Hari Donor Darah Sedunia Diharapkan Tingkatkan Kesadaran Masyarakat
DEMAK – Masyarakat tidak perlu khawatir mendonorkan darahnya, sebab proses donor darah di Palang Merah Indonesia (PMI) dipastikan aman. Hal itu ditegaskan Manager Kualitas UTD PMI Kabupaten Demak dr Dian Widyahandayani, saat menjadi narasumber pada talkshow di RSKW FM, Kamis (18/6/2026). Menurutnya, semua peralatan yang digunakan steril dan sekali pakai, sehingga tidak digunakan kembali kepada orang lain. Selain itu, darah yang didonorkan juga akan menjalani serangkaian pemeriksaan laboratorium, sesuai standar yang berlaku sebelum digunakan untuk pasien. “Setiap darah yang didonorkan tidak langsung diberikan kepada pasien. Setiap darah yang masuk ke UTD harus melalui pemeriksaan laboratorium dan proses pengolahan terlebih dahulu, untuk memastikan keamanan dan kualitasnya,” tutur Dian. Sebelum dilakukan donor darah, lanjutnya, pendonor juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan, seperti tekanan darah, kadar hemoglobin, berat badan, dan kondisi kesehatan secara umum terlebih dahulu. “Kemudian setelah darah didonorkan, darah akan diproses menjadi beberapa komponen, seperti sel darah merah, plasma, dan trombosit. Masing-masing komponen tersebut dapat diberikan kepada pasien yang berbeda, sesuai kebutuhannya. Satu kali donor darah berpotensi membantu lebih dari satu pasien,” jelasnya. Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk mendonorkan darahnya, untuk menjaga ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan. Sebab, darah merupakan kebutuhan vital yang tidak dapat digantikan oleh apapun. “Hingga saat ini, darah belum dapat diproduksi secara buatan. Karena itu, satu-satunya sumber darah berasal dari manusia yang sehat dan bersedia mendonorkan darahnya. Setiap kantong darah yang didonorkan memiliki nilai yang sangat berharga, karena dapat menjadi penyelamat bagi kehidupan seseorang,” imbuhnya. Dian menambahkan, dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia 2026, pihaknya mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam aksi donor darah sukarela dan cek kesehatan gratis pada Minggu (28/6/2026) pukul 06.30 WIB, di Kantor PMI Kabupaten Demak. “Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin tumbuh kesadaran masyarakat bahwa setetes darah yang didonorkan dapat menjadi harapan dan penyelamat, bagi mereka yang membutuhkan,” pungkas Dian. Penulis: red-kmf/nin Editor: Di, Diskomdigi Jateng Browser Anda tidak mendukung audio.
DEMAK – Masyarakat tidak perlu khawatir mendonorkan darahnya, sebab proses donor darah di Palang Merah Indonesia (PMI) dipastikan aman.
Hal itu ditegaskan Manager Kualitas UTD PMI Kabupaten Demak dr Dian Widyahandayani, saat menjadi narasumber pada talkshow di RSKW FM, Kamis (18/6/2026). Menurutnya, semua peralatan yang digunakan steril dan sekali pakai, sehingga tidak digunakan kembali kepada orang lain. Selain itu, darah yang didonorkan juga akan menjalani serangkaian pemeriksaan laboratorium, sesuai standar yang berlaku sebelum digunakan untuk pasien.
“Setiap darah yang didonorkan tidak langsung diberikan kepada pasien. Setiap darah yang masuk ke UTD harus melalui pemeriksaan laboratorium dan proses pengolahan terlebih dahulu, untuk memastikan keamanan dan kualitasnya,” tutur Dian.
Sebelum dilakukan donor darah, lanjutnya, pendonor juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan, seperti tekanan darah, kadar hemoglobin, berat badan, dan kondisi kesehatan secara umum terlebih dahulu.
“Kemudian setelah darah didonorkan, darah akan diproses menjadi beberapa komponen, seperti sel darah merah, plasma, dan trombosit. Masing-masing komponen tersebut dapat diberikan kepada pasien yang berbeda, sesuai kebutuhannya. Satu kali donor darah berpotensi membantu lebih dari satu pasien,” jelasnya.
Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk mendonorkan darahnya, untuk menjaga ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan. Sebab, darah merupakan kebutuhan vital yang tidak dapat digantikan oleh apapun.
“Hingga saat ini, darah belum dapat diproduksi secara buatan. Karena itu, satu-satunya sumber darah berasal dari manusia yang sehat dan bersedia mendonorkan darahnya. Setiap kantong darah yang didonorkan memiliki nilai yang sangat berharga, karena dapat menjadi penyelamat bagi kehidupan seseorang,” imbuhnya.
Dian menambahkan, dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia 2026, pihaknya mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam aksi donor darah sukarela dan cek kesehatan gratis pada Minggu (28/6/2026) pukul 06.30 WIB, di Kantor PMI Kabupaten Demak.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin tumbuh kesadaran masyarakat bahwa setetes darah yang didonorkan dapat menjadi harapan dan penyelamat, bagi mereka yang membutuhkan,” pungkas Dian.
Penulis: red-kmf/nin
Editor: Di, Diskomdigi Jateng
