El Mencho Tewas: Kemlu Jamin 45 WNI di Meksiko Aman di Tengah Pusaran Kartel
Kementerian Luar Negeri RI memastikan seluruh Warga Negara Indonesia di Meksiko dalam kondisi aman. Situasi keamanan memanas pascakematian pemimpin kartel El Mencho pada 22 Februari 2026. Operasi militer memicu serangan di Jalisco dan beberapa wilayah lain. Tercatat 45 WNI di Jalisco, didominasi rohaniawan, terapis, dan pengusaha.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengklaim seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Meksiko dalam kondisi aman, menyusul gelombang kekerasan brutal yang melanda beberapa wilayah pasca-kematian pemimpin kartel Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho. Klaim ini muncul di tengah situasi mencekam yang melanda sejumlah wilayah Meksiko sejak 22 Februari 2026.
Kekerasan meledak dipicu operasi militer pemerintah Meksiko di Kota Tapalpa, Jalisco, yang menewaskan El Mencho dan tujuh anggota Cartel de Jalisco Nueva Generacion (CJNG). Kematian gembong narkoba itu langsung memicu serangan balasan sporadis dari CJNG di enam negara bagian.
Serangan balasan CJNG menyasar Jalisco, Nayarit, Michoacan, Zacatecas, Guanajuato, dan Colima. Wilayah-wilayah ini kini menjadi arena konflik terbuka, menciptakan ketidakpastian keamanan ekstrem bagi penduduk lokal dan asing.
Eskalasi kekerasan ini demonstrasi kekuatan CJNG, mampu melancarkan serangan terkoordinasi pasca-kehilangan pemimpin utamanya. Ini bukan sekadar respons, melainkan peringatan keras dari kartel.
Operasi militer yang berhasil menewaskan El Mencho, meski strategis, justru memicu gejolak lebih luas. Pemerintah Meksiko kini menghadapi tantangan serius mengendalikan dampak pasca-kematian pemimpin kartel paling dicari itu.
Keberadaan 45 WNI di Jalisco, wilayah paling terdampak, menjadi sorotan. Mayoritas rohaniawan, terapis pijat profesional, pengusaha, dan pegawai perusahaan—kelompok rentan di tengah kekacauan.
Klaim aman Kemlu kontras dengan situasi di lapangan. Sejarah kartel Meksiko membuktikan, kematian pemimpin seringkali disusul periode kekerasan intens dan tidak terprediksi, menempatkan warga asing dalam risiko.
Penjelasan Kemlu
Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl Achmad Mulachela menyatakan, “Berdasarkan catatan KBRI Mexico City, WNI di wilayah Jalisco berjumlah 45 orang yang didominasi oleh rohaniawan, terapis pijat profesional, serta pengusaha dan pegawai perusahaan.”
Pernyataan Vahd, disampaikan Selasa (24/2/2026), menegaskan koordinasi terus dilakukan untuk memantau keselamatan mereka.
Namun, rincian langkah konkret perlindungan atau evakuasi darurat bagi WNI di zona konflik tidak dijelaskan secara transparan, hanya sebatas klaim “aman” tanpa bukti nyata.
Cartel de Jalisco Nueva Generacion (CJNG) dikenal sebagai salah satu organisasi kriminal paling kejam dan berkuasa di Meksiko, terlibat dalam perdagangan narkoba, pemerasan, dan kekerasan ekstrem. Kematian El Mencho adalah pukulan besar bagi kartel, namun juga memicu respons brutal yang kini mengancam stabilitas Meksiko dan keselamatan warga asing di sana.