Ahmad Luthfi Raih National Governance Award: Menguak Strategi Progresif Tangani Stunting.

2 min read
Ahmad Luthfi Raih National Governance Award: Strategi Progresif Tangani Stunting

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima National Governance Award 2026 atas progres penanganan stunting. Prevalensi stunting Jateng turun menjadi 17,1% pada 2024, di bawah rata-rata nasional. Inovasi seperti program Speling dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) berkontribusi signifikan. Penghargaan ini mengakui upaya Pemprov Jateng dalam layanan kesehatan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan National Governance Award 2026 di Jakarta, Jumat (24/4/2026) malam, sebuah seremoni yang mengukuhkan klaim progresivitas penanganan stunting di wilayahnya. Penghargaan ini diserahkan di tengah narasi penurunan prevalensi stunting Jateng menjadi 17,1% pada 2024.

Angka tersebut, meski diklaim di bawah rata-rata nasional 19,8%, masih jauh dari target ideal eliminasi stunting, memunculkan pertanyaan tentang substansi di balik perayaan dan efektivitas jangka panjang program yang digembar-gemborkan.

Klaim Penurunan Stunting dan Program Unggulan

Penghargaan itu secara simbolis diserahkan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Abdul Muhaimin Iskandar, dalam ajang “National Governance Award 2026: Sinergi Nusantara untuk Indonesia” di The Ritz-Carlton Hotel. Klaim penurunan prevalensi stunting dari 20,7% pada 2023 menjadi 17,1% pada 2024 menjadi dasar utama pengakuan ini.

Pemprov Jateng menyoroti berbagai upaya, termasuk skrining anemia remaja putri, konsumsi tablet tambah darah, pemeriksaan kehamilan, serta pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Program “Speling” (dokter spesialis keliling) dan “Cek Kesehatan Gratis” (CKG) disebut sebagai pendorong utama. Speling diklaim menjangkau 1.030 desa di 440 kecamatan dengan sasaran 97.506 orang.

Capaian CKG pada 2025 disebut mencapai 14.297.407 orang atau 37,73 persen, melampaui target 36 persen dan menjadi yang tertinggi di Indonesia. Namun, capaian angka ini hanya mencerminkan jangkauan program, bukan jaminan eliminasi stunting secara menyeluruh atau kualitas intervensi yang berkelanjutan.

Narasi Resmi dan Realitas Lapangan

Di tengah euforia penghargaan, para pejabat menyuarakan narasi keberhasilan. Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan, penghargaan ini “kebanggaan sekaligus pengakuan atas kerja bersama” dan menekankan “kolaborasi dengan 369 rumah sakit” hingga tingkat desa.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Kusminar, mengklaim “prevalensi stunting cukup menurun” dan “semua terlayani dengan baik” berkat program seperti Speling dan CKG.

Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian mengingatkan, “Kinerja nasional adalah gabungan dari kinerja di tingkat pusat dan seluruh pemerintahan daerah. Satu saja daerah yang kinerjanya anjlok, bisa memengaruhi kinerja nasional.” Pernyataan ini secara implisit menyoroti bahwa keberhasilan satu daerah tidak menutupi tantangan di wilayah lain.

Tantangan Stunting yang Belum Tuntas

Penghargaan ini, yang diberikan dalam enam sektor strategis, menempatkan Pemprov Jateng di kategori Health Ecosystem. Dua daerah lain di Jawa Tengah, Kabupaten Kebumen dan Sragen, juga menerima penghargaan dalam kategori berbeda.

Namun, di balik kilau seremoni, tantangan stunting di Jawa Tengah tetap membayangi. Jutaan balita masih terancam, dan

Ahmad Luthfi Raih National Governance Award: Menguak Strategi Progresif Tangani Stunting.
Ahmad Luthfi Raih National Governance Award: Menguak Strategi Progresif Tangani Stunting.
Ahmad Luthfi Raih National Governance Award: Menguak Strategi Progresif Tangani Stunting.
Ahmad Luthfi Raih National Governance Award: Menguak Strategi Progresif Tangani Stunting.
Ahmad Luthfi Raih National Governance Award: Menguak Strategi Progresif Tangani Stunting.
More like this