Sambut Tahun Baru Islam Pemprov Dan Ulama Doakan Jateng Makin Makmur

3 min read
Sambut Tahun Baru Islam Pemprov Dan Ulama Doakan Jateng Makin Makmur

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama ulama dan santri menggelar doa bersama serta istigasah, dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (16/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi dan doa, untuk kesejahteraan masyarakat serta kemajuan Jawa Tengah. Tokoh ulama Jawa Tengah KH Ahmad Darodji, mengajak masyarakat memanjatkan doa agar berbagai harapan dan cita-cita dapat dikabulkan Allah SWT. Menurut dia, istigasah dan doa bersama menjadi ikhtiar spiritual, untuk memohon keberkahan, kemakmuran, dan keselamatan bagi masyarakat Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum refleksi untuk memperkuat persatuan dan kerukunan, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah maupun bangsa. Menurut dia, Jawa Tengah harus tetap guyub dan tidak mudah terpecah belah. Berbagai kritik terhadap pemerintah perlu menjadi bahan evaluasi, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Masyarakat juga diminta lebih bijak menyikapi informasi yang beredar, agar tidak mudah terpengaruh hoaks, fitnah, maupun disinformasi. Luthfi menegaskan pentingnya melakukan verifikasi terhadap setiap informasi, sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Dia menilai, penyebaran informasi yang tidak benar berpotensi memecah persatuan, dan mengganggu suasana kondusif yang selama ini terjaga di Jawa Tengah. “Provinsi Jawa Tengah hari ini adalah salah satu provinsi yang aman-guliman, tata tentrem kerta raharja. Karena di dalamnya ada nafasnya gotong royong dan tepa selira, antara satu dengan yang lain,” kata Luthfi. Pada kesempatan itu, Luthfi menyampaikan sejumlah capaian pembangunan daerah, di antaranya pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang mencapai 4,89 persen, penurunan angka kemiskinan dari 9,58 persen menjadi 9,39 persen, serta realisasi investasi hampir Rp29 triliun, yang mampu menyerap sekitar 92 ribu tenaga kerja. Dia optimistis, Jawa Tengah akan terus berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional, dengan dukungan stabilitas sosial, semangat gotong royong, dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi sarana memaknai kembali semangat hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Hijrah, kata dia, merupakan proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih sejahtera. Menurut Gus Yasin sapaanya, semangat hijrah relevan dengan kondisi Jawa Tengah saat ini yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi. Dia mengajak masyarakat menyambut para investor dan pelaku usaha yang datang ke Jawa Tengah, dengan tetap menjaga suasana yang aman, rukun, dan kondusif. “Kita harus menciptakan iklim yang ramah dan penuh kebersamaan, agar investasi berkembang, serta memberikan manfaat bagi masyarakat melalui lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan,” katanya. Dalam kegiatan dilakukan, penyerahan simbolis bantuan berupa bantuan pendidikan kepada 100 anak yatim piatu, dan sembako 100 paket untuk panti asuhan. Ada pula penyerahan simbolik sertifikat tanah wakaf sebanyak 243 sertifikat oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid. (Ak/Ul, Diskomdigi Jateng)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama ulama dan santri menggelar doa bersama serta istigasah, dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (16/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi dan doa, untuk kesejahteraan masyarakat serta kemajuan Jawa Tengah.

Tokoh ulama Jawa Tengah KH Ahmad Darodji, mengajak masyarakat memanjatkan doa agar berbagai harapan dan cita-cita dapat dikabulkan Allah SWT. Menurut dia, istigasah dan doa bersama menjadi ikhtiar spiritual, untuk memohon keberkahan, kemakmuran, dan keselamatan bagi masyarakat Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum refleksi untuk memperkuat persatuan dan kerukunan, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah maupun bangsa.

Menurut dia, Jawa Tengah harus tetap guyub dan tidak mudah terpecah belah. Berbagai kritik terhadap pemerintah perlu menjadi bahan evaluasi, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Masyarakat juga diminta lebih bijak menyikapi informasi yang beredar, agar tidak mudah terpengaruh hoaks, fitnah, maupun disinformasi.

Luthfi menegaskan pentingnya melakukan verifikasi terhadap setiap informasi, sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Dia menilai, penyebaran informasi yang tidak benar berpotensi memecah persatuan, dan mengganggu suasana kondusif yang selama ini terjaga di Jawa Tengah.

“Provinsi Jawa Tengah hari ini adalah salah satu provinsi yang aman-guliman, tata tentrem kerta raharja. Karena di dalamnya ada nafasnya gotong royong dan tepa selira, antara satu dengan yang lain,” kata Luthfi.

Pada kesempatan itu, Luthfi menyampaikan sejumlah capaian pembangunan daerah, di antaranya pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang mencapai 4,89 persen, penurunan angka kemiskinan dari 9,58 persen menjadi 9,39 persen, serta realisasi investasi hampir Rp29 triliun, yang mampu menyerap sekitar 92 ribu tenaga kerja.

Dia optimistis, Jawa Tengah akan terus berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional, dengan dukungan stabilitas sosial, semangat gotong royong, dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi sarana memaknai kembali semangat hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Hijrah, kata dia, merupakan proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih sejahtera.

Menurut Gus Yasin sapaanya, semangat hijrah relevan dengan kondisi Jawa Tengah saat ini yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi. Dia mengajak masyarakat menyambut para investor dan pelaku usaha yang datang ke Jawa Tengah, dengan tetap menjaga suasana yang aman, rukun, dan kondusif.

“Kita harus menciptakan iklim yang ramah dan penuh kebersamaan, agar investasi berkembang, serta memberikan manfaat bagi masyarakat melalui lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan,” katanya.

Dalam kegiatan dilakukan, penyerahan simbolis bantuan berupa bantuan pendidikan kepada 100 anak yatim piatu, dan sembako 100 paket untuk panti asuhan. Ada pula penyerahan simbolik sertifikat tanah wakaf sebanyak 243 sertifikat oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid. (Ak/Ul, Diskomdigi Jateng)

Sambut Tahun Baru Islam Pemprov Dan Ulama Doakan Jateng Makin Makmur
Sambut Tahun Baru Islam Pemprov Dan Ulama Doakan Jateng Makin Makmur
Sambut Tahun Baru Islam Pemprov Dan Ulama Doakan Jateng Makin Makmur
Sambut Tahun Baru Islam Pemprov Dan Ulama Doakan Jateng Makin Makmur
Sambut Tahun Baru Islam Pemprov Dan Ulama Doakan Jateng Makin Makmur
Sambut Tahun Baru Islam Pemprov Dan Ulama Doakan Jateng Makin Makmur
More like this