberapa saat lalu memang masih berlangsung. Beberapa tempat itu ada yang di Jakarta, ada di Bandung, terus ada di beberapa tempat lain,” ujar Syarief di Kejagung, Jakarta Selatan dikutip, Sabtu (13/6/2026).Penyidik masih mendalami barang bukti yang ditemukan dari lokasi penggeledahan. Sejauh ini, tim penyidik menyita dokumen dan barang bukti elektronik yang diduga berkaitan dengan perbuatan para tersangka.

Kejagung Gempur Korupsi MBG: 6 Lokasi Digeledah, Kantor dan Rumah Tersangka Tak Luput

Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah enam lokasi di Jakarta hingga Bandung, menyusul penetapan tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dan satu pihak swasta sebagai tersangka. Penggeledahan ini membongkar dugaan korupsi masif dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah skandal yang mencoreng kredibilitas lembaga negara.

Operasi senyap yang berlangsung “beberapa waktu lalu” dan “beberapa saat lalu” ini menargetkan kantor BGN di Jakarta Pusat serta lima lokasi lainnya. Ini menjadi upaya Kejagung mengumpulkan bukti elektronik dan dokumen yang memperkuat dakwaan terhadap para tersangka, memastikan setiap jejak kejahatan terungkap.

Operasi Meluas, Bukti Dikejar

Kejagung mengonfirmasi bahwa penggeledahan bukan hanya di satu titik, melainkan menyebar di enam lokasi kritis. Ini menandakan jaringan korupsi MBG yang terstruktur dan melibatkan banyak pihak, dari Jakarta hingga Bandung, menunjukkan skala kejahatan yang tidak bisa dianggap remeh.

Penetapan tiga mantan pimpinan BGN dan satu individu swasta sebagai tersangka menjadi pukulan telak bagi integritas lembaga yang seharusnya memastikan asupan gizi rakyat. Program MBG, yang vital bagi masyarakat rentan, justru berubah menjadi ladang bancakan pejabat.

Penyidik kini fokus menyita dokumen dan barang bukti elektronik. Langkah ini krusial untuk mengungkap aliran dana haram, modus operandi yang licik, dan potensi keterlibatan pihak lain yang belum tersentuh hukum.

Skala penggeledahan yang meluas menunjukkan keseriusan Kejagung membongkar tuntas praktik korupsi di BGN. Publik menanti transparansi dan akuntabilitas penuh dari lembaga penegak hukum, tanpa kompromi.

Dugaan korupsi ini mencoreng upaya pemerintah dalam menjamin kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui program gizi. Ini menimbulkan pertanyaan besar tentang pengawasan internal dan integritas pejabat publik yang seharusnya menjadi pelayan rakyat.

Syarief Sulaeman Nahdi: Barang Bukti Terus Didalami

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menegaskan, “Lokasi penggeledahan beberapa saat lalu memang masih berlangsung. Beberapa tempat itu ada yang di Jakarta, ada di Bandung, terus ada di beberapa tempat lain.”

Syarief menambahkan, tim penyidik tengah mendalami barang bukti yang ditemukan. “Sejauh ini, tim penyidik menyita dokumen dan barang bukti elektronik yang diduga berkaitan dengan perbuatan para tersangka,” katanya, dikutip Sabtu (13/6/2026).

Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa operasi belum usai, dan potensi temuan baru tetap terbuka. Kejagung berkomitmen terus mengejar bukti.

Justice Collaborator: Kunci Pembuka Tabir

Kasus ini mencuat setelah Waka BGN, Sony Sonjaya, mengajukan diri sebagai justice collaborator, mengindikasikan adanya upaya pengungkapan kejahatan dari dalam. Pengajuan JC ini diperkirakan akan membuka tabir lebih lebar terkait jaringan korupsi MBG, menyeret lebih banyak pihak ke meja hijau.

More like this